Langsung ke konten utama

Featured Post

Inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta 2020 - 2025, Dibawah Komando IB HRS Siap Berjuang Maksimal

Kamis, 22 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta Periode 2020 - 2025, siap berjuang semaksimal mungkin dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Imam : Habib Muchsin bin Zaid Al-Attas1. Untuk Majelis Syuro,Ketua MS : Habib Ali Rido Bin Idrus Hasyim Alatas, M. SiSekretaris MS : KH. Muhammad Nur Sasi, L.CKetua Majelis Syariat : Drs. KH. Sulaiman Rohimin, Ket Majelis Penasehat : H. Abdul Rahman, S.KomKet Majelis Pembina : H. Syafei Taher,  S.AgKet Majelis Pengawas : Ust. Muhammad Nurdin (Ust. Jajang)Ket Majelis Kehormatan : Habib Sholeh bin Muchdor Al-Athos2. TanfidziKetua : Abuya KH. Abdul Majid, S.ESekretaris : Ust. Agus MaulanaBendahara : H. AminullahWakabid Da'wah : Ust. Kasyfun NazirWakabid Hisbah : Ust. Ria SusiloWakabid Jihad : Ust. Mohammad IqbalWakabid Penegakan Khilafah : Ust. Salman Al Farisi GhozaliWakabid Organisasi : Hb. Sahid bin Yahya

Damai Lubis: Jokowi Harus Tunda Pilkada Demi Faktor Kemanusiaan Menghindari Penularan Covid 19



Rabu, 23 September 2020

Faktakini.net

Bukti penanganan yang tidak cakap  serta bahayanya penanganan Covid 19  yang tak serius termasuk tingkah pola atau kebijakan yang melanggar atau lalai terhadap regulasi / Protokeler yang dibuat oleh Pemerintah sendiri, salah satunya kegiatan Jokowi , membagi - bagikan sembako dengan cara melempar sembako dan bagi- bagi duit dipinggir jalan raya kepada beberapa warga yang ada disekitar lokasi, berikut fakta awal akibat lalainya dalam memenuhi aturan regulasi , nyata adanya korban Covid 19 sampai dengan saat ini yang mencapai ratusan ribu orang, dan sudah terdapat korban diantaranya Pejabat Kabinet RI yakni Menhub dan Menag, juga ada yang meninggal dunia  yaitu Pejabat Sekda  Propinsi DKI dan Camat Kelapa Gading.

Namun aneh Kebijakannnya yang banyak diprotes Para Tokoh Bangsa ini bertambah dengan oleh karena Jkw  Tetap dibawah kekuasaannya akan tetap menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

Yang tentunya semakin beresiko  bertambahnya korban Covid 19 oleh karena adanya resiko sosialisasi dan kerumunan dari pada penyelenggaraan Pilkada serentak tsb.

Para Korban yang dicobtohkan tsb diatas adalah subjek yang berprrdikat pejabat ,  yang diperkirakan  memiliki  fasitas media yang lengkap dan mumpuni, namun faktanya terkena ?

Maka bagaimana dengan rakyat yang tdk memiliki fasilitas yang memadai, semisal rakyat korban PHK atau rakyat kecil lainnya.

Semestinya Jokowi memahaminya dan segera menunda Pilkada Serentak 2020 dengan memerintahkan  Mendagri atau KPU untuk menunda Pilkada Serentak 2020 , demi faktor  Kemanusiaan atau Faktor Menghindari Penularan Covid 19  yang serentak pula

Jakarta, Selasa, 22 Sept. 2020
Damai Hari Lubis.                                                                       
Ketua Aliansi Anak Bangsa

Foto: Salah satu pemakaman jenazah covid-19

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: