Langsung ke konten utama

Featured Post

Habib Rizieq Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang**Tony Rosyid*Pengamat Politik dan Pemerhati BangsaSiapa tak kenal Habib Rizieq Sihab? Orang mengenalnya dengan nama HRS. Kalangan Front Pembela Islam (FPI) memanggilnya IB. Singkatan Imam Besar. Suka tak suka, tokoh ini telah menjadi megnet perhatian publik selama hampir empat tahun terakhir. Kemampuannya menghadirkan sekitar tujuh juta massa dalam kasus penistaan agama Ahok telah mengukir sejarah demonstrasi terbesar di Indonesia. Tentu, tanpa mengabaikan peran tokoh-tokoh lain seperti Bachtiar Nasir, Kiyai Maksum Bondowoso, Kiyai Abdurrasyid Syafii yang juga ikut berperan membuat demo itu menjadi sangat besar. Selain kasus dan isunya sendiri memang punya potensi untuk menghadirkan massa dalam jumlah besar.Sejumlah demo berikutnya, ketika HRS yang memberi komando, selalu mampu menghadirkan massa dalam jumlah besar. Tidak saja ketika HRS berada di Indonesia, tapi juga ketika HRS berada di Arab Saudi. Ini arti…

Demi Selamatkan Banyak Nyawa Manusia, Para Pengamat Ramai-Ramai Dukung PSBB Anies

Kamis, 17 September 2020

Faktakini.net

Demi Selamatkan Banyak Nyawa Manusia, Para Pengamat Ramai-Ramai Dukung PSBB Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020). Dengan begitu, aktivitas warga kembali diperkat seperti saat PSBB pertama kali diterapkan.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyakini keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi bukan dibuat seorang diri. Dia percaya di dalam pengambilan kebijakan ini ada campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Gubernur DKI bilang PSBB atau lockdown, itu sebetulnya bukan dari gubernur sendiri, pasti perintah Presiden. Karena Presiden hari Senin rapat kabinet mengatakan, kesehatan menjadi penting,” kata Agus dalam diskusi bertajuk ‘PSBB Lagi?’, Sabtu (12/9/2020).

Agus yakin jika sebelumnya Anies terlebih dahulu dipanggil Jokowi sebelum mengumumkan PSBB diperketat lagi. Sebab, kata Agus tidak mungkin seorang Gubernur membuat keputusan tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Jadi menurut saya itu keputusan-keputusan maunya (Presiden) tapi melalui Gubernur, nah sekarang tinggal gimana ini (menjalankannya),” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah. Piter mengatakan, dalam kondisi saat ini kebijakan menarik rem darurat untuk mengendalikan penularan Covid-19 harus dilakukan dengan persiapan yang matang.

"Sebenarnya intinya sama. Kalau kita bicara kebijakan PSBB atau rem darurat yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, kita bisa memahami argumentasinya apa. Ada banyak alasan untuk mengambil langkah rem darurat, karena angka penularan terus meningkat," kata Piter dalam acara Webinar bertajuk "PSBB Lagi" di Radio Smart FM Sabtu, (12/9/2020).

Lebih lanjut Piter menerangkan peningkatan angka penularan yang setiap hari terus memecahkan rekor sangat mengkhawatirkan karena bila terjadi terus menerus, pasien yang terkena Covid-19, bisa terlantar karena tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai.

Sebelumnya, Keputusan Anies soal pengetatan PSBB mendapat serangan dari beberapamenteri cabinet Jokowi. Salah satunya ialah Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. Ia menyebut bahwa turunnya IHSG disebabkan oleh kebijakan PSBB Anies. Padahal, sebelumnya Jokowi mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik harus didahului dengan kesehatan yang baik.

Menyikapi hal itu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie dengan gamblang mengaku tidak paham dengan silang pendapat itu, padahal Presiden Jokowi lebih mengutamakan kesehatan dibanding ekonomi.

"Menteri harus cepat tanggap. Kan semua ada anggaran yang tertata. Bagi saya nyawa manusia itu sangat berharga apalagi kita telah kehilangan 100 dokter. Kalau ada kebijakan PSBB Total kenapa tak didukung Airlangga, ini rancu," ungkap Jerry seperti dilansir dari Sindonews.com.

Lebih lanjut, Jerry juga mengamati kebijakan yang diterapkan Anies ini lebih ke motif kemanusiaan, bukan motif politik. Artinya, lanjut Jerry perbedaan pandangan ini lebih cenderung ke sikap pemimpin partai politik dengan seorang profesional.

Dengan demikian, ia berharap setidaknya PSBB total ini langkah tepat sebagai bagian sinergitas biokrasi antara pusat dan daerah.

Oleh: Adi Purwanto, Warganet

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: