Posko FPI Di Pasar Rebo, Meruya Dan Depok Dilempari Bom Molotov, Tak Satupun Pelaku Ditangkap




Rabu, 26 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pada tahun 2017 lalu, Posko-Posko FPI di Jakarta dan sekitarnya serentak diteror dan dilempari bom Molotov oleh musuh-musuh Islam.

Posko-Posko FPI tersebut berada di Cimanggis Depok, Pasar Rebo Jakarta Timur, dan Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat.

Di Posko DPC FPI Pasar Rebo Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pelemparan bom Molotov dilakukan pada hari Kamis (2/2/2017) dinihari.

Sejumlah barang yang ada di pos tersebut terbakar. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 12.45 WIB, ada sebuah kursi yang tampak terbakar. Selain kursi, ada kipas angin, meja, dan gelas air mineral yang terbakar.

Salah satu saksi mata pelemparan molotov di Pos FPI, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Syafrudin Nomash, melihat ada 3 pelaku yang melempar. Syafrudin melihat pelaku membawa 2 motor. “Ada 3 orang. Satu orang menunggu di motor, satu orang menghampiri pagar melempar dari luar pagar ke tiga titik,” ujar Syafrudin saat ditemui di Mapolsek Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (2/2).

Pelaku melemparkan 3 bom molotov ke arah pos tersebut. Namun, dari 3 molotov yang dilempar, hanya 2 yang pecah. Sedangkan 1 molotov lagi tidak pecah. “Jadi yang 2 botol pecah, yang 1 botol molotov jatuh di daerah tanah, makanya dia tidak pecah. Kalo di conblock ya pecah. Jadi begitu pecah, api menyebar,” ucapnya.

Dia menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Tak lama dari aksi pelemparan molotov itu, Syafrudin langsung melapor ke polisi. “Tak lama polisi datang. Barang bukti yang dibawa pecahan botol, ada sumbunya juga masih utuh, masih bagus,” ucapnya.

Terlihat ada bendera FPI DPC Pasar Rebo yang berada tepat di atas pagar pos tersebut.

Salah satu pengurus DPD FPI DKI Jakarta di masa itu, Ustadz Novel Bamukmin membenarkan soal peristiwa pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal di posko DPC FPI Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Iya (benar), emang (posko) DPC Pasar Rebo," kata Ustadz Novel saat dikonfirmasi, Kamis (2/2/2017).

Ustadz Novel menduga pelaku sengaja berbuat untuk menimbulkan keresahan dan memancing amarah para anggota FPI.

“Mereka memang sengaja ingin menyulut kemarahan FPI dan GNPF MUI khususnya dan umat Islam umumnya. Tujuannya agar umat Islam dan pergerakan akan dituduh anarkis nantinya,” kata Ustadz Novel.

Ustadz Novel menambahkan, FPI pun sudah menyerahkan pada pihak kepolisian untuk mengusut siapa orang yang berbuat keruh tersebut. Diharapkan, anggota FPI tetap tenang dan bersiaga apabila ada pihak-pihak yang mencoba melakukan aksi serupa.

“Saya juga tak paham dari pihak mana, yang pasti yang tak suka FPI. Siapa yang tak suka sama FPI, ya komunis,” katanya.

Dia memang mengakui jika posko tersebut tidak dipasangi papan nama tulisan FPI.

"Iya tempat kan posko ada yang pakai plang, ada yang tidak pakai plang, tapi yang di sana kebetulan nggak ada plangnya," kata dia.

Teror bom molotov juga menyasar Kantor Sekretariat FPI di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/2/2017) pagi.

Dijelaskan Juru Bicara FPI KH Slamet Maarif, teror terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Teror menggunakan dua bom molotov yang dilemparkan ke arah Kantor Sekretariat FPI Depok di Kompleks Timah Kelapa Dua RT 01/RW 12, Tugu, Cimanggis, Depok itu dua bom molotov yang dilempar mengenai dinding depan posko.

"Pelakunya pakai dua motor. Jumlahnya tiga orang," kata Ketua Bidang Hisbah DPW FPI Depok, Habib Idrus Al Habsy, Selasa (7/2/2017).

Pelaku bahkan sempat menegur satpam yang sedang berjaga malam tadi. Namun satpam tidak curiga kalau tiga orang itu akan melempar bom molotov ke pos FPI itu. "Cuma negor, lagi jaga pak. Gitu saja lalu mereka pergi," ungkapnya.

Tak lama setelah itu terdengar ledakan dua kali. Saksi yang pertama mendengar adalah Ma'ruf Amin atau Ustaz Amor dari Bidang Dakwah DPC FPI Cimanggis. Kemudian saksi berteriak lalu mencoba mengejar pelaku sejauh 100 meter. Saksi kembali ke pos karena melihat api membesar.

"Apinya sudah besar dan langsung dipadamkan. Lalu kita lapor polisi," tandasnya.

Setelah posko FPI di Pasar Rebo dan Cimanggis, rumah sekaligus posko Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat juga menjadi sasaran pelemparan bom molotov. Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (8/2/2017) dinihari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Warga sekitar membantu berupaya memadamkan api yang membakar atap rumah.

Sekjen Dewan Syuro FPI DKI Jakarta Ustadz Novel Bamukmin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengungkapkan rumah yang dilempar molotov milik anggota FPI.

"Iya benar (ada teror bom molotov). Itu rumah anggota FPI, itu posko maksudnya memang rumah pribadi, cuma jadi posko buat tempat kumpul. Itu majelis taklim," ujar Novel saat dihubungi Liputan6.com, di Jakarta, Rabu (8/2/2016).

Menurut dia, ancaman teror itu dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh suasana.

"Kita tetap menjaga kondusivitas agar semua berjalan damai. Kita nggak mau terprovokasi saat ini. Biarlah, namanya peneror kan pengecut cuman berani sembunyi-sembunyi terus kabur, ngapain kita ladeni," kata dia.

Rumah tersebut ditempati oleh Sekretaris DPW Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Barat Ustadz Wawan. Bom molotov itu membuat kondisi rumah mengalami kerusakan di bagian atapnya dan kamar.

"Bagian atap itu terbuat dari bahan fiber. Namun, api dapat dipadamkan pada pukul 02.30 WIB oleh warga Sekitar," jelas Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Hary Langie, Rabu (8/2/2017).

Dari TKP, polisi menemukan barang bukti berupa dua buah pecahan botol bensin eceran beserta kain sumbu. Kemudian kawasan tersebut dipasang garis polisi.

"Langkah-langkah yang sedang dilakukan memeriksa saksi-saksi, CCTV yang ada di sekitar TKP," lanjut Roycke.

"Saya sudah di BAP sampai tiga jam, dan polisi pun sudah melakukan olah TKP, namun anehnya pelaku tak ada satu pun yang ditangkap hingga kini. Di pemberitaan yang banyak beredar disebut hanya ada dua botol sumbu, padahal setelah police line dibuka dan kita bongkar-bongkar ternyata ada 4 botol sumbu", ujar Ustadz Wawan kepada Faktakini.net, Rabu (26/8/2020).

Namun anehnya seluruh kejadian pelemparan bom molotov yang bertubi-tubi terhadap FPI ini, hingga kini tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap.

Tak hanya itu, kemudian juga muncul pelaku bom mobil yang berusaha membunuh Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab, para pengurus DPP FPI, Ulama dan Habaib beserta puluhan ribu umat Islam yang menghadiri Tabligh Akbar di Cawang, haru Sabtu (15/4/2017).

Kejadian berawal saat acara Isra Mi'raj yang digelar FPI baru saja selesai sekitar tengah malam. Kemudian mendadak satu unit mobil Avanza berjalan mundur dan mengeluarkan api sehingga membakar seluruh badan mobil.

Sontak, jamaah langsung berupaya memadamkan api yang membakar kendaraan tanpa plat nomor polisi tersebut, dan tidak ditemukan adanya pengemudi. Jamaah menduga, pengemudi sengaja meninggalkan kendaraannya yang terbakar.

Selanjutnya, jamaah memeriksa dua unit mobil bernomor polisi B-1525-AH dan B-7208-EQ yang berhenti di sekitar lokasi kejadian dan menemukan jeriken berisi bahan bakar minyak.

Saat jumpa pers di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (16/4/2017) Habib Muchsin bin Zeid Alatas Imam DPD FPI DKI mengungkap kronologis kejadian tersebut.

"Acara berjalan sebagaimana mestinya, tiap tahun kita laksanakan. Kita memberikan sembako kepada orang-orang yang berhak. Sehari sebelum acara itu, ada pengobatan gratis," imbuh Habib Muchsin.

Habib Muchsin mengatakan aksi terorisme terhadap FPI itu terjadi usai acara tabligh akbar selesai seiring Habib Rizieq menutup dengan doa.

"Nah di tengah itu, saya dengar suara ledakan. Saya pikir masyarakat juga dengar suara yang sama. Memang saat itu kita doa pakai TOA GNPF-MUI yang biasa kita pakai saat aksi. Suara TOA begitu kencang, jadi suara ledakan nggak terlalu nyaring gitu, agak sedikit ketutup, tapi saya dengar. Saya bisikkan ke Habib agar dipercepat doanya. Begitu selesai doa, tahu-tahu ada mobil dari jauh saya lihat sudah terbakar semua," jelas Habib Muchsin.

Habib Muchsin menceritakan mobil Toyota Avanza itu berkobar-kobar apinya sambil memperlihatkan foto mobil terbakar.

"Ada tiga mobil di sana. Begitu Habib menutup dengan doa, saya lihat itu, mobil yang terbakar itu turun. Saat itu jamaah sedang doa. Ini pertolongan Allah, coba itu kalau sebelum jamaah mau bubar, udah panik itu umat," jelas dia.

Mobil yang terbakar itu berjalan mundur hingga berhenti karena terganjal beberapa motor di belakangnya. Jemaah tabligh akbar membantu memadamkan api dengan air mineral kemasan.

Sumber: tribunnews.com, liputan6.com, detik.com dan lainnya

Di Meruya Utara:







Di Pasar Rebo:






Di Cimanggis Depok:



Foto: Kapolsek Cimanggis, Kompol Agung dan Danramil Cimanggis, Mayor Hari, didampingi anak buahnya saat mendatangi Markas DPC FPI Cimanggis di Komplek Timah Kelapa Dua RT02/12 Kelurahan Tugu, Cimanggis usai diteror bom molotov, Selasa (7/2/2017) dinihari. Foto: Ricky/Radar Depok

Bom mobil di Cawang:







Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel