Langsung ke konten utama

Featured Post

Habib Rizieq Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang**Tony Rosyid*Pengamat Politik dan Pemerhati BangsaSiapa tak kenal Habib Rizieq Sihab? Orang mengenalnya dengan nama HRS. Kalangan Front Pembela Islam (FPI) memanggilnya IB. Singkatan Imam Besar. Suka tak suka, tokoh ini telah menjadi megnet perhatian publik selama hampir empat tahun terakhir. Kemampuannya menghadirkan sekitar tujuh juta massa dalam kasus penistaan agama Ahok telah mengukir sejarah demonstrasi terbesar di Indonesia. Tentu, tanpa mengabaikan peran tokoh-tokoh lain seperti Bachtiar Nasir, Kiyai Maksum Bondowoso, Kiyai Abdurrasyid Syafii yang juga ikut berperan membuat demo itu menjadi sangat besar. Selain kasus dan isunya sendiri memang punya potensi untuk menghadirkan massa dalam jumlah besar.Sejumlah demo berikutnya, ketika HRS yang memberi komando, selalu mampu menghadirkan massa dalam jumlah besar. Tidak saja ketika HRS berada di Indonesia, tapi juga ketika HRS berada di Arab Saudi. Ini arti…

Cerdas! Netizen Ini Lebih Paham Perbedaan Tingkat dan Jumlah Kematian Dibanding Para Buzzer

Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net

Cerdas! Netizen Ini Lebih Paham Perbedaan Tingkat dan Jumlah Kematian Dibanding Para Buzzer

Para buzzer sengaja membuat publik agar gagal paham soal penjelasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang tingkat dan jumlah kematian akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jakarta.

Hal tersebut membuat netizen bernama Riki kembali menjelaskan apa yang disampaikan oleh Anies mengenai tingkat dan angka kematian kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Riki mengakui telah banyak membaca status para netizen yang membahas pernyataan Gubernur DKI Jakarta membuat gagal paham dan susah dicerna oleh masyarakat.

"Hari ini saya membaca cukup banyak status yang membahas pernyataan Gubenur DKI Jakarta, yang menurut sebagian orang aneh, tidak masuk akal, tidak bisa dicerna, membuat gagal paham dan seterusnya," ujar Riki.

Dalam kajian matematika, persentase atau perseratus adalah sebuah angka atau perbandingan untuk menyatakan pecahan dari seratus. Dalam statistik Rifki mengatakan tingkat berarti persentase, maka tingkat kematian adalah jumlah orang meninggal rata-rata per hari dibanding dengan jumlah orang yang terpapar kasus Covid-19.

"Dalam statistik jika dikatakan tingkat berarti prossntase, maka tingkat kematian adalah jumlah orang meninggal rata-rata per hari dibanding jumlah terpapar," jelasnya.

Karena jumlah yang terpapar di DKI Jakarta semakin meningkat, maka tidak sebanding dengan peningkatan jumlah yang meninggal akibat Covid-19. Sehingga dapat disimpulkan tingkat kematiannya menurun dan jumlah kematiannya meningkat karena secara jumlah keterpaparannya juga meningkat.

"Karena jumlah yang terpapar (penyebut) itu meningkat drastis tidak sebanding dengan peningkatan jumlah yang meninggal (pembilang) maka secara matematika kemudian dapat divalidasi pernyataan di atas, bahwa tingkat kematian (secara prosentase) menurun, sedangkan jumlah yang meninggal meningkat, karena peningkatan angka terpapar secara kuantitatif lebih besar daripada peningkatan jumlah kematian secara kuantitatif," lanjutnya.

Agar lebih dapat dipahami, kemudian Riki mengambil contoh kasus sebuah daerah dalam kasus Covid-19 dari bulan Juli hingga Agustus 2020. Dari penjelasan tersebut pada bulan Agustus dapat dilihat tingkat kematian menurun, namun jumlah orang yang meninggal meningkat.

"Saya ambil contoh (misalnya) pada sebuah daerah pada bulan Juli 2020 jumlah yang meninggal (angka kematian) 10 orang dan jumlah yang terpapar 100 orang, maka tingkat kematian adalah 10/100 = 10 persen namun dibulan Agustus 2020 jumlah yang meniggal (angka kwmatian) 20 orang dan jumlah yang terpapar 300 orang, maka tingkat kematian adalah 20/300 = 6 persen. pada kasus kedua dapat dikatakan bahwa pada Bulan Agustus 2020 tingkat kematian menurun, namun jumlah orang yang meninggal meningkat," paparnya.

Kemudian Riki menyimpulkan bahwa tidak ada yang salah dan keliru dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penyebutan tingkat dan angka kematian kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Ia menambahkan butuh kemampuan analitik yang tinggi agar bisa memahami pernyataan Anies.

"Jadi dengan demikian tak ada yang salah atau pun keliru dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta ini, butuh kemampuan analitik untuk memahaminya memang," tutupnya.

Oleh: Awang Sumarno, Warganet

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: