Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Dikawal Laskar FPI HSU, Acara Maulid Dan Haul Tiga Dzuriyat Syekh Muhammad Asyad Al-Banjari Sukses



Kamis, 24 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dewan Pimpinan wilayah ( DPW ), Front Pembela Islam ( FPI ) Hulu Sungai Utara ( HSU) Kalimantan Selatan mengikuti acara Maulid Habsy sekaligus Acara Haul Tiga Dzuriyat Syekh Muhammad Asyad Al-Banjari (Datu Kalampayan), hari Selasa (22/9/2020).

Ketiganya yaitu Datu Taniran, K.H Syarwani Abdan (Guru Bangil), serta Syekh Abdus Samad (Marabahan) Bersama Penceramah Habib Musthofa Al-Haddar dari Martapura.

Kegiatan ini bertempat di Majlis Taklim Nurul Ikhwan Lok Bangkai Amuntai Kab. HSU pimpinan K.H Ahmad Junaidi atau sering dipanggil Guru Anom.

Adapun rangkaian acara tersebut adalah pembacaan yasin, maulid habsy, masyid dan tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan manaqib, taushiyah oleh Habib Musthofa Al-Haddar, serta pembacaan do'a.

Habib Musthofa Al-Haddar pun menyampaikan dalam taushiyahnya untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dan Habib Musthofa menuturkan kalau ada ulama, kyai, atau habib yang mengajarkan tidak baik jangan di ikuti apalagi keluar daripada Ahlus Sunnah Wal Jama'ah jangan diumpati atau dikuti serta jangan menggunakan title atau gelaran (pangkat) untuk menipu orang seperti pada jaman saat ini banyak yang mengaku habib untuk kepentingan pribadi saja seperti urusan duit dan urusan perempuan.

Habib Musthofa menyampaikan orang yang mulia itu bukan karena jabatan, pangkat, gelarannya tetapi yang mulia itu adalah orang yang taqwa kepada Allah.

Setelah acara selesai Habib Musthofa Al-Haddar pun menyempatkan Ziarah ke kubur wali Allah yang bertempat di Lok Bangkai yaitu KH Ahmad Riduan (Guru Lok Bangkai) Dzuriyat Syekh Muhamammad Arsyad Albanjari yang mana beliau juga orang tua dari K.H Ahmad Junaidi Pimpinan Majlis Taklim Nurul Ikhwan Lok Bangkai.

Ketua Laskar, Ahmad Jailani atau sering di sapa bang Jai mengarahkan kepada seluruh Laskar, FPI, dan MPI untuk membantu kelancaran acara Haulan ini, sesuai permintaan dari pimpinan majlis.

Untuk itu anggota FPI bertugas mengarahkan jamaah, membagikan nasi kepada jamaah yang berdatangan, adapun untuk MPI membantu mengarahkan jamaah dan membagikan nasi untuk jamaah perempuan.

Acara haul ini mematuhi protokol kesehatan yang mana penitia dan jamaah yg berhadir diminta untuk menggunakan masker, Alhamdulillah ribuan jama'ah menghadiri acara tersebut karena mereka sangat rindu akan majelis-majelis ilmu.

Pimpinan majlis mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yg telah dari siang memasang tenda, menyiapkan makanan, dan lainnya. Semoga Allah memberikan pahala yg berlipat ganda, memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan atas upaya yg kalian lakukan untuk kelancaran ini, " pungkasnya K.H Ahmad Junaidi atau sering dipanggil Guru Anom.

Sumber: Syarif





Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: