Langsung ke konten utama

Featured Post

Ribuan Umat Hadiri Acara Maulid Nabi Dan Peringatan Hari Santri Di Pabuaran Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (22/10/2020) malam, berlangsung acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Memperingati Hari Santribdi Lapangan Puncak Tugu,  Kec.Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  
Dalam kegiatan yang dikawal oleh Laskar FPI Kabupaten Sukabumi ini, hadir para Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat setempat beserta ribuan warga masyarakat. 
Ketua Bidang Organisasi DTN PA 212, KH Abdul Qohar Al-Qudsyi. Lc turut hadir dalam acara ini dan memberikan ceramahnya. Kyai Qohar mengajak umat Islam untuk bersatu dan istiqomah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Saat Kyai Qohar sedang memberikan ceramahnya, Tiba-tiba listrik mati, entah kenapa. Para jamaah pun sempat bertanya-tanya apakah kejadian ini alami ataukah ada sabotase pihak tertentu.
Namun alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para hadirin bahkan ribuah jamaah bersholawat bersama-sama, dan kemudian listrik bisa dinyalakan kembali dengan menggunakan genset.



Klik video:




Damai Lubis: Agenda Jokowi Untuk Mengatasi Covid 19, Banyak Pola Aneh



Senin, 21 September 2020

Faktakini.net

*Jakarta, 21 September 2020*

*Agenda Jokowi Untuk Mengatasi Covid 19, Banyak Pola Aneh*                                       

*Penulis Aktivis : Damai Hari Lubis*

*( Mana Lebih Penting Nyawa Manusia Apa Pilkada 2020. Adakah Causalitas dengan Keluarga Presiden sebagai Peserta Pilkada )*

*Bisa dibayangkan, Covid 19 adalah wabah penyakit yang sangat menakutkan, Tidak Perlu Level Menteri, Murid Sekolah Dasar/ SD pun tahu, karena dampak langsung mereka Siswa/i dapatkan, mereka diliburkan belajar di sekolah, diganti program menjadi murid 'mirip' home schooling*

*Namun menghadapi pagebluk tersebut, Jokowi tidak segera gunakan UU. Tentang Kekarantinaan Kesehatan UU.RI. No. 6 Tahun 2018, sebagai Bentuk Pertanggung Jawaban Negara ( Melalui Penguasa Pemerintahannya ), Demi Melindungi serta Menanggulagi Masyarakat Bangsa ini dari Wabah Berbagai Penyakit, sesuai Amanah Konstitusi Dasar UUD. 1945. Kenyataannya Walau UU tsb. berlaku dan dibuat olehnya sendiri ( Masa Presiden Jokowi ), Namun Aneh Tidak Diaplikasikan.

Sehingga Pembuatan UU. Dimaksud dari Sudut Pandang Ekonomi adalah Mubazir, sedangkan dari Sudut Pandang Hukum adalah Bentuk Pelanggaran Konstitusi. Selanjutnya Jokowi malah membuat Kebijakan Kontorversial, Mengeluarkan Perppu No. 1 Tahun 2020, lalu mengesahkannya menjadi UU. Corona, UU. No. 2 Tahun 2020, fakta hukumnya UU. a quo, Hingga Kini Masih Tertolak oleh Masyarakat Melalui Mahkamah Konstitusi. Dalam hal inu Penulis adalah Salah Seorang Penggugat Prisipal*

*Hasil dari UU. Corona / UU. No. 2 Tahun 2020, nyata Tidak Efektif untuk Menurunkan Jumlah Korban, Justru Sebaliknya, Korbannya Semakin Hari Bertambah fantastis, atau termasuk ' Top Score' Didunia. Lebih aneh lagi, Pembantu Presiden, Menkes Terawan, orang yang Mestinya Super Sibuk Wara - Wiri Terdepan, Malah Tidak Nampak Batang Hidungnya, Raib, bak Ditelan Bumi ' sesaat ' setelah Mengeluarkan Stetemen ; " Orang yang Terkena Wabah Covid 19 tidak diobati, juga akan sembuh sendiri ". Fenomena ini menambah Was - Was Masyarakat, saat ditengah Kekhawatiran yang Cukup Tinggi Terhadap Covid 19, Keluar Publikasi dari Menkopolhukam, Indonesia Menghadapi Resesi Ekonomi pada September 2020.

Namun Justru Presiden Jokowi yanh Berkuasa Nampak, Tetap Ingin Melangsungkan Pilkada 2020, Seiring " back up Mendagri Tito ", melalui pernyataannya ; " Pilkada 2020 Bisa Menekan Covid 19 " Entah Apa Maksud Tito. Secara Awam, estimasi " Hantu Pandemi Covid 19 " bila Dikaitkan dengan Kebijakan Kelangsungan Pilkada 2020, tentunya Beresiko Korban Bertambah Signifikan, oleh karena secara nalar, Penyelenggaraan Pilkada behubungan dengan Pola Sosialisasi Guna Usaha Perekrutan Suara ( Kampanye ) dari Para Kada kepada Calon Konstituen, dan Proses Aktivitas Penyelenggaraan dari Para Petugas KPU/D itu sendiri, Terlepas dari Sistem Tertutup atau Terbuka, tentunya Sulit Mencegah Berbagai Rapat dan Konsolidasi yang dibutuhkan dalam bentuk Pertemuan - Pertemuan.

Belum lagi Kerumunan Tepat pada Hari H. Penyelenggaraan Pilkada ditiap- tiap TPS. Sungguh Kontak Sosial Sulit Dihindari. Sehingga Masyarakat Patut Pertanyakan kepada Presiden Jokowi, sebagai Penyelenggara Negara Tertinggi, apakah Beliau Utamakan Nyawa Rakyat atau Sekedar Pilkada yang Bisa Ditunda Pelaksanaannya ? Hal ini Patut dan Sah untuk Dipertanyakan.

Bahkan sisi Negatifnya bisa jadi Timbul Isu ditengah Masyarakat Bangsa ini, dalam bentuk pertanyaan, " mungkinkah ? " Bahwa Pemilu Pilkada 2020 " Tetap Dipaksakan Penyelenggaraannya ", oleh Karena Ada Faktor dengan Keberadaan Beberapa Orang Keluarga Sang Presiden, Ikut sebagai Candidad Kepala Daerah di Beberapa Wilayah di Republik ini ?*

*Wallahualam*

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: