Langsung ke konten utama

Featured Post

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tes Covid-19 dengan metode Polymerase chain reaction (PCR) untuk masyarakat. Tujuannya ialah memutus mata rantai Covid-19.

"Saya sampaikan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan sampel tes secara masif dan melakukan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat," kata Jokowi dalam siaran telekonferensi di Istana Bogor seperti dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (18/4/2020).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Tatak Ujiyati merasa sedih mengingat hanya DKI Jakarta yang semangat mencari kasus baru Covid-19. Padahal kata Tatak memburu kasus baru melalui tes PCR makan pemerintah dapat mengisolasi para penular.

"Sedih juga ya. Hanya Jakarta yg semangat mencari kasus baru Covid. Padahal dg berburu kasus baru melalui tes…

Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-75, MPUI-I : Perlu Gerakan Perubahan!



Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Menyambut Kemerdekaan RI, Jubir MPUI-I Ustadz Asep Syaripudin mengingatkan umat Islam dan masyarakat Indonesia. “Memasuki hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75, Kita harus terus melakukan introspeksi diri, melakukan perubahan pada diri kita dan masyarakat kita,” katanya.

Kedepan negeri ini harus menjadi negeri yang adil dan makmur. “Itu hanya terwujud dengan kepemimpinan yang bagus. Dengan regulasi sistem yang bagus. Peraturan yang tidak sesuai dengan Pembukaan UUD 45 harus kita tolak,” tambahnya tegas.

Hal ini disampaikan kepada suaraummat.net usai acara dialog MPUI-I dengan tema “Arus Perubahan Menuju Indonesia Menjadi Sepuluh Besar Negara Terkuat di Dunia bersama MPUI-I dan Tokoh Jabar” Di Aula Masjid Istiqomah Jl. Taman Citarum Kota Bandung. Ahad, (9/8).

Ia menjelaskan bahwa tema ini dimaksudkan bahwa pentingnya merencanakan gagasan besar tentang bagaimana Indonesia kedepan. “Ini akan kita breakdown dengan menjadikan masjid sebagai pusat pergerakannya,” terangnya pada suaraummat.net.

Jika ingin Indonesia besar, lanjut ustadz Asep, kalau masyarakatnya kuat. Dan pembinaan masyarakat berbasis di Masjid. Ia mencontohkan Turki sebagai negara yang berhasil melakukan itu. “Insya Allah kita akan studi banding ke Sana,” tandasnya.

Senada dengan Ustadz Asep, dalam paparannya salah satu pembicara Dr. Irfianda Abidin, SE, MM mengatakan Indonesia jika ingin menjadi negara besar adalah Pertama, menguasai politik. Kedua, Sistem dan kelembagaan, ketiga, NKRI bisa menjadi kuat ekonomi karena letak Indonesia yang strategis.

Jika Sistem kekuatan politik tidak dikuasai umat Islam maka gerakan ekonomi umat masih pada skala lokal. “Kuat ekonominya, maju di dalam politik. Jika tidak, maka pengusaha lokal hanya pada skala kecil,” ujar Datuk Penghulu Basa yang menjabat Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MPUI-I ini.

Perlu Dikumandangkan Gerakan Taghyir

Bicara perubahan, narasumber Ust. Mochammad Achwan mengatakan bahwa “saya permah usulkan arus perubahan ini dengan istilah taghyir. Tidak usah muluk-muluk revolusi. Itu sudah intern ke dalam. Atau gerakan perubahan mendasar ke dalam.

“Karena bagaimanapun juga dari keadaan seperti ini kita harus kembali taat kepada Allah swt. Para Tokoh perlu menggerakkan umat untuk sadar atas keadaan yang krisis seperti ini. Karena bagaimanapun juga ada campur tangan Allah swt.” Ujar ustadz yang juga Ketua Bidang Bela Agama, Bangsa dan Negara MPUI-I ini.

MPUI-I, lanjut ust Achwan, berupaya mereposisi peran politik umat Islam. Ada dua jalur, gerakan struktural dan gerakan kepemimpinan ulama. Jika tidak mau gerakan taghyir, sibuk dengan pondoknya, sibuk dengan ormasnya, ini tidak bisa keluar dari keadaan ini.

Kita harus merubah cara ukhuwah kita. Bagaimana kita bisa tidak konsisten. “Oleh karena itu gerakan tangyir ini perlu kita kumandangkan. Tokoh-tokoh bisa menggerakkan umatnya. Jadikanlah Bandung menjadi lautan api,” tutupnya.

Dalam dialog tersebut, Ustadz Asep yang bertindak sebagai moderator menyampaikan kesimpulan bahwa Berangkat dari sumbangsih pemikiran yang heterogen, rumusan-rumusan yang ada MPUI-I, maka kemudian sampai pada satu kesimpulan bahwa kita untuk merubah, memperbaiki dan menjadikan negara ini menjadi lebih baik, kita mempunyai banyak cara, banyak langkah.

“Dari mulai kita mengawal konstitusi, membuat gerakan taghyir atau perubahan mendasar, membuat gerakan oposisi, kita lakukan dengan kanal-kanal yang berbeda-beda. Ada bagian yang berhadapan head to head dengan rezim. Ada bagian yang mengawal konstitusi, ada bagian yang mengadvokasi atau tim pengacara ketika aktifis kita bermasalah hukum,” tuturnya.

“Itu menjadi bagian rancangan ramuan dari para aktifis yang kemudian bergabung di MPUI-I. Ini bukan organisasi, tapi MPUI-I merupakan aliansi atau forum yang dibentuk dengan spirit 212,” pungkasnya.

Hadir juga tokoh pengurus harian MPUI-I lain yang menjadi narasumber, antara lain : Dr. Abdullah Hehamahua, SH. MM (Ketua Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan MPU-II). Prof. Daniel Rasyid, Ph. D. (Ketua Bidang Pendidikan dan Da’wah MPUI-I), Dan Bambang Setyo Supriyadi M.Sc (Sekertaris Utama MPUI-I). (Aan).

Sumber: suaraummat.net

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…