Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Makassar Gelar Aksi Pawai Maulid Nabi SAW Dan Serukan Boikot Produk Prancis Kepada Masyarakat.

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (29/10/2020) DPW FPI Makassar setelah menggelar acara maulid di Majelis Daruttaubah makassar, Anggota FPI tidak kurang dari 300 Orang menggelar Aksi Pawai Tarhib memperingati lahirnya Nabi Agung Muhammad saw.Dimulai pada pukul 21:30 beranjak dri Majelis Daruttaubah peserta pawai keliling kota makassar di kawal ketat oleh puluhan Aparat bersenjata lengkap.Sampai pada pusat kota di Anjungan Pantai Losari, massa FPI berhenti sejenak untuk membacakan maklukat dari DPP FPI terhadap Penista Rasulullah SAW yaitu Marcon Laknatullah.Masyarakat menyambut di bibir jalan untuk menggemakan sholat kepada baginda nabi saw. Dan mengutuk Marcon Laknatullah presiden prancis yang telah menista Rasulullah saw.Pawai berakhir pada pukul 23:20 dan kembali ke majelis daruttaubah makassar selaku ketua DPW FPI Makassar/Ust Firdaus Malie berpesan "Aksi ini adalah bentuk perlawanan kepada para penista rasulullah saw dan insya Allah FPI Maka…

Ahok Si Doking Mulut Comberan



Sabtu, 19 September 2020

Faktakini.net

SI DOKING MULUT COMBERAN

by M Rizal Fadillah

Mantan Napi penista agama Ahok tidak berubah asmongnya. Ngomong asal tanpa kendali. "Kalau saya Dirut Pertamina kadrun  demo mau bikin gaduh". Kadrun adalah panggilan untuk "kadal gurun" yang mengarah pada umat Islam atau konteks Ahok mungkin peserta aksi demo 212 yang berhasil "memenjarakannya". Kadrun dinilai panggilan rasialis Ahok.

Mereka yang biasa menjuluki kadrun adalah para doking, kodok Peking. Pengabdi Negara Cina, Islamophobis, serta agen yang berlindung di ketiak kekuasaan. Sebenarnya Ahok tak pantas jadi pejabat apapun. Di samping kinerjanya buruk juga ngomongnya gede. Sulit untuk memperbaiki karakter sompral bawaannya.

Komisaris Utama kok bongkar dapur Pertamina sendiri, malah menyeret Menteri segala. Ahok memang sok jago, sok kuasa, dan sok bersih. Peran Komisaris itu bukan marah-marah atau berkeluh kesah. Utamanya mesti membenahi dengan membuat langkah konkrit sesuai kewenangan. Apalagi cuma teriak mulut comberan bawa kadrun kadrunan dengan rasa sentimen.

Ngomong mau bersih bersih padahal orang juga tahu sapunya 'kagak' bersih. Gaji gede prestasi kerja tidak jelas. Orang yang buruk track record begini bisa ditempatkan di Pertamina, Komisaris Utama lagi. Pertamina rugi 11 Trilyun di bawah kendalinya. Presiden harus ikut bertanggungjawab karena Ahok adalah kroni dekatnya.

Para doking si kodok Peking selalu menyebut pihak yang kritis pada kebijakan pemerintah sebagai kadrun. Mereka bisa buzzer bisa pula influencer. Seperti Kodok Peking asli yang melompat sana sini, mereka  mencari makan dari semak semak ke semak lain. Bersuara pun berisik melulu.

Wahai Doking jangan lecehkan umat, kalian telah banyak menikmati hasil tanah dan air bangsa ini. Menguras dan menguasai. Saatnya untuk lebih tahu diri dan berterimakasih bukan dengan petantang petenteng sok kaya dan sok kuasa.
Pribumi telah lama disakiti. Kini saatnya bangkit.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 18 September 2020

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: