Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



Deklarasi KAMI Se-Jateng Di Magelang Sukses, Dihadiri Ratusan Massa



Sabtu, 19 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Se-Jawa Tengah di Alun-alun Kota Magelang, hari Jum'at (18/9/2020) berlangsung sukses dan dihadiri ratusan massa.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo turut hadir dan memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta deklarasi.

Gatot menyampaikan,  dirinya akan datang jika ada izin dari pemerintah daerah dan kepolisian dan ia pun mengungkapkan semua sudah ada izinnya. Jadilah kegiatan ini tetap digelar, meski di tengah pandemi.

"Saya sudah sampaikan saya akan datang kalau ada izin dari pemda, kepolisian, semua sudah ada izinnya. Kami ini gerakan moral, taat terhadap hukum yang ada.

Deklarasi ini inisiatif dari masing-masing.

Dikabarkan sempat ada segelintir massa yang mau coba mengganggu hak berdemokrasi yang dilakukan oleh warga masyarakat ini. Namun segelintir massa liar itu berhasil dihalau petugas keamanan dan massa KAMI.

Dalam video yang dibagikan pemilik akun Facebook Ngatino Tino, polisi mencegah dua massa di depan sebuah mall.

Kembali ke orasi saat Deklarasi KAMI, Gatot menyebut pihak yang menolak tersebut belum tahu perjuangan dari KAMI.

"Saya tekankan, kalau ada yang menentang, mereka adalah saudara-saudara kita.
Selama tujuannya untuk Indonesia, itu adalah kawan semua. Mereka belum tahu perjuangan KAMI saja.
Tapi jika mereka untuk melawan Indonesia, otomatis KAMI melawan," tutur Gatot.

Pihaknya pun bersyukur di Kota Magelang ini dideklarasikan KAMI seluruh kabupaten atau kota di Jawa Tengah, sebanyak 35 kabupaten atau kota.

Jumlah ini diharapkannya akan terus bertambah.

"Kita bersyukur di Magelang ini dideklarasikan seluruh kabupaten 35 kabupaten dideklarasikan di sini, sehingga kami dimana-mana semakin. KAMI adalah gerakan moral, akan banyak tantangan dan hambatan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga menceritakan alasan mengapa ia bergabung dengan KAMI, karena ada sebagian kelompok yang terorganisasi secara rapi dan besar dan berusaha mengubah Pancasila. Maka itu KAMI ada untuk menyelamatkan NKRI.

"Mengapa saya bangkit,karena ada sebagian kelompok terorganisasi rapi besar, berusaha merubah pancasila. Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Akan menggantikan pancasila, berarti mengganti NKRI. Maka itulah saya bergabung dengan KAMI untuk menyelamatkan NKRI.
Kalau ada kelompok menentang, ingat mereka adalah saudara kita juga.
Kalau menjelekkan kita tapi dia untuk indonesia perjuangannya sama.
Dia belum tahu saja, kalau ada yang menentang KAMI. Mereka belum tahu kami," tuturnya.

Ratusan massa KAMI nampak berkerumun di depan ikon Alun-alun Kota Magelang dan Patung Pangeran Diponegoro.

Sumber: tribunnews.com

Klik video:



Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: