Langsung ke konten utama

Featured Post

Habib Nabil dan Bagir Alhabsyi, Hb Alwi dan Zein Alatas: Kami Akan Jemput IB Habib Rizieq Shihab!

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Indonesia yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang, disambut sangat antusias oleh para Ulama, Habaib dan umat Islam di Indonesia. Para Habaib pun menyatakan siap menyambut kepulangan Habib Rizieq, masya Allah... Hb Nabil al-Habsyi (Majlis Burdah Miftahussalamah) Habib Bagir al-Habsyi, Hb Alwi al-Athas (Majlis al-Munawwir) Habib Zen bin Umar Alathas ( Majlis al-Munawwaroh ) kompak menegaskan kesiapannya akan jemput Habib Rizieq.Klik video:

Hasil Visum Jendral Soeprapto Korban Pembantaian PKI: Penuh Luka Tembak, Tusuk, Lebam Dan Patah Tulang



Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net

CATATAN SEJARAH

FAKTA TAK TERBANTAHKAN KEBIADABAN PKI : 
TUBUH JENDRAL R. SOEPRAPTO PENUH LUKA TEMBAKAN, 
LUKA TUSUKAN, LEBAM DAN PATAH TULANG💥

Hasil Visum R. SOEPRAPTO 
(DEPUTI II MENPANGAD), 
Pahlawan Revolusi yang Mati Syahid diculik lalu dibunuh secara Sadis oleh PKI di Lubang Buaya

Jenazah Mayjen R. Soeprapto diidentifikasi oleh Dokter gigi RSPAD Kho Oe Thian dari susunan gigi geligi sang jenderal.

Pada jenazah R. Soeprapto ditemukan :

(a) Tiga luka tembak masuk di
      bagian depan ,
(b) Delapan luka tembak masuk di
      bagian belakang,
(c) Tiga luka tembak keluar di
      bagian depan,
(d) Dua luka tembak keluar di bagian
      belakang,
(e) Tiga luka tusuk,
(f) Luka-luka dan patah tulang
      karena kekerasaan tumpul di
      bagian kepala dan muka,
(g) Satu luka karena kekerasan
      tumpul di betis kanan, dan
(h) Luka-luka dan patah tulang
      karena kekerasan tumpul yang
      berat sekali di daerah panggul
      dan bagian atas paha kanan.

DOKUMEN VISUM ET REPERTUM LETJEN SUPRAPTO 💥

Dari SITUS resminya yang dikeluarkan sejak, 
Senin (13/12/2010), 
Ada lagi sebuah dokumen visum et repertum yang dibuat oleh 4 dokter RSPAD Gatot Soebroto (ARMY HOSPITAL) Jakarta-Pusat yaitu 
Dr Roebino Kertopati, 
Dr Frans Pattiasina, 
Dr Sutomo Tjokronegoro, 
Dr Liaw Yan Siang, 
Dr Lim Joe Thay, 
Pada 5 Oktober 1965. 
Bagian nama, tempat tanggal lahir, pangkat, jabatan dan alamat sengaja dihitamkan.

Tampak dokumen Visum et repertum oleh dokter dituliskan PRO JUSTITIA. 
BAHWA SUMPAH PRO JUSTITIA Tidak boleh Bohong , 
Tidak boleh menambah, 
Tidak boleh mengurangi. 
Apa kenyataan itu, harus dimasukkan dalam visum et repertum itu harus jadi pegangan, sebab ini satu kenyataan, 
Bukan khayalan.

Namun dari deskripsi luka, 
Diduga kuat bahwa dokumen itu adalah dokumen visum et repertum Letjen TNI Anumerta R Soeprapto. Data pembandingnya adalah keterangan visum Letjen R Soeprapto yang pernah disebutkan dalam makalah pakar Politik Indonesia dari Cornell University, AS, Ben Anderson, pada jurnal ‘ Indonesia ‘ edisi April 1987.

Berbeda dengan AHMAD YANI, SOEPRAPTO masih hidup saat diculik dari rumahnya. 
Dia baru gugur di Lubang Buaya. Jadi di Lubang Buaya lah beliau dibantai oleh PKI.

Hasil visum menunjukkan kalau ada luka dan pukulan benda tumpul yang menyebabkan Patah tulang di bagian kepala dan muka R. Soeprapto.

Laporan visum untuk Soeprapto, selain patah/retak tulang tengkorak di enam titik, 
adalah patah tulang di betis kanan dan paha kanan.

Luka benda tumpul diduga batu atau popor senapan. 
Soeprapto memang mengalami 3 luka tusuk dari Bayonet . 
Soeprapto juga gugur akibat 11 luka tembak di berbagai bagian tubuh.

KETERANGAN LAIN :

- Ada kain sarung dan kemeja yang
  masih melekat pada korban.

- Jenderal Soeprapto masih hidup
  saat diculik dari rumahnya, 
  jadi beliau dibunuh oleh PKI di
  Lubang Buaya

- Terdapat patah/retak tulang
  tengkorak di enam titik, 
  adalah patah tulang di betis kanan
  dan paha kanan. 
  Luka benda tumpul diduga batu
  atau popor senapan.

SUMBER : 
FORMAT DOKUMEN VISUM ET REPERTUM 7 JENAZAH KORBAN

Dokumen visum et repertum ketujuh korban dituliskan dalam format yang sama. 
Di pojok kanan atas halaman depan terdapat tulisan 
“DEPARTEMEN ANGKATAN DARAT, DIREKTORAT KESEHATAN, RUMAH SAKIT PUSAT, PRO JUSTICIA”.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: