Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



FPI HST Kalsel Santuni Keluarga (Alm) Hamdan Bin Jambri Dan Bantu Proses Pemakamannya


Rabu, 23 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Para Anggota FPI Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel memberikan santunan untuk keluarga Almarhum Hamdan Bin Jambri, dan membantu proses pemakaman almarhum Hamdan bin Jambri pukul 16.00 WITA, hari Selasa (22/9/2020).

Jagad media sosial sempai ramai terkait penemuan mayat Almarhum Hamdan yang sebelumnya ditemukan tak jauh dari Kantor Kecamatan Batara, Selasa (22/9) sekitar pukul 11.00.

Sebelumnya, mayat ditemukan tergeletak kaku di pinggiran sawah (tepatnya di bawah pohon kelapa), badan membengkak, dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Warga Desa Ilung Pasar Lama, Supianor mengatakan, sejak Sabtu (19/9) korban sudah tidak terlihat di kampung.

“Pekerjaan korban serabutan aja, yang pasti orang suka minta beliau untuk panjatkan kelapa,” kata Supianor.
Kapolres HST melalui Ps Paur Subbag Humas Aipda M Husaini membenarkan penemuan mayat tersebut.

Saksi Rahilah dan Rukiyah, ucap Husaini, bermaksud mencari korban karena sudah tidak pulang selama 3 hari.

“Saksi menemukan korban di pinggir sawah, sudah dalam keadaan meninggal dan membusuk,” ucapnya.

Barang bukti berupa, 1 topi hitam, 1 pasang sendal hitam, sebilah senjata tajam jenis parang langkap kompangnya milik korban.

Sementara itu, di himpun dari informasi dari beberapa laman berita Kasat Reskrim Kapolres HST, AKP Dany Sulistiono menyebutkan, kemungkinan kecelakaan, tidak ada luka benda tajam atupun tumpul pada korban.

“Luka lebam tidak ditemukan, meninggalnya sudah berapa harinya belum tahu, kalau seperti itu pastinya lebih dari 24 jam,”

Ahmad Faisal Wali Laskar LPI HST menyampaikan
dalam kesempatan ini para pengurus dan Anggota FPI HST juga mengucapkan turut berbelasungkawa.

'Semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan, kami dari FPI HST juga langsung memberikan bantuan santunan untuk keluarga Almarhum dan membantu proses pemakaman beliau yang mana almarhum adalah salah satu tetangga Sekretaris Wilayah DPW FPI HST Akhina Muhammad Edwan Ansari, dan informasi dari beliau Keluarga ini termasuk keluarga kurang mampu oleh karena itulah kami berikan santunan kepada keluarga Almarhum mudah-mudahan bisa sedikit membantu", tutupnya.

Sumber: Edwan Ansari, Kontributor LIF Kalimantan Selatan



Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: