Langsung ke konten utama

Featured Post

Ikuti Arahan Habib Rizieq, FPI - GNPF - PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda

Rabu, 23 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kesepakatan Pemerintah, DPR, dan KPU yang tetap nekad melanjutkan Pilkada 2020 di tengah pandemi Corona COVID-19 menuai protes keras berbagai elemen masyarakat. Masyarakat ramai mendesak agar sebaiknya pilkada serentak gelombang empat itu ditunda.

Desakan ini disampaikan elemen ormas Islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Mereka memberikan maklumat dan meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo agar menunda pelaksanaan pilkada yang diikuti 270 daerah tersebut.

Maklumat ini ditandatangani Ketua Umum FPI Ahmad KH Shobri Lubis, Ketua GNPF Ulama KH Yusuf Martak, dan Ketua Umum PA 212 KH Slamet Maarif.

Sebagai berikut maklumat selengkapnya.

MAKLUMAT FPI, GNPF ULAMA, PA 212
“HENTIKAN PILKADA MAUT”

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka dan merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Di sisi lain, jaminan keselamatan jiwa raky…

Mengenal Habib Umar Abdul Aziz Shahab, Pendiri Rubath Al Muhibbien Palembang



Rabu, 19 Agustus 2020

Faktakini.net

MENGENAL ABUYA AL HABIB UMAR ABDUL AZIZ SYAHAB, PENDIRI RUBATH AL MUHIBBIEN PALEMBANG

Abuya Al Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab merupakan salah satu ulama ternama di kota Palembang. Beliau adalah murid kesayangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Makkah Al Mukarramah.

Abuya Al Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab dikenal sebagai sosok yang berwibawa, tenang, hangat dalam bergaul, humoris dan banyak lagi kesan terhadap sosok Habib kelahiran 1961 yang menjadi pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Rubath Al Muhibbien ini.

Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab adalah putra dari Habib Abdurrahman bin Muhammad Syahab, seorang yang dikenal dekat dan mencintai ulama. Ibu beliau bernama Syarifah Sidah binti Ahmad bin Abdurrahman Syahab.

Masa kecil Habib Umar Abdul Aziz dihabiskan di kota Palembang. Pada tahun 1967, beliau belajar di Madrasah Baitul Ulum, asuhan KH. Kemas Umar, yang tidak lain adalah dari murid kakeknya sendiri.

Kemudian pada tahun 1973 beliau melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang yang saat itu diasuh oleh sosok alim yang banyak melahirkan banyak da'i ternama, Al Habib Ahmad bin Abdullah Al-Habsyi dan Al Habib Muhammad bin Husein Syahab. Keduanya adalah murid Habib Syekh bin Muhammad Al-Habsyi, saudara Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi Shahibul Maulid. Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab adalah angkatan pertama di Pondok Pesantren Ar-Riyadh.

Setelah menimba ilmu 5 tahun lamanya di Ar-Riyadh, pada tahun 1976 beliau meneruskan belajar ke Makkah bersama Habib Hamid Nagib bin Muhammad bin Hamid bin Syaikh Abubakar (sekarang pengasuh Pondok Pesantren Dar 'Inat Bogor), Habib Nauval bin Abdullah Al Kaf (sekarang pengasuh Pondok Pesantren Darul Habib Sukabumi) dan KH. Usman bin Salman Lubis hingga tahun 1983. Bersama beberapa kawannya tersebut, beliau belajar di rubath (pondok) yang diasuh langsung oleh Imam Ahlussunnah Wal Jamaah tersohor di zamannya yakni Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Makkah Al Mukarramah.

Setelah lulus dari Makkah Al Mukarramah, beliau mendapat izin untuk pulang ke tanah air dan mengabdikan diri di Pondok Pesantren Ar-Riyadh hingga tahun 2000.

Atas restu dari para Habaib dan Ulama, pada tahun 2000 pula, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab merintis pendirian sebuah pondok pesantren yang dinamakan Rubath Al-Muhibbien.

Santri putri diasuh oleh istri beliau dengan pondok tersendiri yang bernama Rubath Darul Futuh. Adalah Hababah Nur, istri Guru Mulia Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, yang memberi nama rubath khusus perempuan ini. Istri Habib Umar Abdul Aziz bin Syahab merupakan lulusan Daruz Zahra, Tarim, yang diasuh langsung oleh Hababah Nur.

Tentang penamaan Rubath Al-Muhibbien, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab menyatakan, penamaan itu untuk menanamkan doktrin mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW serta mencintai hal-hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Rubath yang diasuhnya ini memadukan materi yang diajarkan di Darul Musthafa (Tarim Hadramaut) dan Rubath Al-Maliki (Makkah). Beliau meyakini, kedua lembaga itulah yang menjadikan ajang berkhidmah dalam mentransfer keilmuan yang berdampak kemajuan bagi umat Islam di Indonesia. Karena sumbernya yang terjaga oleh pelestari silsilah ilmu yang bersambung kepada Rasulullah SAW.

Selain berkiprah di dunia pendidikan, Habib Umar Abdul Aziz Syahab juga menyempatkan diri untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat. Beliau berdakwah ke berbagai pelosok pulau Sumatera. Mulai dari Palembang, Bangka, Jambi, dan Lampung. Daerah-daerah tersebut adalah yang paling sering didatanginya untuk berdakwah. Bahkan beberapa tahun belakangan ini beliau sering ke Malaysia dan Singapura atas undangan para ulama setempat, seperti Majelis Syed Ibrahim bin Yahya di Pahang dan Kelantan.

Khidmah Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab untuk berdakwah juga ditularkannya kepada para santri. Banyak dari santri beliau yang dilatih untuk berdakwah ke beberapa daerah di Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab juga mengasuh beberapa pengajian. Di antaranya; Majelis Ta'lim Al Aqidah An-Nafi'ah di Kampung Ilir dengan materi pembacaan kitab Al-Aqidah An-Nafi'ah karya Habib Ali bin Abibakar As-Sakran. Kemudian Majelis Ta’lim Ahli Tarim dengan kitab ‘Umdatul Ahkam karya Syaikh Al-Hafizh Taqiyyudin Al-Maqdisi dengan syarah Allamah Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki.

Semoga Allah SWT memberikan panjang umur dan sehat kepada Abuya Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab serta memberkahi atas ilmu dan semua santri beliau. Amin.

◇◇◇
#Disarikan dari berbagai sumber terpercaya oleh Abi Kafa (Muhsinin), Mesuji OKI Sumsel.

(Bilamana terdapat kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, mohon kepeduliannya untuk mengoreksi serta memberikan masukan. Terimakasih, jazakumullah ahsanal jaza')

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…