Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Kedua, FPI Purworejo Turunkan Laskar Bantu Korban Longsor Di Kalijering Pituruh

Selasa, 27 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta -  Relawan FPI Purworejo hari ini Selasa, 27 Oktober 2020 masih terus turun membantu korban banjir dan longsor diwilayah terparah Desa Kalijering kecamatan Pituruh. FPI bersama beberapa relawan kemanusiaan seperti KJB dan S3 Purworejo turun langsung membantu meringankan beban korban yang selamat dan beberapa luka-luka. Selain membuka akses jalan yang berlumuran lumpur parah para Laskar terlihat membawa nasi bungkus untuk para korban, obat-obatan, baju, dan berbagai bantuan lainnya. Untuk para dermawan yang mau ikut membantu meringankan korban yang ditaksir kerugiannya mencapai milyaran rupiah bisa menghubungi Bendahara DPW FPI Purworejo Ir. Muhammad Mansur di Nomor wa +62 853-7784-2497. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Klik video:


Damai Lubis: Ucapan 'Kadrun' Oleh Ahok Adalah Pengalihan Isu Karena Dirinya Malu Telah Merugikan Bangsa Ini



Kamis, 17 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ucapan rasis 'Kadrun' (Kadal Gurun) yang dilontarkan Ahok, terus menuai protes keras warga masyarakat khususnya umat Islam, termasuk dari Pengacara kondang Damai Hari Lubis.

Tudingan Ahok itu muncul saat Penista agama Islam yang telah dibui selama 2 tahun karena terbukti bersalah telah menistakan agama Islam ini membahas kebobrokan sistem di di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Pertamina. Padahal Ahok sendiri selama ini terbukti sangat bobrok kinerjanya di Pertamina.

Sepanjang semester 1-2020 Pertamina mencatat rugi bersih Rp11,3 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, BUMN ini meraup laba Rp38,5 triliun. Kebobrokan ini terjadi ketika Ahok didapuk menjadi Komut Pertamina!

Padahal, waktu mengangkat Si Mulut Jamban ini, Erick Thohir mengatakan Ahok ditugaskan untuk mendobrak dan menyikat mafia migas. Dia juga diharapkan bisa mempercepat pembangunan kilang.

Sampai kini, publik tidak mendengar ada satu pun mafia migas yang diberangus. Soal pembangunan kilang, setali tiga uang pula. Jangankan dibangun, kabarnya sayup-sayup pun tak terdengar.

Mungkin untuk menutupi kegagalannya, Ahok malah menuding umat Islam dengan sebutan 'Kadal Gurun'.

Sebagaimana diketahui sebutan Kadal Gurun atau disingkat 'Kadrun' adalah idiom lama bikinan orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai penyebutan atau olok-olok mereka terhadap Rasulullah SAW dan umat Islam.

Karena mereka orang-orang Komunis itu tau, Rasulullah SAW, Nabinya umat Islam berasal dari Jazirah Arab yang banyak Gurun pasirnya. Dan agama Islam diturunkan oleh Allah SWT, pertama di tanah Arab, karena itu sebutan 'kadal gurun' mereka lontarkan sebagai olok-olok, selain mereka menghina Islam sebagai 'agama Arab'.

Berikut ini tanggapan Damai Hari Lubis terkait ucapan ngawur Ahok itu, yang diterima Redaksi Faktakini.net, Kamis (17/9/2020) malam.
                               
*Kadrun adalah alih issu Ahok, karena dirinya malu telah merugikan bangsa ini*
                                                                 
Ahok katakan :  "Kalau dia jadi Dirut Pertamina. Kadrun akan Turun Demo".                                                                             
Kami tidak aneh terhadap Ahok yang suka bicara kotor. Ayat Al Quran saja dia nistakan. Dia protes kitab suci, walau bukan agamanl atau kepercayaanya. Jadi ucapan Ahok tidak perlu dihiraukan, apalagi untuk dibahas. Untuk ucapannya ini, kami tidak perlu laporkan . Karena tidak punya nilai hukum. Yang jelas dia telah merugikan negara juga Rakyat Bangsa ini. Karena Komisaris Utamanya milik negara ( rakyat Indonesia ) yang disandangnya merugi. Tentu tidak layak dia masih ada di Pertamina apapun jabatannya. Jadi karena malu dia cari alih issu keluar dengan bawa dan sebut istilah 'Kadrun.' Saran kami, Ahok mundur dari Komut Pertamina , itu lebih, daripada " Nyinyir entah kepada siapa"                                                                                         
                                                                                                                                           
Perlu Kami sampaikan , AAB bagian dari Komponen Mujahid  212 Setuju dengan saran Rizal Ramli. Bahwa Presiden sebaiknya berhentikan Ahok dari Komut Pertamina, Ahok  lebih baik jadi Dubes saja. AAB menyarankan agar Ahok menjadi Dubes di Timor Timur atau di Papua Nugini.                               
                                                                                                               Damai Hari Lubis, SH. MH.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: