Langsung ke konten utama

Featured Post

PUSHAMI: Termohon Tak Satu Pun Hadir Di Sidang Pertama Pra Peradilan Kasus Molotov Di PN Cibinong Bogor

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pengacara dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) hingga saat ini terus melakukan pembelaan hukum terhadap para tahanan yang ditangkap atas tuduhan melakukan pelemparan bom molotov terhadap posko PDIP di Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Kepada Faktakini.net, Aziz Yanuar SH salah satu pengacara PUSHAMI menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus ini, yaitu hari ini Senin (28/9/2020) telah digelar sidang pertama permohonan praperadilan terhadap 6 (orang) klien PUSHAMI di Pengadilan Negeri Cibinong Kelas IA.

Aziz mengatakan meski panggilan sudah dilayangkan dan PN Cibinong telah mendapatkan tanda terima atas panggilan tersebut, para termohon yakni; KASAT RESKRIM POLRES BOGOR, KAPOLRES BOGOR, KAPOLDA JAWA BARAT, dan KAPOLRI tidak satupun yang menghadiri panggilan dari PN Cibinong Kelas IA tersebut, dan hal ini menandakan bahwa para Termohon telah abai terhadap Hak Asasi Klien PUSHAMI dan tidak menghargai proses pengadilan.

Berikut…

Waspada Video False Flag "Supporter Sepakbola Teriak Pulangkan Habib Rizieq"



Jum'at, 14 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam upaya untuk mendiskreditkan para Ulama, Habaib dan umat Islam, para musuh-musuh Islam gencar membuat berita hoax yang seakan memuji-muji Ulama dan Habaib, lalu setelah berita hoax tersebut viral, maka musuh Islam itu akan muncul dan berkata "Tuh liat, orang Islam bikin hoax lagi, padahal faktanya bukan begitu, melainkan...", padahal musuh Islam dan buzzer-buzzer pembenci Islam itu sendiri yang memproduksi hoax tersebut.

Istilah untuk perbuatan musuh-musuh Islam itu adalah operasi Bendera Palsu (False Flag).

_False flag sendiri dapat didefinisikan sebagai operasi tersembunyi yang dirancang untuk menipu. Tipuan ini menciptakan kesan bahwa kelompok tertentu dianggap bertanggung jawab atas suatu aktivitas dan menutupi sosok asli yang seharusnya bertanggung jawab._

Salah satu False flag terbaru yang mereka luncurkan kali ini adalah video para supporter Sepakbola yang berteriak-teriak, "Pulangin Habib Rizieq.. Pulangin Habib Rizieq...". Padahal suara tersebut hasil dubbing saja. Gerak mulut dan suara saja tidak sinkron.

Aslinya sama sekali tak ada ucapan seperti itu, melainkan para supporter itu sedang menyanyikan chants atau lagu-lagu dukungan untuk klubnya.

Seperti biasa... Setelah umat Islam ikut-ikutan memviralkan video itu, nantinya akan muncul "sang pahlawan kebenaran, atau pahlawan anti hoax", yang lalu akan berkata, "Cek Fakta. Video ini hoax, para supporter sepakbola ini sedang menyanyikan lagu dukungan untuk klub nya. Sama sekali tidak ada teriakan pulangkan HRS dan sejenisnya".

Dan para buzzer pun akan menimpali, "dasar Kadrun memang tukang penyebar hoax!".

Padahal yang membuat, menyebarkan hoax tersebut serta kemudian menyatakan bahwa itu adalah berita hoax, ya kelompok mereka sendiri (musuh Islam dan pembenci Ulama).

Beberapa operasi False Flag lainnya yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam antara lain berita "Kerajaan Arab Saudi Telah Tetapkan Habib Rizieq Shihab Sebagai Keturunan Rasulullah SAW Ke-38".

Padahal, Pemerintah negara Arab Saudi, Indonesia dan lainnya memang tidak punya wewenang untuk menetapkan bahwa seseorang itu Habib atau tidak. Karena yang memiliki wewenang menetapkan adalah lembaga nasab (Rabithah Alawiyah) dan fam / keluarga Shihab jelas salah satu fam Habaib.

Jadi Habib Rizieq Shihab, Habib Luthfi bin Yahya bahkan para Habaib yang bermukim di Arab Saudi sendiri tidak pernah ditetapkan oleh pemerintah Saudi sebagai Habaib, karena pemerintah Saudi sadar hal itu bukan kewenangan pemerintah sebuah negara.

Tujuan dari pembuatan false flag ini, adalah nanti setelah beritanya viral maka musuh Islam (pembuat hoax pertama) akan berteriak dan menuding, "Dasar Kadrun dan orang Islam penebar hoax! Kerajaan Arab Saudi mereka catut namanya katanya telah menetapkan HRS sebagai keturunan Rasulullah SAW ke-38 lalu berikan berbagai fasilitas ke HRS, padahal itu tidak benar, dasar penipu kalian!"

False flag lainnya yang belakangan gencar dilakukan oleh para buzzer musuh Islam itu adalah dengan mencari lalu menyebarkan foto-foto lama misalnya di era Presiden Soekarno.

Mereka akan mencari foto Bung Karno sedang bersama para tokoh Muslim atau tamu dari negara lain, lalu mereka beri narasi, "Ini foto Bung Karno sedang bersama bapaknya Habib Rizieq Shihab, ayo umat Islam sebarkan foto ini supaya semua orang tau bahwa bapaknya Habib Rizieq tokoh nasional kita".

Padahal foto yang sedang bersama Soekarno itu bukan ayahnya Habib Rizieq, apalagi ayahnya Zhong Wan Xie (Ahok penista agama Islam), tetapi tokoh lain seperti Assad Shahab, Muhammad Yunus Khan dari India, dan lainnya.

Tujuan musuh Islam membuat false flag tersebut, adalah setelah fotonya viral, lalu seperti biasa mereka akan muncul bak seorang pahlawan dan memberi narasi, "Ini adalah Assad Shahab / Mohammad Yunus Khan, ini bukan bapaknya Habib Rizieq, waspadai penipuan oleh pengikut FPI yang bilang ini adalah foto bapaknya HRS, mereka cuma ngaku-ngaku saja".

Sebagai informasi untuk yang ingin mengetahui siapa ayah Habib Rizieq Shihab, beliau adalah Habib Hussein Shihab, salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia dan ikut berjuang di masa perang kemerdekaan, silahkan klik link berikut:

Perjuangan Habib Husein Shihab Ayahanda HRS Saat Ditangkap Dan Ditembak Tentara Belanda
https://www.faktakini.net/2020/08/perjuangan-habib-husein-shihab-ayahanda.html?m=1

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …