Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI, Harga Diri, Dan Panggung Sejarah

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

_Fiqhul Harokah_

*FPI, HARGA DIRI, DAN PANGGUNG SEJARAH*

Iman (tauhid) memberikan 'izzah, tanpa iman seseorang tidak akan memiliki 'izzah, dan Rasulullah Saw tak lain diperintahkan Allah Swt untuk menancapkan 'izzah kedalam dada manusia. Fakta dengan "laa ilaha illallah" bangsa Arab jahiliyah berhasil memperbaiki dirinya, menghasilkan pribadi-pribadi yang sarat dengan sifat-sifat mulia, mengukir sejarah yang menggetarkan, menguatkan persaudaraan, menaklukan musuh-musuh, membangun peradaban dunia. Inilah pengaruh keimanan dan pergerakan. Firman Allah Swt :

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imraan : 139)

Ayat ini pengarahan dari Allah Swt, pengakuan akan Allah sebagai Tuhan, yang membangkitkan kekuatan …

PA 212 Jawab Ucapan Jokowi Soal 'Jangan Ada Merasa Paling Agamis - Pancasilais'



Sabtu, 15 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 merespons pernyataan Jokowi yang minta agar tak ada kelompok yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

"Bagi seorang muslim yang iman kuat pasti akan mengedepankan agama di atas segalanya. Yang harus diperhatikan serius oleh Jokowi itu justru yang ingin merubah Pancasila dengan Trisila atau Ekasila tapi merasa paling Pancasilais," demikian respons tegas Ketua Umum PA 212, KH Slamet Maarif kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Kyai Slamet mengatakan demokrasi tidak boleh bertabrakan dengan nilai agama. Dia meminta agar tak ada pihak yang mengatasnamakan demokrasi lalu membuang nilai-nilai agama.

"Demokrasi tidak boleh bertabrakan dengan nilai agama. Jangan mengatasnamakan demokrasi untuk membuang nilai agama dari ketatanegaraan yang ada itu tak beda dengan komunis," katanya.

Lebih lanjut, Kyai Slamet mengatakan Islam mengajarkan soal toleransi. Salah satunya menghormati agama lain.

"Umat Islam jangan diajarkan soal toleransi karena faktanya di wilayah atau negara manapun yang Islam mayoritas pasti minoritas terlindungi sebaliknya di mana muslim minoritas di situ pula muslim tertindas. Islam sangat menghormati keyakinan umat agama lain tanpa menggadaikan aqidah," jelasnya.

"Toleransi pasti lah, dalam Islam dijunjung musyawarah sesuai dengan sila ke 4 Pancasila tuh," imbuhnya.

Sebelumnya Jokowi mengatakan demokrasi di Indonesia adalah menjamin kebebasan dan menghargai hak orang lain. Jokowi mengaku tidak ingin ada orang yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

"Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," Klaim Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8/2020).

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," sambungnya.

Ucapan ini dirasa cukup aneh karena pihak yang ingin mengubah Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila, memaksakan kalimat "Ketuhanan yang berkebudayaan dalam RUU HIP dan sebagainya justru dari PDIP, partai nya Jokowi sendiri dan parpol pendukung utama rezimnya.

Foto: KH Slamet Maarif

Sumber: detikcom

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …