Mengenal Habib Umar Abdul Aziz Shahab, Pendiri Rubath Al Muhibbien Palembang



Rabu, 19 Agustus 2020

Faktakini.net

MENGENAL ABUYA AL HABIB UMAR ABDUL AZIZ SYAHAB, PENDIRI RUBATH AL MUHIBBIEN PALEMBANG

Abuya Al Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab merupakan salah satu ulama ternama di kota Palembang. Beliau adalah murid kesayangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Makkah Al Mukarramah.

Abuya Al Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab dikenal sebagai sosok yang berwibawa, tenang, hangat dalam bergaul, humoris dan banyak lagi kesan terhadap sosok Habib kelahiran 1961 yang menjadi pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Rubath Al Muhibbien ini.

Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab adalah putra dari Habib Abdurrahman bin Muhammad Syahab, seorang yang dikenal dekat dan mencintai ulama. Ibu beliau bernama Syarifah Sidah binti Ahmad bin Abdurrahman Syahab.

Masa kecil Habib Umar Abdul Aziz dihabiskan di kota Palembang. Pada tahun 1967, beliau belajar di Madrasah Baitul Ulum, asuhan KH. Kemas Umar, yang tidak lain adalah dari murid kakeknya sendiri.

Kemudian pada tahun 1973 beliau melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang yang saat itu diasuh oleh sosok alim yang banyak melahirkan banyak da'i ternama, Al Habib Ahmad bin Abdullah Al-Habsyi dan Al Habib Muhammad bin Husein Syahab. Keduanya adalah murid Habib Syekh bin Muhammad Al-Habsyi, saudara Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi Shahibul Maulid. Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab adalah angkatan pertama di Pondok Pesantren Ar-Riyadh.

Setelah menimba ilmu 5 tahun lamanya di Ar-Riyadh, pada tahun 1976 beliau meneruskan belajar ke Makkah bersama Habib Hamid Nagib bin Muhammad bin Hamid bin Syaikh Abubakar (sekarang pengasuh Pondok Pesantren Dar 'Inat Bogor), Habib Nauval bin Abdullah Al Kaf (sekarang pengasuh Pondok Pesantren Darul Habib Sukabumi) dan KH. Usman bin Salman Lubis hingga tahun 1983. Bersama beberapa kawannya tersebut, beliau belajar di rubath (pondok) yang diasuh langsung oleh Imam Ahlussunnah Wal Jamaah tersohor di zamannya yakni Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Makkah Al Mukarramah.

Setelah lulus dari Makkah Al Mukarramah, beliau mendapat izin untuk pulang ke tanah air dan mengabdikan diri di Pondok Pesantren Ar-Riyadh hingga tahun 2000.

Atas restu dari para Habaib dan Ulama, pada tahun 2000 pula, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab merintis pendirian sebuah pondok pesantren yang dinamakan Rubath Al-Muhibbien.

Santri putri diasuh oleh istri beliau dengan pondok tersendiri yang bernama Rubath Darul Futuh. Adalah Hababah Nur, istri Guru Mulia Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, yang memberi nama rubath khusus perempuan ini. Istri Habib Umar Abdul Aziz bin Syahab merupakan lulusan Daruz Zahra, Tarim, yang diasuh langsung oleh Hababah Nur.

Tentang penamaan Rubath Al-Muhibbien, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab menyatakan, penamaan itu untuk menanamkan doktrin mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW serta mencintai hal-hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Rubath yang diasuhnya ini memadukan materi yang diajarkan di Darul Musthafa (Tarim Hadramaut) dan Rubath Al-Maliki (Makkah). Beliau meyakini, kedua lembaga itulah yang menjadikan ajang berkhidmah dalam mentransfer keilmuan yang berdampak kemajuan bagi umat Islam di Indonesia. Karena sumbernya yang terjaga oleh pelestari silsilah ilmu yang bersambung kepada Rasulullah SAW.

Selain berkiprah di dunia pendidikan, Habib Umar Abdul Aziz Syahab juga menyempatkan diri untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat. Beliau berdakwah ke berbagai pelosok pulau Sumatera. Mulai dari Palembang, Bangka, Jambi, dan Lampung. Daerah-daerah tersebut adalah yang paling sering didatanginya untuk berdakwah. Bahkan beberapa tahun belakangan ini beliau sering ke Malaysia dan Singapura atas undangan para ulama setempat, seperti Majelis Syed Ibrahim bin Yahya di Pahang dan Kelantan.

Khidmah Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab untuk berdakwah juga ditularkannya kepada para santri. Banyak dari santri beliau yang dilatih untuk berdakwah ke beberapa daerah di Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab juga mengasuh beberapa pengajian. Di antaranya; Majelis Ta'lim Al Aqidah An-Nafi'ah di Kampung Ilir dengan materi pembacaan kitab Al-Aqidah An-Nafi'ah karya Habib Ali bin Abibakar As-Sakran. Kemudian Majelis Ta’lim Ahli Tarim dengan kitab ‘Umdatul Ahkam karya Syaikh Al-Hafizh Taqiyyudin Al-Maqdisi dengan syarah Allamah Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki.

Semoga Allah SWT memberikan panjang umur dan sehat kepada Abuya Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab serta memberkahi atas ilmu dan semua santri beliau. Amin.

◇◇◇
#Disarikan dari berbagai sumber terpercaya oleh Abi Kafa (Muhsinin), Mesuji OKI Sumsel.

(Bilamana terdapat kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, mohon kepeduliannya untuk mengoreksi serta memberikan masukan. Terimakasih, jazakumullah ahsanal jaza')

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel