Langsung ke konten utama

Featured Post

Dr Masri Sitanggang: Melawan Komunisme

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

_*Seri Komunis 01_*

*MELAWAN KOMUNISME*

Oleh : *Dr. Masri Sitanggang*

Komunisme itu paham, bukan organisasi dan bukan pula nasab. Orang bisa saja menjadi komunis tanpa harus terdaftar sebagai anggota organisasi komunis seperti PKI, misalnya; atau bukan pula dari keturunan anak komunis. Jadi, jangan salah sangka. Orang berfaham (lebih tepat lagi ideologi) komunis bisa berada di organisasi apa saja; mulai dari organisasi sosial kemasyarakatan, propesi , keagamaan sampai organisasi partai politik. Begitu juga soal nasab, anak yang lahir dari seorang alim pun bisa jadi terjangkit faham komunis dan sebaliknya anak seorang komunis belum tentu juga sepaham dengan komunis.

_“Dik Gaffar, kamu ajari saya agama, nanti kamu saya ajari Marxisme,”_ kata Sukarno satu ketika. Yang dipanggilnya “dik Gaffar” adalah A. Gaffar Ismail, ayah dari Taufiq Ismail, dokter hewan yang lebih dikenal sebagai penyair itu. Taufiq Ismail menceritakan kisah persahabatan So…

Berkelit Soal Logo PDIP Jadi Ilustrasi Sila ke-4 Pancasila, Dispendik Surabaya: Tak Sengaja



Rabu, 9 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo, membenarkan ada kesalahan pemasangan gambar lambang PDIP pada simbol sila keempat Pancasila dalam program ‘Belajar dari Rumah Bersama Guruku’ yang ditayangkan di SBOTV pada Selasa, 8 September 2020. Namun, Supomo berdalih hal itu terjadi tanpa disengaja.

Kehebohan itu bermula dari cuitan @chandra_ds di akun Twitternya. “Kesalahan sangat fatal pada materi program pembelajaran GURUKU untuk kelas 1 SD disiarkan @sbotv pagi ini tanggal 8 September. Lambang sila empat kepala banteng, tapi gambarnya lambang PDI-P,” cuit @chandra_ds menulis di akun Twitternya.

@chandra_ds mentautkan unggahannya dengan cuplikan video yang menggambar guru wanita mengenakan baju dan kerudung merah. Ia menjelaskan tentang sila-sila dalam Pancasila. Namun saat sila keempat ditampilkan, bukannya simbol pancasila kepala banteng tegak lurus dalam kotak berwarna merah, malah lambang PDIP yang tampil.

Atas kejadian ini, Kadispendik Surabaya, Supomo, menegaskan hal itu terjadi tanpa disengaja.

“Tidak ada muatan apa-apa. Kita melakukan pembelajaran melalui televisi dalam rangka mencukupi kesulitan pembelajaran di masa pandemi,” kata Supomo, seperti dilansir viva.co.id, Selasa malam (8/9/2020).

Supomomenjelaskan, untuk membantu siswa yang kesulitan di masa pandemi, Dispendik membuat program ‘Belajar dari Rumah bersama Guruku’ bekerjasama dengan dua televisi lokal, yaitu SBOTV dan TV9.

Untuk menyampaikan materi, pihak Dispendik menugaskan guru-guru pilihan. Materi yang diajarkan juga disiapkan oleh guru yang diberi tugas. “Guru-guru terbaik yang mengajar di situ, IPK 3,75,” dalihnya.

Materi disiarkan secara langsung oleh dua televisi yang telah bekerjasama. Nah, guru wanita yang bikin heboh itu sudah keempat kalinya mengajar di program tersebut.

“Cuma, tadi sebenarnya bukan dia gurunya. Karena ada halangan, dia kemudian menjadi guru pengganti,” kata Supomo.

Karena menjadi guru pengganti, Supomo menduga, guru tersebut terburu-buru karena keterbatasan waktu. Akibatnya, ia salah memasang simbol sila keempat menjadi logo PDIP.

“Kita klarifikasi (guru yang mengajar dan bikin heboh itu). Saya belum dapat info tentang apa kemudian yang menyebabkan sampai muncul seperti itu,” kata Supomo.

sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…