Langsung ke konten utama

Featured Post

Jum'at Berkah, FPI Binjai Bagikan 230 Nasi Kotak Untuk Warga

Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, hari ini Jum'at 18 September 2020, aktivis-aktivis FPI kota Binjai, Sumatera Utara melaksanakan kegiatan berbagi barokah yang diamanahkan oleh hamba Allahyang dermawan untuk dibagikan kepada para kaum dhuafa, anak-anak yatim dan para tukang becak, tukang parkir, jama'ah masjid dan umat lainnya di kota Binjai, berupa 230 nasi kotak di kawasan wilayah kota Binjai Sumatera Utara.

Pembagian 230 nasi kotak ini dilaksanakan oleh aktivis FPI kota Binjai dengan membagi team yang bertugas mendistribusikan di lingkungan masjid, di jalan-jalan di tengah kota Binjai, dan rumah ke rumah di mana para dhuafa, abang-abang parkir dan abang-abang pembawa becak bermotor dsb.

Insya Allah semoga kegiatan seperti ini terus bisa dilaksanakan oleh para aktivis FPI di kota Binjai dan para hamba-hamba Allah Subhanahu wata'aala yang dermawan terus mempercayakan amanahnya untuk disalurkan oleh para aktivis kepada para umat yang me…

Pengacara Protes Penangkapan Warga Bogor Terduga Pelempar Molotov Tak Sesuai Aturan



Rabu, 26 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pengacara PUSHAMI, Aziz Yanuar SH, memprotes keras penangkapan terhadap beberapa warga Bogor terkait kasus dugaan pelemparan bom molotov ke markas PDIP di Bogor. Aziz menilai penangkapan tersebut tak sesuai dengan aturan.

"Mereka asal tangkap, comot, tanpa penjelasan, tanpa didampingi kuasa hukum," kata Aziz kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Aziz menegaskan semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum. Dia meminta polisi tak melanggar aturan.

"Kita ini warga negara pembayar pajak dilindungi undang-undang, tolonglah patuhi itu para aparat kepolisian aparat penegak hukum, patuhi Perkap-nya Kapolri masa nggak dituruti. Kan ada tuh di situ mereka berbagai pelanggaran terkait penangkapan dan penahanan serta hak-hak mereka, di mana harus didampingi kuasa hukum kemudian ada juga KUHAP dilanggar, jadi polisi ini kebiasaan menegakkan hukum dengan melanggar hukum," ujar dia.

Aziz kemudian menyinggung perbedaan penanganan kasus hukum terhadap kelompok pro pemerintah. Menurut dia, kasus ini sangat sarat muatan politis.

"Ini berlaku tidak kepada orang-orang yang pro kepada rezim artinya ini jelas bermodus politik kadang pihak propemerintah dan aparat penegak hukum tidak mau dibilang ini politis tapi faktanya demikian. Jika terhadap orang-orang yang kontra-rezim peraturan dilanggar dengan merugikan kepentingan dan hak-hak dari masyarakat. Ketika pro rezim peraturan dilanggar dengan menguntungkan mereka contoh banyak dari penegak hukum tidak memborgol para koruptor misalnya," tutur Aziz.

Pada Minggu malam kemarin, Aziz bersama pihak keluarga sempat mendatangi Polres Bogor untuk meminta penjelasan atas penangkapan orang-orang yang diduga terlibat pelemparan molotov di markas PDIP. Namun Aziz tak diperbolehkan masuk oleh petugas tanpa alasan yang jelas.

"Tadi malam kita di depan polres tidak bisa ditemui, padahal itu gedung-gedung negara dibayar masyarakat kita nggak boleh masuk, itu namanya penculikan, orang dikasih masuk akses, keluarganya nggak dikasih masuk," ujar Aziz.

Hari Selasa (24/8/2020), PUSHAMI mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum atas para tersangka yang ditahan di Polres Bogor tersebut ke Mabes Polri, Propam, Polda Jabar, Propam, Polres Bogor, Propam, Kompolnas, Menkopolhukam, Komnas HAM dan Komisi III DPR.

"Kami mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum atas para tersangka yang ditahan di Polres Bogor ke Mabes Polri, Propam, Polda Jabar, Propam, Polres Bogor, Propam, Kompolnas, Menkopolhukam, Komnas HAM dan komisi 3 DPR, terkait para tersangka diduga pelemparan Molotov ke Posko PDIP yang kini ditahan di Polres Bogor", ujar Aziz Yanuar SH Pengacara PUSHAMI kepada Faktakini.net, Selasa (25/8/2020) pukul 22.00 WIB.

Hal ini dilakukan karena PUSHAMI menduga adanya pelanggaran HAM pada penangkapan para terduga pelaku, indikasinya penangkapan seperti penculikan, tanpa disertai surat penangkapan, keluarga dan pengacara tidak bisa menemui terduga pelaku yang ditangkap, wajah yang ditutup dan sebagainya. Bahkan hingga kini para pengacara PUSHAMI masih dilarang untuk menemui kliennya.

Sehingga PUSHAMI mengkhawatirkan keselamatan dari para terduga pelaku yang ditangkap.

Seperti diketahui, teror bom molotov terjadi di dua markas PDIP PAC Bogor. Insiden pertama menimpa kediaman pengurus PDIP PAC Megamendung pada Selasa (28/7/2020). Sehari berselang atau pada Rabu (29/7), teror bom molotov kembali terjadi di sekretariat PAC PDIP Cileungsi Bogor. Peristiwa itu terjadi hanya berselang sehari setelah upaya pembakaran foto Ulama (Habib Rizieq Shihab) oleh massa neo PKI di depan gedung MPR / DPR.

Teror bom molotov di Indonesia sebetulnya bukan sesuatu hal yang baru. Posko FPI bahkan sudah sering dilempari bom molotov, antara lain pelemparan bom molotov di Posko FPI Pasar Rebo, Kamis (2/2/2017) namun hingga kini para pelaku tidak ada yang ditangkap.

Salah satu pengurus DPD FPI DKI Jakarta di masa itu, Ustadz Novel Bamukmin membenarkan soal peristiwa pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal di posko DPC FPI Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Iya (benar), emang (posko) DPC Pasar Rebo," kata Ustadz Novel saat dikonfirmasi, Kamis (2/2/2017).

Dia memang mengakui jika posko tersebut tidak dipasangi papan nama tulisan FPI.

"Iya tempat kan posko ada yang pakai plang, ada yang tidak pakai plang, tapi yang di sana kebetulan nggak ada plangnya," kata dia.

Foto: Pengacara PUSHAMI saat mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum atas para tersangka yang ditahan di Polres Bogor ke Kompolnas, Selasa (24/8/2020)

Sumber: detik.com dan lainnya

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…