Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Sabtu, 31 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

FPI, Harga Diri, Dan Panggung Sejarah

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

_Fiqhul Harokah_

*FPI, HARGA DIRI, DAN PANGGUNG SEJARAH*

Iman (tauhid) memberikan 'izzah, tanpa iman seseorang tidak akan memiliki 'izzah, dan Rasulullah Saw tak lain diperintahkan Allah Swt untuk menancapkan 'izzah kedalam dada manusia. Fakta dengan "laa ilaha illallah" bangsa Arab jahiliyah berhasil memperbaiki dirinya, menghasilkan pribadi-pribadi yang sarat dengan sifat-sifat mulia, mengukir sejarah yang menggetarkan, menguatkan persaudaraan, menaklukan musuh-musuh, membangun peradaban dunia. Inilah pengaruh keimanan dan pergerakan. Firman Allah Swt :

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imraan : 139)

Ayat ini pengarahan dari Allah Swt, pengakuan akan Allah sebagai Tuhan, yang membangkitkan kekuatan jiwa, memancarkan 'izzah Islam, harga diri, kemulyaan, kebanggaan dalam dada-dada kita kaum muslimin. Suatu pengarahan yang semestinya terus memancarkan semangat dan mengucurkan tetes-tetes keringat kesabaran dalam perjuangan panjang menegakkan kalimatullah yang tidak kita ketahui ujungnya. Sekaligus siraman ruhani dan hiburan yang memuncak di tengah kelelahan kita memikul beban da'wah, hisbah dan jihad di bahterah FPI.

Kita semua mengetahui panggung sejarah kemanusiaan menampilkan tokoh demi tokoh. Suatu masa muncul manusia zhalim seperti Fir'aun, Haman, Qorun, dan yang setipe dengan mereka saat ini pun banyak. Mereka manusia yang merasa tinggi hanya karena mereka memiliki kekuasaan, merasa tinggi karena persenjataannya, merasa tinggi hanya karena hartanya, merasa tinggi dengan seluruh sumber daya yang mereka miliki.

Pada masa yang lain berperan pemuka-pemuka Quraisy jahiliyyah yang merasa tinggi dengan merendahkan kaum dhu'afah seperti Bilal Ra. Dan selanjutnya selalu saja muncul kisah para anbiyaa yang dizholimi penguasa, para penyeru al haq disiksa, diintimidasi, dan dihina. Apakah benar mereka demikian tinggi dan mulia ??

Tidak sama sekali keimanan lah yang memberikan 'izzah, dengan mengibarkan panji keimanan kepada Allah Swt kita yakin kemuliaan itu akan datang kepada kita sudara !

Dan Imam Besar Kita Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab dan FPI beserta kelompok yang lain yang sejalan dengan kita, pelan-pelan kita akan berperan dalam proses sejarah bangsa ini. Baik hari ini, esok ataupun dimasa yang akan datang. Panggung kita bukan panggung sandiwara tapi adalah panggung sejarah.

Sejarah itu adalah proses yang tiada berhenti. Kezhaliman yang dipertontonkan pada hari ini akan direkam oleh jutaan mata generasi muda Islam. Bahwa kezhaliman telah menghantam Imam Besar kita, telah memukul FPI, jangan anggap pertunjukan sudah selesai justru ini baru dimulai.

Kita kaum muslimin paling jenius merawat sejarah, pastikan semua aktivitas kita tertulis dengan tinta emas. Maka sejarah pertarungan antara al haq dan al.bathil ini akan terus-menerus kita kobarkan dan wariskan hingga berabad-abad bahkan sampai hari kiamat. Keteguhan dan kesabaran itulah saat ini yang harus kita lipat gandakan sehingga pertolongan Allah Swt semakin dekat..Allahu Akbar walillahilhand..

Allahu waliyyut-taufiq wahuwa a'lamu bish-showab

*Muzaki Ruthab*
Wakabid Jihad FPI Kabupaten Bekasi
Sept 11 2019

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: