Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kemayoran Dan Sayap Juang Semprotkan Disinfektan Di Ponpes Al Ihsani Kel Serdang

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Penyebaran virus Covid-19 (Corona) yang berasal dari Wuhan di Cina, terus menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia, dan telah menimbulkan banyak korban jiwa. Di Indonesia, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari.

Untuk itu Front Pembela Islam (FPI) dan Sayap Juangnya di berbagai daerah aktif melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata  penyebaran virus Corona.

Hari ini, Ahad (27/9/2020) bertempat di ponpes Al Ihsani, Kelurahan Serdang Kemayoran Jakarta Pusat, dengan Pelaksana DPC FPI Kemayoran beserta Sayap Juang nya Alhamdulilah Kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah DPRA Serdang Ponpes Al Ihsani Ustadz Saefuloh dan  RT 016,dan  RT 018 RW 005, telah selesai dilakukan dengan lancar dan penuh berkah.

"Alhamdulillah sambutan dari para warga dan pihak RT dan RW setempat sangat  baik dan mendukung sekali, terima kasih untuk para masing-masing DPRA dan sayap juang telah mengirimkan p…

Tak Terima DKI Terdepan Tangani Wabah Corona, Buzzer Ini Serang Anies



Selasa, 18 Agustus 2020

Faktakini.net

Tidak Terima DKI Jadi yang Terdepan Menangani Wabah Corona, Buzzer Ini Serang Anies

Keberhasilan DKI Jakarta dalam menangani Pandemi Corona atau Covid-19 sudah diakui banyak pihak. Banyak yang membandingkan keseriusan Provinsi yang dipimpin oleh Anies Baswedan ini dengan provinsi lain. Baru-baru ini Wakil Presiden RI KH Maruf Amin memuji Jakarta yang serius mengatasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan banyak tes.

""Yang terjadi pada saat ini adalah DKI yang penduduknya hanya 5 persen tetapi menyerap hampir 50 % pelaksanaan swab tes. Ini artinya provinsi lain tidak melaksanakan tes masif secara serius," kata Wapres.

Namun tidak semua pihak mau mengakui keberhasilan dan keseriusan Jakarta dalam perang melawan Covid-19. Para Buzzer tidak tinggal diam, bukan hanya tidak menerima kenyataan, tapi juga menyerang Gubernur Anies Baswedan dan membenturkannya dengan pemerintah pusat.

Seperti akun palsu yang lumayan terkenal di dunia per-Buzzeran dengan menggunakan nama Chusnul Chotimah atau @chusnulsyantik membully Anies dengan kata-kata khas pendengung.

"Dia yang paling sering minta bantuan pemerintah pusat... Dia yang tanpa malu klaim lebih baik," cuit akun tersebut membully Anies di sisi lain menyindir dengan melampirkan tautan sebuah berita yang memuji sang Gubernur.

Faktanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Ibu Kota, secara nasional selangkah lebih maju dalam menanggulangi wabah virus corona baru (Covid-19) ketimbang wilayah lain. Hal ini ditujukan untuk memotivasi daerah lain agar bisa mengikuti langkah yang diambil Jakarta, tidak malu untuk lakukan test sebanyak mungkin agar langkah menemukan dan melacak kasus baru lebih mudah ditemukan, sehingga isolasi mandiri juga bisa diterapkan dengan baik dan maksimal.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa kita harus yang paling depan seperti sudah hari-hari ini terbukti kita selalu melangkah lebih cepat daripada nasional sekaligus dalam tanda kutip agak memberikan banchmark untuk teman-teman yang lain,” kata Gubernur Anies dalam unggahan video Youtube Pemprov DKI Jakarta yang diunggah Jumat, (14/8/2020).

Nah berikut adalah upaya nyata yang telah dilakukan Pemerintah DKI dalam menanggulangi Covid-19:

1. Bentuk Tim Tanggap Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan pembentukan Tim Tanggap Covid-19 untuk mengantisipasi munculnya virus corona di Ibu Kota. Sebelum membentuk tim tanggap, ia telah lebih dulu menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 atau virus corona di DKI Jakarta.

“Covid 19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius,” kata dia di halaman gedung Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Jakarta Pusat, Ahad, 1 Maret 2020.

Tim ini dibentuk sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan temuan dua kasus pertama warga yang terinfeksi Covid-19 pada 2 Maret 2020. Baru setengah bulan berjalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melebur Tim Tanggap Covid-19 menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI mulai Selasa, 17 Maret 2020. Gugas tugas tersebut dibentuk untuk menyelaraskan Keputusan Presiden nomor 7 tahun 2020.

2. Bagikan 20 juta Masker sebelum Instruksi Jokowi

Anies mengatakan DKI sudah terlebih dulu membagikan masker kepada warga sebelum ada instruksi dari Jokowi. “Berapa hari yang lalu bapak presiden memberikan instruksi untuk membuat membagikan masker kepada seluruh penduduk dengan PKK. Kita sudah selesai, tidak perlu kibar bendera di luar, tapi kita sudah beres,” kata dia dalam video Pemprov DKI Jakarta yang diunggah, Jumat, 14 Agustus 2020.

Pemerintah DKI membagikan 20 juta masker kain bagi warga ibu kota sejak 2 Mei 2020. “Sebanyak 20 juta masker kain diproduksi dan dibagikan untuk seluruh penduduk Jakarta. Tiap orang berhak mendapatkan 2 masker. Diberikan secara gratis,” tulis Anies dalam akun Instagramnya, Jumat 1 Mei 2020. Masker dibagikan secara cuma-cuma atau gratis bagi warga Jakarta pada 2-23 Mei 2020.

3. Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

Anies mengatakan Pemerintah DKI telah menerbitkan kebijakan soal sanksi bagi pelanggar PSBB sejak April 2020. Pemerintah DKI, menurut dia, selangkah lebih maju ketimbang pemerintah pusat dalam memberikan efek jera kepada warga yang tak disiplin menerapkan PSBB. “Ada instruksi untuk buat sanksi, kita sudah kerjakan tiga bulan lalu,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken instruksi presiden atau Inpres terkait sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 itu diteken pada 4 Agustus 2020.

Dari beberapa fakta yang diungkapkan oleh Gubernur Anies di atas, DKI Jakarta memang terdepan dalam menanggulangi Covid-19. Bukan sebuah klaim yang mengesankan untuk menjadi lebih hebat dari yang lainnya. Namun fakta dan data berkata demikian. Semoga daerah lain dapat meniru keseriusan penangan pandemi Covid-19 seperti di Ibu Kota.

Oleh Yasir Amri, Pemerhati Sosial

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…