Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



Irvan Noviandana Somasi Terbuka Ruangguru Atas Artikel Soal G 30 S Yang Membela PKI


Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

*PRESS RELEASE*

Kepada Yth.
Rekan - Rekan, Wartawan, Media, dan Masyarakat Indonesia

*Somasi Terbuka PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru)*

_Assalamulaikum Wr. Wb._

Senin, 28 September 2020, Kami selaku Kuasa Hukum dari Sdr. Irvan Noviandana telah menyerahkan Somasi Terbuka kepada PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) terkait :

1.  Artikel di situs https://blog.ruangguru.com/, pada artikel tersebut yang berjudul _“Sejarah Kelas 9 I Bentuk-Bentuk Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia“_ dengan link : https://blog.ruangguru.com/ancaman-disintegrasi-bangsa yang ditulis oleh Fahri Abdillah  pada tanggal 6 Februari 2020, terdapat kalimat yang berisi :

_“Nah untuk Konflik G30S PKI sendiri, sampai saat ini masih belum jelas siapakah yang salah dan siapa yang menjadi korbannya”_

2. Kolom komentar artikel _“Sejarah Kelas 12 I Apa yang Terjadi pada 30 September Hingga 1 Oktober 1965 dari Berbagai Sudut Pandang”_ dengan link : https://blog.ruangguru.com/g30s yang ditulis oleh Kresnoadi pada tanggal 30 September 2019, terdapat komentar dari  Ruagguru :

_“Nah, kamu yakin nggak film itu berisi hal yang sebenarnya? Kira-kira kenapa di artikel ini nggak ada tulisan G30S/"pki"”._

Bahwa ternyata di dalam artikel tersebut tidak menuliskan pelaku dari Gerakan 30 September, fakta sejarah menyatakan bahwa pelaku dari Gerakan 30 September adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Artikel tersebut sangat menyesatkan sejarah bangsa Indonesia, dimana kita mengetahui bahwa yang menjadi korban dari keganasan dan kesadisan pengkhianatan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) saat itu adalah 10 Pahlawan Revolusi dan Umat beragama Indonesia serta pelaku dari peristiwa G30S/PKI adalah PARTAI KOMUNIS INDONESIA.

Bahwa pengakuan Negara atas korban keganasan dan kesadisan pengkhianatan G30S/PKI bahkan telah dikenang dan diabadikan dalam Monumen Pancasila Sakti, Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat para Pahlawan Revolusi yang menjadi korban mempertahankan ideologi Negara Republlik Indonesia yaitu Pancasila dari ancaman ideologi Komunis dan diperjelas pada *Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/Mprs/1966 Tahun 1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninism*

Bahwa Artikel ini membuka peluang menjadikan Negara dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pihak yang disalahkan atas  keganasan dan kesadisan pengkhianatan G30S/PKI, sehingga berpotensi menimbulkan konflik horizontal baru dan telah telah memenuhi unsur Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Presiden Republik Indonesia dan Pasal 28 jo Pasal 45a ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, Kami menuntut kepada PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) untuk :

1.Mengubah artikel tersebut sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya;
2. Meminta maaf kepada Masyarakat Indonesia secara terbuka.

Jika dalam waktu 3 x 24 jam semenjak somasi terbuka ini diterima, dan PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) tidak memberikan tanggapan atau tidak memenuhi tuntutan kami, maka klien kami tidak memiliki pilihan kecuali menempuh upaya hukum.

Demikian somasi terbuka ini kami sampaikan, atas perhatianya Kami ucapkan terima kasih.

_Wassalammualikum. Wr. Wb._

Hormat Kami,

*Street Lawyer Legal Aid*

*CP:*
*Sumadi Atmadja, S.H. (0856 9450 2442);*
*Juanda Eltari, S.H. (0813 2221 5540).*



Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: