Langsung ke konten utama

Featured Post

Ikuti Arahan Habib Rizieq, FPI - GNPF - PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda

Rabu, 23 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kesepakatan Pemerintah, DPR, dan KPU yang tetap nekad melanjutkan Pilkada 2020 di tengah pandemi Corona COVID-19 menuai protes keras berbagai elemen masyarakat. Masyarakat ramai mendesak agar sebaiknya pilkada serentak gelombang empat itu ditunda.

Desakan ini disampaikan elemen ormas Islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Mereka memberikan maklumat dan meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo agar menunda pelaksanaan pilkada yang diikuti 270 daerah tersebut.

Maklumat ini ditandatangani Ketua Umum FPI Ahmad KH Shobri Lubis, Ketua GNPF Ulama KH Yusuf Martak, dan Ketua Umum PA 212 KH Slamet Maarif.

Sebagai berikut maklumat selengkapnya.

MAKLUMAT FPI, GNPF ULAMA, PA 212
“HENTIKAN PILKADA MAUT”

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka dan merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Di sisi lain, jaminan keselamatan jiwa raky…

Bukan Basi-basi, Anies Tindak Tegas Pelanggar PSBB: 3 Cafe Ditutup, 80 Ribu Warga Didenda


Kamis, 3 September 2020

Faktakini.net

Bukan Basi-basi, Anies Tindak Tegas Pelanggar PSBB: 3 Cafe Ditutup, 80 Ribu Warga Didenda

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengawasi warga dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19 pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Warga yang melanggar protokol kesehatan disanksi tegas.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sejauh ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan lebih dari 80 ribu pelanggar, yang telah dikenakan sanksi berupa denda.

“Penertiban bukan semata memberikan sanksi dan mendapatkan uang denda. Sanksi tersebut sebagai upaya peningkatan kedisiplinan, keselamatan, dan perlindungan bersama,” ujar Ariza sapaan akrabnya, Senin (17/8).

Dari total 80 ribu pelanggar yang didenda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Pemprov DKI sudah mengumpulkan Rp2.75 miliar dari denda terhadap pelanggaran PSBB transisi.

“Pemberian sanksi ini demi keselamatan warga DKI,” kata Anies, Senin (10/8).

Anies bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga sempat meninjau sejumlah rumah makan di kawasan Jakarta. Dalam tinjauan Anies, ada tempat usaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan ada yang melanggar berulang.

"Tim Satpol PP telah dan akan terus menerus melakukan pemeriksaan memastikan protokol kesehatan berjalan. Peraturan tentang protokol dan sanksi sudah sejak Mei lalu," imbuh Anies.

Tak tanggung – tanggung dalam melaksanakan penegakan PSBB Masa Transisi Pemprov DKI Jakarta mengerahkan kurang lebih 150 petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, Garnisun, Bimaspol dan Dishub, Senin, (31/8).

Menurut Sekretaris Dinas Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Herry Purnama operasi dilakukan di kawasan Jalan Samanhudi, Pasar Baru, Sawah Besar, Tim gabungan menemukan sebanyak 154 pelanggar terdiri dari 96 pelanggar disanksi hukuman kerja sosial berupa menyapu sampah di jalanan. Sedangkan, 58 pelanggar lainya dikenakan sanksi administrasi denda yang dibayarkan langsung melalui Bank DKI sesuai dengan kemampuan.

“Total keseluruhan ada 154 pelanggar yang terjaring petugas gabungan dengan rincian 96 pelanggar disanksi hukuman kerja sosial menyapu sampah,” ungkap Herry sebagaimana dilansir Wartaterkini.com, Senin (31/8).

Selain itu, lanjut Herry, 58 pelanggar lainnya memilih membayar administrasi denda yang dibayarkan melalui Bank DKI dengan total sebesar Rp. 12. 990.000,-

Selsin denda dan sanksi sosial, Pemprov DKI Jakarta juga menutup beberapa kafe di bilangan Jakarta yang terbukti tidak menjalankan protokol kesehatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin. Arifin membenarkan informasi penutupan sementara restoran Warunk Upnormal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (29/8). Penutupan tersebut disebabkan manajemen restoran tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Benar (Warunk Upnormal ditutup sementara) karena tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan Covid-19," kata Arifin dilansir dari Kompas.com, Minggu (30/8/).

Tak hanya Warunk Upnormal, Pemprov DKI Jakarta juga menutup sementara dua restoran lainnya di kawasan Jakarta Selatan. Menurut Arifin, restoran tersebut hanya ditutup sementara selama 1×24 jam.

"Dikenakan sanksi tutup sementara 1x24 jam dan dilakukan pemanggilan terhadap manajemen untuk pembinaan," ucap Arifin.

Dery Sulaiman, Netizen.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…