Langsung ke konten utama

Featured Post

PUSHAMI: Termohon Tak Satu Pun Hadir Di Sidang Pertama Pra Peradilan Kasus Molotov Di PN Cibinong Bogor

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pengacara dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) hingga saat ini terus melakukan pembelaan hukum terhadap para tahanan yang ditangkap atas tuduhan melakukan pelemparan bom molotov terhadap posko PDIP di Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Kepada Faktakini.net, Aziz Yanuar SH salah satu pengacara PUSHAMI menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus ini, yaitu hari ini Senin (28/9/2020) telah digelar sidang pertama permohonan praperadilan terhadap 6 (orang) klien PUSHAMI di Pengadilan Negeri Cibinong Kelas IA.

Aziz mengatakan meski panggilan sudah dilayangkan dan PN Cibinong telah mendapatkan tanda terima atas panggilan tersebut, para termohon yakni; KASAT RESKRIM POLRES BOGOR, KAPOLRES BOGOR, KAPOLDA JAWA BARAT, dan KAPOLRI tidak satupun yang menghadiri panggilan dari PN Cibinong Kelas IA tersebut, dan hal ini menandakan bahwa para Termohon telah abai terhadap Hak Asasi Klien PUSHAMI dan tidak menghargai proses pengadilan.

Berikut…

Sebelum Salib Di Logo HUT RI, Gambar Naga Pernah Muncul Di Logo HUT DKI 2015 Era Ahok




Kamis, 13 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Saat ini sedang ramai protes warga masyarakat terkait spanduk HUT RI ke-75, yang terindikasi dengan sangat jelas ada penonjolan lambang Salib.

Ternyata beberapa tahun lalu, saat Ahok (Zhong Wan Xie) berkuasa jadi Gubernur DKI, pernah pula ada penyusupan gambar naga yang identik dengan Cina di logo HUT DKI pada tahun 2015.

Sebagai berikut beritanya yang dikutip oleh Faktakini dari beberapa sumber.

Sejarahwan Universitas Indonesia JJ Rizal mengatakan, secara simbolik, maskot kepala naga yang menempel pada logo HUT DKI tidak bisa dihubungkan dengan sejarah Jakarta.

"Menurut saya kurang tepat, karena naga itu tidak hidup di dalam dunia mitologi Betawi. Betawi menerima pengaruh China iya. Logo itu menunjukkan gagalnya pemahaman Pemprov DKI terhadap sejarah Jakarta," kata dia saat dihubungi RMOLJakarta, Rabu (24/6/2015).

Menurutnya, yang dipahami pemerintah saat ini hanya sejarah budaya China zaman dahulu.

Pendiri Komunitas Bambu itu juga mengatakan, pemasangan logo naga pada maskot HUT DKI merupakan ketidakpahaman Pemerintah Provinsi DKI yang dipimpin Basuki Tjahaja 'Ahok' Purnama. (Zhong Wan Xie).

"Saya cuma bisa bilang itu contoh pemerintah Jakarta tidak memahami budaya Jakarta sendiri," tukas pria yang juga mendirikan gerakan sosial Save Depok ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada yang berbeda dalam logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488. Dalam logo yang bisa dilihat di situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Jakarta.go.id, ornamen naga merah ikut bercokol logo tersebut. Posisi sang Naga bersebelahan dengan duo ondel-ondel asli Jakarta.

Pada bagian atas logo tersebut terlihat lambang Pemprov DKI Jakarta. Sementara di bagian bawah tertera tagline, Jakarta: Modern, Kreatif dan Berbudaya.

Sementara tulisan Dirgahayu 488 mendominasi bagian tengah logo tersebut. Plus dengan kembang api di sebelah kiri dan kanan.

Tak lupa siluet Transjakarta, Monas, penduduk dan tulisan 1527-2105, tanda umur Jakarta. Tak ketinggalan kobaran api emas, gedung abstrak bertingkat, roda dan lingkaran, daun, pohon, gunung wayang dan semar.

Dalam mitologi China, naga melambangkan kekuatan dan tuah, khususnya mengawal air, hujan, dan banjir.

Dalam peristilahan yin dan yang, naga adalah yang (jantan) yang melengkapi fenghuang (phoenix China) yang bersifat yin (betina). Naga dijadikan lambang kebudayaan yang berwibawa dan bertuah. rmol

Sementara itu Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah mengatakan bahwa pembuat naga merah pada logo HUT Jakarta harus memberikan penjelasan terhadap publik mengenai makna dari gambar tersebut.
“Seharusnya penanggungjawab dari pembuatan logo ini menerangkan kepada publik, makna dari logo yang dibuatnya,” ujarnya, Rabu (23/6/2015).

Lebih jauh, Amir menilai penggantian posisi elang bondol dengan sosok gambar naga bisa dipersoalkan. Dia pun menyayangkan dalam hal ini, sikap dari DPRD DKI Jakarta, yang cenderung diam.

“Nampaknya fungsi dari DPRD DKI Jakarta periode ini tidak ada sama sekali. Mereka seolah sudah tunduk di bawah kaki eksekutif, sehingga hal mendasar seperti tergantikannya elang bondol oleh naga tidak membuat dewan terusik,” paparnya.‎

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Syarif mempersoalkan adanya gambar naga pada logo HUT ke-488 DKI Jakarta yang dibuat Pemprov DKI.

Menurut Syarif, gambar naga pada logo tersebut perlu dipersoalkan lantaran gambar di logo sebelumnya adalah burung garuda.

"Gambar naga pada logo itu mengandung arti puji-puji pada etnik tertentu," ujar Syarif kepada TeropongSenayan di Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Syarif berencana meminta penjelasan dinas pariwisata sebagai pembuat logo tersebut dan gubernur DKI Jakarta sebagai kepala daerah.

"Gubernur (Ahok) harus bertanggung jawab," tegasnya.

Sepanjang sejarah DKI Jakarta yang berumur 488 tahun, ungkapnya, baru kali ini ada logo HUT DKI diberi lambang naga. Menurut dia, lambang garuda yang selalu ada di logo HUT DKI melambangkan Indonesia atau NKRI dan Jakarta atau Betawi.

"Pokok mereka (gubernur DKI dan dinas pariwisata) harus bertanggung jawab," pungkasnya.

Seperti diketahui dalam HUT Jakarta, Pemprov DKI sengaja mencantumkan naga merah. Naga yang menggantikan posisi elang bondol, yang biasanya menjadi logo dalam setiap even pemprov. Bahkan, elang bondol juga digunakan sebagai logo bus. Transjakarta.

Bersandingan dengan Naga, terlihat pada bagian atas logo HUT DKI tersebut lambang Pemprov DKI Jakarta. Sementara di bagian bawah tertera tagline, Jakarta: Modern, Kreatif dan Berbudaya.

Kemudian, tulisan Dirgahayu 488 mendominasi bagian tengah logo tersebut. Plus dengan kembang api di sebelah kiri dan kanan. Tak lupa siluet Transjakarta, Monas, penduduk dan tulisan 1527-2105, tanda umur Jakarta.

Tak ketinggalan kobaran api emas, gedung abstrak bertingkat, roda dan lingkaran, daun, pohon, gunung wayang dan semar.

Sumber: rmol.id, aktual.com, teropongsenayan.com


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …