Langsung ke konten utama

Featured Post

Ilham Aidit Putra PKI: G 30 S/PKI Itu Film Tendensius, Abal-Abal, Jahat Dan Membuat Kisruh Bangsa!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - PA 212, FPI dan GNPF Ulama menyerukan nonton bareng film pemberontakan G 30 S / PKI. Namun karena kembali tingginya kasus Covid-19, seruan itu berubah menjadi seruan untuk pemutaran film di seluruh stasiun televisi nasional, serta menonton dari HP masing-masing.

Gatot Nurmantyo juga mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena menginstruksikan jajarannya untuk memutar kembali film Pengkhianatan G 30 S/PKI.

MUI melalui Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menganjurkan seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia menyaksikan film Pengkhianatan G30S/PKI. Hal ini supaya seluruh bangsa Indonesia paham dan mengerti bagaimana kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1948 dan 1965.

"Hal ini sangat penting agar seluruh bangsa Indonesia memahami sejarah bangsanya di masa yang lalu, karena sebuah bangsa yang tak paham akan sejarahnya maka bangs…

Pemblokiran Film Jejak Islam (Khilafah) Di Indonesia Menuai Protes Wasekjen MUI Dan Umat Islam



Kamis, 20 Agustus 2020

Faktakini.net

*PEMBLOKIRAN PREMIER FILM JKDN & MITOS KEBEBASAN DEMOKRASI*

© Doni Riw

Hari ini, Kamis 20 Agustus 2020 / 1 Muharam 1442, adalah premier Film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN)

Lebih dari 250.000 orang mendaftar dalam tayang perdana Film Dokumenter tersebut. Setiap titik ditonton lebih dari satu orang, bahkan tak sedikit yang puluhan orang. Sehingga bisa jadi kisah sejarah ini ditonton jutaan pasang mata.

Sejak awal hingga akhir penayangan, tak kurang dari tiga kali pemblokiran. Tetapi pihak penyelenggara nampaknya telah menyiapkan skenario ganda, sehingga film sukses tayang sampai akhir.

Bagi saya, peristiwa pemblokiran oleh rezim dan platform penayang video online itu tak kalah penting dari isi filmnya sendiri.

Peristiwa pemblokiran ini menunjukkan pada publik bahwa kebebasan bersuara yang diagung-agungkan oleh pemuja demokrasi hanyalah isapan jempol semata.

Rezim sebagai representasi pelaku demokrasi dalam negeri, dan Platform Penyedia Video populer sebagai representasi pelaku kapitalisme global, sama-sama tak mampu menghadapi kenyataan, bahwa demokrasi dan kapitalisme hanyalah otoritarian berbaju kebebasan.

Saya sarankan kepada para pemuja demokrasi untuk meminta maaf kepada publik tentang kebohongan yang mereka dengungkan selama ini, bahwa demokrasi dan kapitalisme adalah alam kebebasan dan kemerdekaan.

Film JKDN adalah kemenangan tiga lapis. Pertama, film ini membuka fakta sejarah yang selama ini ditutupi.

Kedua, pemblokiran film ini menunjukkan bahwa kebebasan demokrasi hanya mitos semata.

Ketiga, keberhasilan penyelenggara dalam berkelit dari tiga kali pemblokiran adalah kemenangan perang gerilya cyber yang bahkan medan pertempurannya adalah milik kapitalis sendiri.

Lebih dari itu, Film JKDN sekaligus menjadi tanda kekalahan peradaban sekuler yang sebentar lagi akan menjadi nyata.

Tentu umat tak boleh terlena dengan kemenangan ini. Umat harus segera mempersiapkan diri pada pertempuran besar selanjutnya yang pasti lebih sengit, sekaligus mengubah sejarah peradaban dunia ini.

Kencangkan _seat belt_ anda. Kita akan melaju lebih kencang lagi.

Jogja 20 Agustus 2020

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…