Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Istilah PSBB Total Bisa Jatuhkan Anies, Ternyata Ini Sumbernya




Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net

Istilah PSBB Total Bisa Jatuhkan Anies, Ternyata Ini Sumbernya

Beberapa hari terakhir, ramai perbincangan mengenai PSBB Total yang membuat geger warga Jakarta dan sekitarnya. Pro kontra mencuat di media mengingat kebijakan yang sudah diterapkan sejak Senin (14/9/2020) kemarin.

Menanggapi hal itu, jurnalis Idn Times, Uni Lubis mengklarifikasi kelahpahaman yang sudah terlanjur terjadi. Dalam klarifikasinya, Uni menyebut diminta oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo untuk meluruskan hal tersebut.

“Tolong Mbak Uni, diklarifikasikan ke publik, Gubernur Anies tidak pernah gunakan istilah PSBB Total,” ujar Uni menirukan Doni seperti dilansir Idntimes.com, Senin (14/9/2020).

Uni, satu-satunya wartawan yang berbicara langsung dengan Doni mengaku menonton secara penuh dua jumpa pers Anies Baswedan pada hari Rabu (9/9/2020) yang mengumumkan keputusan menarik rem darurat dengan menerapkan PSBB -Pembatasan Sosial Berskala Besar - seperti di awal pandemik, juga video konferensi pers dengan tema yang sama, pada hari Minggu (13/9/2020).

“Tidak ada penggunaan istilah PSBB Total,” tuturnya.

Uni menyebut bahwa kata PSBB Total dimulai dari media dan disebar oleh media. Lebih lanjut, Uni mengatakan ada yang memulai menggunakan istilah itu berdasarkan persepsi dan konklusi, lantas judul dan istilah itu menulari media lain. Termasuk IDN Times. 

Uni mengaku hal ini merupakan kelemahan media di era digital, yang memperhitungkan algoritma dalam distribusi konten lewat platform, sehingga mudah terjebak untuk menggunakan istilah yang belum tentu tepat dan akurat, tetapi sudah terlanjur viral.

“Saya minta maaf kepada publik, atas penggunaan istilah yang tidak akurat itu di IDN Times,” pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ismail Fahmi melalui akun twitternya @ismailfahmi. Ia meluruskan kesalahpahaman yang sudah terjadi di masyarakat. Dengan rinci, Ismail meruntut dari mulai awal kejadian, hingga akhirnya menjadi ramai diperbincangkan.

Menurut analisis Ismail, Keyword "PSBB Total" diketahui muncul pada tanggal 9 September 2020. Dengan sumber data dari Berita Online maupun Twitter.

Artikel pertama yang tercatat oleh Drone Emprit dimuat oleh @CNNIndonesia pada pukul 19:58 yang judulnya mengandung istilah "PSBB Total".

“Diikuti oleh @cnbcindonesia (20:06), @CNNIndonesia lagi, dan hampir semua media lain. Semua pakai istilah ini,” cuitnya, Senin (14/9/2020).

Dalam artikerlnya, lanjut Ismail akun @CNNIndonesia ini menggunakan istilah PSBB Total dalam judulnya. Namun tidak ditemukan satu pun dalam body berita pernyataan baik langsung maupun tidak langsung yang menggunakan istilah tersebut.

“Lalu diikuti oleh @cnbcindonesia, Sinar Harapan yang menggunakan istilah "PSBB Total" juga dalam judulnya,” ungkapnya.

Pertanggal 9 September 2020, terdapat seratus lebih artikel yang judulnya mengandung istilah "PSBB Total" oleh berbagai media online.

Menurut Ismail, situs paling banyak menulis adalah berita dengan judul PSBB Total di antaranya: @cnbcindonesia, @CNNIndonesia, @republikaonline, @detikcom, @antaranews, @WartaEkonomi, dll.

Padahal, dalam pernyataannya, Anies tidak pernah sama sekali menyebut ataupun mengucap PSBB Total. Yang diucap Anies ialah,"Kita akan menarik rem darurat kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar: seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik,”.

Oleh: Radian Burcu, Netizen

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: