Langsung ke konten utama

Featured Post

Habib Rizieq Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang**Tony Rosyid*Pengamat Politik dan Pemerhati BangsaSiapa tak kenal Habib Rizieq Sihab? Orang mengenalnya dengan nama HRS. Kalangan Front Pembela Islam (FPI) memanggilnya IB. Singkatan Imam Besar. Suka tak suka, tokoh ini telah menjadi megnet perhatian publik selama hampir empat tahun terakhir. Kemampuannya menghadirkan sekitar tujuh juta massa dalam kasus penistaan agama Ahok telah mengukir sejarah demonstrasi terbesar di Indonesia. Tentu, tanpa mengabaikan peran tokoh-tokoh lain seperti Bachtiar Nasir, Kiyai Maksum Bondowoso, Kiyai Abdurrasyid Syafii yang juga ikut berperan membuat demo itu menjadi sangat besar. Selain kasus dan isunya sendiri memang punya potensi untuk menghadirkan massa dalam jumlah besar.Sejumlah demo berikutnya, ketika HRS yang memberi komando, selalu mampu menghadirkan massa dalam jumlah besar. Tidak saja ketika HRS berada di Indonesia, tapi juga ketika HRS berada di Arab Saudi. Ini arti…

Catatan Perjalanan 7 Hari Relawan PA 212 Di Lokasi Banjir Bandang Sukabumi


Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

Ustadz Romadi Yanto

*CATATAN PERJALANAN 7 HARI DI SUKABUMI*

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3697061546992313&id=100000655124160

Setelah 7 Hari (22-28 September 2020) di Sukabumi, Alhamdulillah tadi malam balik ke Jakarta untuk rehat sejenak dan In Sya Allah akan kembali lagi melanjutkan amanah yang diemban.
Walau secara fisik sudah di Jakarta tetapi pikiran masih terkosentrasi di Sukabumi

Amanah kali ini sangat berbeda dengan Amanah amanah di Lokasi bencana sebelumnya, Jika sebelumnya hanya mengemban amanah untuk program SIGAP maka pada aksi Peduli Sukabumi ini mengemban amanah tambahan yang tak kalah beratnya, yakni membantu Assessment Div Kemanusiaan PA212

Menjadi pembelajaran baru yang mengemban amanah dari beberapa lembaga sekaligus, Terutama pengelolaan waktu, pikiran dan tenaga dengan berusaha bisa menunaikan amanah sebaik baiknya dan berusaha belajar bersikap Adil (Menempatkan sesuatu pada tempatnya)

Selama 7 Hari di Sukabumi apa saja yang dilakukan?

*22 September*
♦️Assessment di kp Cibuntu Desa pesawahan, lihat kondisi di daerah terdampak di daerah rersebut
♦️Bersilahturahim ke Tokoh² Masyarakat (Rt dan pengurus DKM Masjid al Ikhlas Musholla Kp Cibuntu
♦️Menginap di Posko Dompet Dhuafa, Cibuntu

*23 September*
♦️Melanjutkan Assessment Kp Cibuntu
♦️Assesment Kp Tapos Desa Kaso Tengah Kec Cidahu
♦️Menginap di Musholla Kp Tapos, Cicurug

*24 September*
♦️Membantu kebutuhan material pembuatan Jembatan di Kp Tapos Desa Kaso Tengah dan Assessment di Kp Bantar Desa Kaso Tengah
♦️Menginap di masjid Al Ikhlas Cibuntu

*25 September*
♦️Mendampingi Ketua Bidang Ust Bernard abdul Jabbar dan Ketua bidang Pertahanan Ust Ibnu Baskoro bersama perwakilan komunitas dan lembaga lakukan kunjungan ke Lokasi terdampak (Kp Cibuntu Desa Pesawahan, kp Nyang Koek Desa Mekarsari) sekaligus Syuro untuk Agenda persiapan Aksi PA 212 Peduli Banjir Bandang di Sukabumi selanjutnya
♦️ Menginap di Markas eFPI Cicurug

*26 September*
Assessment di daerah terdampak di Desa Jayabakti dan Pasir Doton dan Silahturahim dengan 3 Kepala Desa (Kepala Desa Pondok Kaso Tengah, Desa Jayabakti dan Desa Pasir Doton)
♦️Menginap di Markas eFPI Cicurug

*27 September*
Penyaluran donasi Material bronjong dan semen untuk bantaran sungai sekitar jenbatan Kp Tapos
♦️Menginap di Posko PA212

*28 September*
♦️Berkoordinasi dengan pengurus PA212 sekaligus berkoordinasi dengan tokoh² masyarakat di Cibuntu untuk persiapan Aksi peduli kemanusiaan PA212
♦️Menemui pak Edi , Muadzin Masjid Al Ikhlas
♦️ mengawal pelaksanaan Aksi di Kp Cibuntu Desa Pesawahan Kec Cicurug.
♦️Berkoordinasi dengan team SIGAP yang ada di Cidahu
♦️Malam lanjutkan syuro dengan pengurus PA212, untuk susun rencana agenda selanjutnya
♦️Selesai Syuro lanjut pulang ke Jakarta, Alhamdulillah langsung diantar oleh salah satu pengurus PA212 sampai dekat tempat tinggal di Jakarta

Alhamdulillah selama 7 Hari di Sukabumi berjalan lancar, dan banyak pelajaran baru yang dilalui..

*PERTEMUAN PALING TERKESAN*
Selama 7 hari, hal yang paling terkesan bahkan tak tahan menahan perasaan haru hingga tak kuasa menahan air mata yang mengalir deras adalah ketika mendapatkan amanah untuk menentukan rumah yang akan dilakukan bedah rumah oleh PA212, yakni atas rekomendasi ketua DKM Masjid AlIkhlas Cibuntu;yakni menemui pak Edi, muadzin Masjid Al Ikhlash.
Beliau diuji Allah tidak bisa berjalan dengan sebagaimana semestinya, yakni harus merangkak karena sejak kecil kakinya tidak bisa untuk dibuat berdiri dan berjalan.
Yang membuat haru dan tak kuasa menahan air mata, Pak Edi yang diuji seperti itu, sangat rajin Sholat 5 waktu di Masjid walau harus dengan merangkak dari rumahnya.
Bahkan info dari ketua DKM, dalam keadaan Hujanpun beliau masih berusaha Sholat berjamaah ke Masjid

Dan pagi ini walau Fisik di jakarta,  tapi masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk berikhtiar membantu saudara saudara di Sukabumi yang terdampak bencana Banjir Bandang 21 September 2020.

Dan ketika mengingat Pak Edi, masih tak kuasa menahan air mata yang mengalir.

Bahkan terfikir Selain bisa membantu bedah rumah pak Edi, sangat berharap jika ada lembaga yang punya program Umroh/Haji gratis, dan meminta rekomendasi maka saya akan merekomendasikan beliau orang yang sangat layak menerimanya

Semoga yang sedang terfikirkan bisa terealisasikan, yakni ada lembaga atau Pribadi atau siapapun berkenan menggratiskan Umroh pak Edi, Muadzin Masjid Al Ikhlas Cibuntu

In Sya Allah dalam waktu dekat akan kembali ke Sukabumi, untuk melanjutkan Amanah yang diemban.

Dan salah satu agendanya ingin kembali bersilahturahim ke Pak Edi, Semoga bisa sekaligus memberi kabar baik selanjutnya kepada beliau

*Jakarta, 29 September 2020*

#SIGAP
#PA212
#AksiGerakanPeduli
#PemakmurMasjid
#HikmahDibalikBencana


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: