Langsung ke konten utama

Featured Post

Jum'at Berkah, FPI Binjai Bagikan 230 Nasi Kotak Untuk Warga

Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, hari ini Jum'at 18 September 2020, aktivis-aktivis FPI kota Binjai, Sumatera Utara melaksanakan kegiatan berbagi barokah yang diamanahkan oleh hamba Allahyang dermawan untuk dibagikan kepada para kaum dhuafa, anak-anak yatim dan para tukang becak, tukang parkir, jama'ah masjid dan umat lainnya di kota Binjai, berupa 230 nasi kotak di kawasan wilayah kota Binjai Sumatera Utara.

Pembagian 230 nasi kotak ini dilaksanakan oleh aktivis FPI kota Binjai dengan membagi team yang bertugas mendistribusikan di lingkungan masjid, di jalan-jalan di tengah kota Binjai, dan rumah ke rumah di mana para dhuafa, abang-abang parkir dan abang-abang pembawa becak bermotor dsb.

Insya Allah semoga kegiatan seperti ini terus bisa dilaksanakan oleh para aktivis FPI di kota Binjai dan para hamba-hamba Allah Subhanahu wata'aala yang dermawan terus mempercayakan amanahnya untuk disalurkan oleh para aktivis kepada para umat yang me…

MPUI-I Gelar Dialog Bertema Menuju Indonesia Menjadi 10 Besar Negara Terkuat Di Dunia



Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUI-I) menggelar Dialog dengan tema “Arus Perubahan Menuju Indonesia Menjadi Sepuluh Besar Negara Terkuat di Dunia bersama MPUI-I dan Tokoh Jabar” Di Aula Masjid Istiqomah Bandung. Ahad, 9 Agustus 2020.

Dalam sesi wawancara, Jubir MPUI-I Ustadz Asep Syaripudin menjelaskan bahwa tema ini dimaksudkan bahwa pentingnya merencanakan gagasan besar tentang bagaimana Indonesia kedepan. “Ini akan kita breakdown dengan menjadikan masjid sebagai pusat pergerakannya,” terangnya pada suaraummat.net.

Jika ingin Indonesia besar, lanjut ustadz Asep, kalau masyarakatnya kuat. Dan pembinaan masyarakat berbasis di Masjid. Ia mencontohkan Turki sebagai negara yang berhasil melakukan itu. “Insya Allah kita akan studi banding ke Sana,” tandasnya.

Hadir tokoh pengurus harian MPUI-I yang menjadi narasumber, antara lain : Dr. Abdullah Hehamahua, SH. MM (Ketua Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan MPU-II). Prof. Daniel Rasyid, Ph. D. (Ketua Bidang Pendidikan dan Da’wah MPUI-I). Dr. Irfianda Abidin, SE, MM Datuk Penghulu Basa (Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MPUI-I). Ust. Mochammad Achwan (Ketua Bidang Bela Agama, Bangsa dan Negara MPUI-I). Bambang Setyo Supriyadi M.Sc (Sekertaris Utama MPUI-I).

Senada dengan Ustadz Asep, dalam paparannya salah satu pembicara Dr. Irfianda Abidin mengatakan Indonesia jika ingin menjadi negara besar adalah Pertama, menguasai politik. Kedua, Sistem dan kelembagaan, ketiga, NKRI bisa menjadi kuat ekonomi karena letak Indonesia yang strategis.

Jika Sistem kekuatan politik tidak dikuasai umat Islam maka gerakan ekonomi umat masih pada skala lokal. “Kuat ekonominya, maju di dalam politik. Jika tidak, maka pengusaha lokal hanya pada skala kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Abdullah Hehamahua melihat Indonesia bisa kuat, jika ada menerapkan 3 aspek Ideologi dalam Islam yang berbentuk segitiga. Paling atas adalah pendidikan, kanan bawah politik dan kiri bawah adalah ekonomi.

Dalam ekonomi ia menyinggung 5,23 minus. jadi perlu mengkorversi uang dari bank konvensional menjadi emas dan sewa brangkas di Bank Syariah.

Dari sisi Pendidikan, Prof. Daniel Rasyid mengatakan bahwa sejak orde baru ada penanaman modal asing yang mensyaratkan buruh dan digunakan sistem sekolahan. Umat Islam sebelum proklamasi mayoritas secara ekonomi politik. Sejak Proklamasi, peran raja dikecilkan dan dikuasi partai tunduk pada sistem.

Pandemi ini, menurut Prof. Daniel, membuka kepalsuan-kepalsuan. “Sekarang schooling itu industri yang menciptakan buruh,” katanya.

Pembicara lain Ust. Mochammad Achwan menambahkan bahwa umat Islam Perlu melakukan gerakan perubahan ke dalam. Para Tokoh perlu menggerakkan umat untuk sadar atas keadaan yang krisis seperti ini.

MPUI-I mencoba melakukan gerakan struktural dan gerakan kepemimpinan umat. “Kita harus merubah cara ukhuwah kita. Bagaimana kita bisa tidak konsisten,” katanya.


Bambang Setyo Supriyadi sebagai pembicara terakhir mempertegas bahwa Arahan MPUI-I tentang penyelenggaraan kenegaraan dan menerapkan kembali UUD 1945. Kemudian menghormati aspirasi sebagian masyarakat untuk pemegang kekuasaan untuk mengundurkan diri.

Jika kita mau jadi 10 besar negara kuat, lanjut Bambang, pintu masuknya adalah kembali ke posisi awal sebelum tersesat jauh. Yaitu memegang teguh Pancasila 18 Agustus sesuai dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Kembali pada ustadz Asep, acara Ini terkait juga dengan sosialisasi posisioning MPUI-I kepada segenal simpul-simpul umat berdasarkan teritorial. Indonesia ada 24 Provinsi, provinsi yang penduduknya paling banyak itu Jawa Barat sekitar 50 juta orang.

“Ini adalah sosialisasi MPUI-I di Jawa Barat yang akan dilanjutkan dengan provinsi-provinsi yang lain,” pungkasnya.

Diakhir Acara, MPUI-I melalui ust. Achwan melaunching Gerakan Akselerasi Kemandirian umat. Dimana itu bagian dari implementasi arahan dari MPUI-I.(Aan).

Sumber: suaraummat.net




Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…