Langsung ke konten utama

Featured Post

Ribuan Umat Hadiri Acara Maulid Nabi Dan Peringatan Hari Santri Di Pabuaran Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (22/10/2020) malam, berlangsung acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Memperingati Hari Santribdi Lapangan Puncak Tugu,  Kec.Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  
Dalam kegiatan yang dikawal oleh Laskar FPI Kabupaten Sukabumi ini, hadir para Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat setempat beserta ribuan warga masyarakat. 
Ketua Bidang Organisasi DTN PA 212, KH Abdul Qohar Al-Qudsyi. Lc turut hadir dalam acara ini dan memberikan ceramahnya. Kyai Qohar mengajak umat Islam untuk bersatu dan istiqomah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Saat Kyai Qohar sedang memberikan ceramahnya, Tiba-tiba listrik mati, entah kenapa. Para jamaah pun sempat bertanya-tanya apakah kejadian ini alami ataukah ada sabotase pihak tertentu.
Namun alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para hadirin bahkan ribuah jamaah bersholawat bersama-sama, dan kemudian listrik bisa dinyalakan kembali dengan menggunakan genset.



Klik video:




5 Waktu Tidur Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW

Sabtu, 19 September 2020

Faktakini.net

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

✍🏻5 WAKTU TIDUR YANG DILARANG OLEH RASULULLAH SAW

```1. TIDUR SETELAH SHOLAT SUBUH

Setelah Subuh, Rasulullah biasa berdzikir hingga tiba waktu syuruq (matahari terbit). Bagi umatnya, dianjurkan pula seperti itu.

Tidur di pagi hari juga mampu menghalangi rezeki seseorang. Sebagaimana “Empat hal yang menghalangi datangnya rezeki adalah tidur di waktu pagi, sedikit shalat, malas-malasan, dan berkhianat.”

2. TIDUR SETELAH SHOLAT ASHAR

Sebenarnya tidak ada hadist shahih terkait larangan tidur setelah sholat Ashar. Namun sebaiknya tidak dilakukan karena dikhawatirkan keterusan hingga menjelang Magrib.

Selain itu, dampak tidur sore bagi kesehatan diantaranya bisa membuat tubuh lesu, gangguan daya ingat, dan berbahaya bagi kadar kolesterol tubuh.

3. TIDUR SEBELUM SHOLAT ISYA'

Diriwayatkan dari Abu Barzah radhiyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol setelahnya”```  *_(HR. Bukhari 568 dan Muslim 647)._*

```Jadi tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol setelahnya sebaiknya dihindarkan. Seseorang bisa memilih tidur lebih awal setelah Isya sehingga bisa bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat sunnah Tahajud.

4. TIDUR SETELAH MAKAN

Nabi Muhammad, SAW pernah bersabda : "Janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras”```  *_(HR Abbu Nua’im, dari Aisyah, ra)._*

```Menurut penelitian, tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko mengalami serangan stroke. Stroke bisa terjadi disebabkan oleh kerasnya kerja sistem pencernaan yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol yang nantinya bisa memicu terjadinya stroke.

5. TIDUR SEPANJANG HARI

Rasulullah sollallaahu alaihi wasallam telah memberikan isyarat tentang banyaknya tidur adalah gangguan syaitan, sebagaimana tersebut dalam sabda beliau yang bersumber dari Ibnu Masud.

Ibnu Mas'ud berkata: "diceritakan (Allah) kepada Nabi Muhammad SAW tentang seseorang yang tidur hingga Subuh (waktu Fajar Pagi), Sabda Baginda Nabi : "Itulah orang lelaki yang dikencingi oleh syaitan pada kedua telinganya"```  *_(HR Bukhari dan Muslim)_*

```Tidur terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental seperti depresi. Beberapa riset mencatat bahwa oversleeping berkaitan dengan problem kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung dan bahkan peningkatan risiko kematian. Wallahu a'lam.```

Semoga bermanfaat  😇

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: