Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Banyumas Perpanjang Pajak Banner Imam Besar Habib Rizieq Shihab

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pajak banner foto Imam besar Al Habib Muhammad Rizieq bin Husen shihab hari ini masa berlaku telah genap satu bulan lamanya dan menandakan harus di perpanjang.

Untuk ini dari laskar Ustad Herdi Taufik Kurniawan melakukan perpanjangan pajak tersebut melalui Mal pelayanan publik kabupaten banyumas, Jawa Tengah.

Hari Rabu tanggal 30 september 2020 pukul 09:00 wib mulai melakukan permohonan izin reklame insidental foto Imam Besar Al habib Muhammad Rizieq bin Husen Shihab di dinas penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu satu pintu yang berada di jalan jendral soedirman no 540 purwokerto kabupaten banyumas

Setelah persyaratan terpenuhi hingga pukul 15:30 wib alhamdulillah pajak reklame Imam besar selesai di urus sehingga reklame yang telah terpasang di beberapa titik strategis resmi terpasang dan berpajak ,sesuai dengan peraturan daerah No. 1 TH 2011 sebagai mana di ubah beberapa kali

Terakhir dengan perda No.22 TH 2016 Maka banner…

Beda Dengan Indonesia, Begini Cara Pemerintah Saudi Arabia Melawan Virus Corona



Selasa, 15 September 2020

Faktakini.net

Ustadz Hartono Subirto

Memahami cara Pemerintah Saudi Arabia melawan corona

1. Awalnya juga panik, tidak terarah. banyak yang terpapar secara masif
2. Semua yang terpapar di bawa kerumah sakit, yang tidak terlalu parah di inapkan di hotel untuk di isolasi
3. Semua rumah sakit penuh, tenaga medis kewalahan. Sementara yang terpapar semakin bertambah
4. Lockdown (baik waktu partial atapun total). Semua orang wajib di rumah, kecuali orang-orang dengan surat izin yang bisa keluar rumah
5. Tutup penerbangan Domestik dan International
6. Situasi lockdown seperti kota mati
7. Jumlah yang terpapar agak melambat, pemerintah bisa fokus mengobati yang sedang terpapar
8. Jumlah yang terpapar baik yang di rumah sakit maupun di hotel mulai sembuh, tenaga medis bisa mulai normal dalam bekerja.
9. Lockdown total di buka, kantor boleh beroperasi dengan batasan waktu. Siapa saja boleh keluar dengan batasan waktu.
10. Dalam kondisi tersebut, dilakukan masif testing di berbagai lokasi dan pelosok oleh tenaga medis
11. Dari hasil testing di dapatkan
    A. Klasifikasi orang yang terpapar. Yang parah masuk RS, yang tidak parah isolasi di rumah dengan install aplikasi di HP untuk tombol keadaan panik
    B. Pemetaan sebaran terpapar, untuk isolasi lokasi dan tracing. Install aplikasi di HP untuk mengawasi agar yang terpapar jangan kemana-mana sehingga menularkan.
12. Fokus penyembuhan yang terpapar dan masih menutup kota yang masih banyak terpapar
13. Yang terpapar di RS banyak yang sembuh, kota yang banyak terpapar semakin sedikit. Penerbangan dalam negeri di buka
14. Fokus penyembuhan yang terpapar di RS dan isolasi diri di rumah, penerbangan international yang masuk masih ditutup. Keluar boleh, namun terbatas.
15. Menurut laporan sudah 60% testing PCR bagi seluruh penduduk, dan sudah 0,5% yang terpapar dan sembuh.
16. Jumlah yang terpapar baru mengalami penurunan drastis, dan rumah sakit bisa bergerak normal kembali.
17. Penerbangan international keluar dan masuk Saudi sudah akan dibuka, namun masih pada orang-orang tertentu

Dari uraian diatas, maka dapat di simpulkan bahwa dengan cara seperti itu, pemerintah Saudi Arabia berusaha menjaga keseimbangan antara orang yang terpapar baru dengan ketersediaan ruang dan tenaga medis di rumah sakit. Saat ini sudah tidak ada lagi isolasi di hotel bagi yang terpapar baru. Bagi yang parah akan langsung kerumah sakit, bagi yang tidak parah isolasi mandiri dirumah dengan pengawasan pergerakan ketat dari pemerintah. Andaikan ada yang tertular dan parah, maka ketersediaan ruangan dan tenaga medis sangat memadai. Jadi bagi pasien yang parah, tidak akan stress dan panik. Mereka akan tenang karena akan mendapatkan pelayanan dari tenang medis yang juga tenang karena tidak kelelahan. Dan berdasarkan pengalaman pribadi, ketenangan diri adalah modal besar untuk bisa sembuh. karena stress dan panik akan menurunkan daya imun tubuh yang sebenarnya kita perlukan untuk melawan virus Corona ini.
Namun hal yang tidak baiknya adalah, karena merasa tenang sekalipun apabila harus terpapar virus Corona, maka banyak yang sudah lalai pada protokol kesehatan disini. Setiap bertemu tidak takut-takut lagi bersalaman bahkan berpelukan. Memakai masker hanya karena takut "terciduk polisi" :D :D .

Foto: Ilustrasi

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …