Langsung ke konten utama

Featured Post

Pelaku Perusakan Mushola Darussalam Diklaim Memiliki Gangguan Jawa

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net

Yth. Komandan

Perihal : *Pendalaman terkait Pelaku Perusakan Mushola Darussalam alamat Jl. Rasamala Rt.05/08 Kel. Kutajaya Kec. Pasarkemis Kab. Tangerang.*

*I. Fakta fakta.*
Pada hari Selasa tanggal 29 September 2020 pukul 22.20 Wib di Polsek Pasarkemis telah dilakukan pendalaman terkait Pelaku Perusakan Mushola Darussalam alamat Jl. Rasamala Rt.05/08 Kel. Kutajaya Kec. Pasarkemis Kab. Tangerang.

Beberapa hal yang dapat dilaporkan sebagai berikut :

a. *Biodata Pelaku*
1. Nama : Satrio Katon Nugroho
TTL : Tangerang, 25-06-2002
Jenis Kelamin : Laki2
Alamat : Villa Tangerang Blok B7 No 41 A RT.005/008 Desa Kutajaya Kec. Pasarkemis
Agama : Islam
Status : Belum Kawin
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa

b. *Biodata keluarga*

1) Orang tua :
a) Ibu
- Nama : Eko Astuti
- TTL : Temanggung 11- 11-1973
- Agama : Islam
- Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
- Alamat : villa Tangerang Elok Blok B7/41A RT 05/08 Kutajaya Psk

b) Bapak
- Nama : Karjono
- TTL : Purworejo 08- 09…

(Video) Penjelasan Habib Alidien Assegaf Soal Nasab Pada Peneliti Alawiyyin Dari Jepang



Sabtu, 22 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pada hari senin tanggal 19 Maret 2013 tepatnya jam 10:30, beberapa peneliti dari Jepang yang dipimpin oleh Kazuo Morimoto.PH.D dan empat orang rekannya berkunjung kepada pakar nasab Nusantara Syed Alidien Asseggaf.

Para peneliti tersebut adalah Kazuo Morimoto dari Universitas Tokyo,Kazuhiro Arai dari Keio University,DR.Sachiyo Komaki dari Takasaki City University,Prof Masayuki Akahori dari Sophia University dan seorang mahasiswa mereka yang penulis tak sempat bertanya namanya.

Kunjungan mereka adalah untuk silaturahmi sekaligus menggali info tentang persebaran Alawiyyin di Nusantara. Pertemuan saat itu berlangsung selama dua jam dan mereka sangat antusias sekali berbincang dengan Syed Alidien. Itu bisa terlihat dari kontinuitas pertanyaan mereka yang hampir tak pernah putus atau jeda.

Khusus untuk Kazuhiro Arai yang penulis telah kenal dan sering berbincang di facebook karena disertasinya tentang keluarga Alattas, ini adalah pertemuan yang kedua dengan Syed Alidien setelah pertemuan pertama beberapa tahun lalu yang sangat singkat. Dan pertemuan kali ini dia bisa berbicara banyak dengan Syed Alidien yang selama ini hanya bisa lewat facebook atau email.

Syed Alidien berkata kepada mereka bahwa dirinya tidak duduk di lembaga nasab tertentu sebab dirinya lebih nyaman bergerak tanpa harus terikat,karena memang itulah idealnya seorang annasabah. Beliau juga berkata bahwa dirinya saat ini sedang mengajar dimajlis pengkajian nasab Alawiyyin (Alawiyyin genealogy and history research) bernama Khalaqah Taklimul Ansab Li Sayyid Ali bin Jakfar Asseggaf pimpinan Sayyid Syafiq bin Idrus Khaniman dan memperkenalkan penulis sebagai salah satu muridnya.

Adapun dipilihnya nama tersebut untuk penghormatan kepada Sayyid Ali bin Jakfar Asseggaf sebagai pensensus Alawiyyin Nusantara pertama dan kitabnya dijadikan rujukan oleh lembaga nasab Nusantara.

Dalam kesempatan itu yang paling banyak bertanya adalah ketua rombongan yakni Kazuo Morimoto yang melakukan penelitian khusus Sayyid di Iran. Bahkan katanya dia bersahabat dengan Munsib di Iran “ra’isul maktab fi hunak shodiqiy hehe”. Morimoto yang juga dosen di University of Tokyo (Islamist and historian of the Middle East) ternyata pandai berbahasa Arab dan Persia,ini menandakan keseriusannya meneliti tentang Alawiyyin. Kazuhiro yang mahir berbahasa Indonesia bertugas sebagai penerjemah bagi rekan-rekannya tersebut.

Dan saya sangat takjub melihat mereka yang sangat antusias mendengarkan sambil mencatat setiap keterangan Kazuhiro yang didapat dari Syed Alidien. Gurat wajah puas dan takjub terlihat saat mereka melihat naskah asli keluarga Alattas tulisan tangan pakar nasab Sayyid Muhammad bin Alawy bin Hud Alattas yang diperlihatkan Syed Alidien. Bahkan mereka memastikan bahwa naskah tersebut benar-benar asli setelah meraba-rabanya dan bertanya bagaimana naskah ini bisa berada ditangan anda? “He is my tacher” kata Syed Alidien.

Tidak ketinggalan pula Syed Alidien memperlihatkan scan Naskah Aljunied karangan Al Habib Ali bin Muhammad bin Harun Al-Junaid yang keberadaannya dinafikan sebagian kalangan. Kitab ini adalah kitab nasab Alawiyyin yang usianya lebih tua yakni tahun 1286 H dibanding Syamsu Dzahirah karangan Shahibul Fatawa Al Habib Abdurahman bin Muhammad bin Hussain Al Masyhur pada tahun 1340 H.

Adapun seputar pertanyaan mereka kepada Syed Alidien adalah berkisar tentang komparasi dan keterkaitan ilmu fiqih dan ilmu nasab. Bahkan yang membuat penulis takjub ialah mereka juga mengetahui istilah-istilah maupun klasifikasi status nasab seseorang seperti Shohihun Nasab dan Masyhurun Nasab sampai logika-logika standar mengitsbat nasab.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 12:30 dan mereka pun pamit kepada kami. Sebelum pamit tak ketinggalan pula kami berfoto untuk mengabadikan momen tersebut. Mereka memberikan Syed Alidien cindera mata berupa kipas khas Jepang dan juga kartu nama mereka. Kazuo Morimoto memberikan hadiah berupa scan kitab Umdatu Thalib dan juga lauha serta manuskrip para Sayyid di Iran dan berkata “Syukran jazilan ya Naqibul Asyraf”. Namun penulis menyanggahnya “la laysa Naqibul Asyraf,bal huwa Khadimul Ansab”. “owh, ahsanta ya akhiy,great!! Khadimul Ansab” katanya tersenyum ramah.

Dari sana mereka akan bertolak ke Majalah Alkisah. Syed Alidien menitipkan salam untuk Syed Ali Yahya wakil pemimin redaksi Alkisah kepada Kazuhiro Arai. Tak dinyana saat kami mengantar para peneliti tersebut keluar,ternyata sopir yang mengantar mereka adalah dua orang Sayyid dari keluarga Banahsan dan Aidid yang menyalami kami.

Kazuhiro berkata kepada saya dengan bahasa Indonesia yang lancar dan agak cepat “ini pertemuan pertama kita dan kita sudah berteman di facebook, kapan-kapan kita berbincang lagi di facebook”.

Sebuah momen berkesan yang penulis harap dapat terulang walau menyisakan sebuah ironi bagaimana seorang kafir atas nama ILMU meneliti tentang keturunan manusia Agung Rasulullah Shalallahu alaihi wa alihi wa shahbihi wa salam Lalu bagaimana dengan kita? apakah cukup berpuas diri berada di "COMFORT ZONE" dengan mengandalkan sebuah PASPORT NASAB keluaran lembaga NASAB tanpa mau mempelajari dan meneladani para tokoh yang telah melestarikan KEOTENTIKAN NASAB di Nusantara?

Bisakah kita menganggap segala sesuatu itu sebagai ILMU bukan untuk kebanggaan atau KOMODITI untuk KONTROVERSI?

abdkadiralhamid@2013

Sumber:ahlulbaitrasulullah.blogspot.org







Klik video:


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …