Langsung ke konten utama

Featured Post

M Ibrahim Wafiq Bocah Bekasi Yang Viral Lantunkan Al-Qur'an Saat Kritis, Wafat

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Innalillahi wainnailaihi roji'un, Muhammad Ibrahim Wafiq, bocah Bekasi berusia 10 tahun yang viral di media sosial lantaran terus melantunkan ayat Al Quran meski sedang kritis, meninggal dunia, Rabu (30/9/2020).

Ibrahim meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto. Baim—sapaan akrab Ibrahim—divonis dokter mengidap penyakit tumor ganas.

Baim sebelumnya viral lantaran kondisinya yang kritis di rumah sakit namun tetap berupaya melanjutkan hafalan Al Quran.

Bahkan, setiap mengigau ia melantunkan ayat-ayat suci Al Quran seperti yang beredar di media sosial di mana Baim melafalkan surat Al-Mulk.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga Baim.

Ia menyebut bahwa Baim adalah anak sholeh yang banyak dicita-citakan orang tua.

"Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Dan segala amalannya saat ini menjadi jalan mudah ke surganya Allah," ucap Rahmat.

Sebagaimana diketahui, Baim merupakan santri di Ruma…

Charlie Hebdo Hujat Islam Lagi, Umat Islam Pakistan Ajak Muslim Dunia Lawan Islamofobia



Ahad, 13 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Puluhan ribu Umat Islam Pakistan melakukan protes menentang penerbitan ulang karikatur yang menghujat Nabi Muhammad SAW, oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo. Dalam aksi yang sama, mereka juga menyerukan gerakan global melawan Islamofobia.

Demonstrasi melawan gelombang baru gerakan anti-Islam di komunitas Eropa diadakan setelah shalat Jumat di kota Islamabad, Pakistan.


Dalam aksi protes tersebut puluhan ribu orang turun ke jalan menyuarakan kemarahan mereka atas parodi kartun yang kontroversial itu. Rekaman yang diambil lewat drone memperlihatkan aksi protes tersebut dilakukan sampai malam dan terlihat pula massa memenuhi Kota Peshwar, Pakistan.

“Jika orang non-muslim menggunakan simbol Islam dan mereka melakukan tindakan penodaan agama, maka reaksi dari masyarakat kami tidak boleh dikatakan tidak adil,” kata Ketua Partai Jamiat Ulma-e-Islam, Maulana Fazl-ur-Rehman

Dilansir di AhlulBayt News Agency, ratusan aktivis politik, agama, serta sipil, terutama pengurus Majlis Wahdat-e-Muslimeen Pakistan (MWM) dan Organisasi Mahasiswa Imamia, menggelar unjuk rasa menentang tindakan penghinaan yang dilakukan Charlie Hebdo.

Dalam protes tersebut, dengan lantang mereka mengutuk keras sikap diam para penguasa Barat atas Islamofobia dan kekerasan terhadap komunitas Muslim.

Para pengunjuk rasa juga menyerukan adanya tanggapan yang efektif dari dunia Islam. Para penguasa Muslim yang berpengaruh, diharap memberikan suara terhadap konspirasi Barat yang ingin merusak persatuan Islam dan penghinaan terhadap kepercayaan Muslim.

Aktivis Pakistan menuntut pemerintahannya mengambil sikap tegas melawan Islamofobia di Barat. Pertanggungjawaban diharap bisa diberikan para penguasa Eropa di forum internasional.

Mereka lantas menggambarkan gerakan anti-Islam dan konspirasi di berbagai belahan dunia sebagai bagian dari rencana jahat hubungan AS-Zionis. Tujuannya, untuk mengalihkan perhatian publik dunia dari kegaduhan lain, seperti menyerang Yaman dan mengganggu kekuatan di negara-negara Islam.

Para pengunjuk rasa juga menyalahkan diamnya beberapa yang disebut penguasa Muslim di Timur Tengah, atas tindakan menghina mereka di Barat.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, menyatakan keprihatinan yang serius tentang kebangkitan Islamofobia, rasisme, dan promosi kebencian terhadap orang-orang di negara lain.  “Tindakan memalukan itu telah melukai perasaan jutaan Muslim,” katanya, dilansir di ABNA, Sabtu (12/9/2020).

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Zahid Hafeez Chaudhri, memperingatkan terhadap gelombang baru Islamofobia di Eropa. Ia juga mengecam keras insiden penodaan Alquran di Swedia dan Norwegia baru-baru ini.

Charlie Hebdo adalah majalah sayap kiri Prancis dengan sejarah penerbitan konten yang menghina dan anti-agama. Majalah tersebut pernah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW pada 2012 dan 2015, yang memprovokasi umat Islam untuk memulai demonstrasi di seluruh dunia. 

Foto: Puluhan ribu orang di Pakistan pada Senin, 7 September 2020, berunjuk rasa setelah majalah Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad SAW guna memperingati dimulainya persidangan atas kasus penyerangan pada majalah itu yang terjadi pada 2015 lalu. Sumber: Ruptly/rt.com

Sumber: https://en.abna24.com/news//pakistani-worshipers-call-for-global-movement-against-islamophobia_1069799.html

Republika.co.id, tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …