Langsung ke konten utama

Featured Post

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Akibat penerapan Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibully sekelompok orang. Menurut keterangan dari warganet termasuk dari pemerintah pusat juga ikut-ikutan bully Anies.

Pemilik akun face-book Lutfi Ubaidi mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah karena juga ikut-ikutan bully Anies dengan buzzer bayaran.

Ia mengatakan bahwa Surabaya dalam kasus Covid-19 diberlakukan sebagai zona hitam. Namun, tidak ada yang protes terhadap Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya soal penanganan Covid-19.

"Surabaya hitam, mereka diam, gak ada yg nyuruh risma mundur," ungkap Ubaidi.

Begitu juga yang terjadi di Sragen dan Semarang diminta untuk injak rem darurat oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah. Juga tidak ada yang kritik Ganjar soal penanganan Covid-19.

"Sragen kritis, dan S…

Mantab! Ternyata Ini Yang dilakukan Anies Untuk Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19



Rabu, 12 Agustus 2020

Faktakini.net

Mantab! Ternyata Ini yang dilakukan Gubernur Anies untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Per tanggal 11 Agustus 2020, tercatat ada 26.624 kasus Covid-19 yang ada di Jakarta. Hal tersebut menjadikan Jakarta sebagai penyumbang kasus positif Covid terbanyak di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta, ternyata Gubernur Anies Baswedan meminta kepada seluruh puskesmas dan tenaga medis yang ada di Jakarta untuk fokus mencari kasus baru yang ada di Jakarta.

“Tenaga medis jangan hanya menunggu masyarakat untuk datang dan periksa ke puskesmas, tapi harus aktif mencari pasien yang berpotensi terpapar Covid-19,” ujarnya kepada redaksi, Rabu (12/08) lalu.

Gubernur Anies mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pihak puskesmas untuk menemukan kasus baru Covid-19.

Pertama, puskesmas harus melakukan tracing terhadap pasien positif Covid-19. Kedua, cek epidemologi, wawancara, dan identifikasi orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 selama 14 hari terakhir. Ketiga, lakukan tes swab. Keempat, puskesmas harus memetakan daerah dengan risiko tertinggi penyebaran Covid-19 dan mengadakan tes massal. Terakhir, Puskesmas harus menyiapkan data dan memantau kelompok risiko.

“Melalui cara-cara itulah, kita bisa menekan bahkan memutus mata rantai penyebaran kasus baru Covid-19,” terangnya.

Hingga 11 Agustus 2020, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan aktive case finding sebanyak 98.348 orang dengan 4.706 orang di antaranya ditemukan positif Covid-19. Sehingga, lanjut Anies positive rate active case finding di Jakarta mencapai 4,8%.

“Bila ada pasien yang positif Covid-19, pihak puskesmas akan mengatur isolasi mandiri atau dirawat, lalu akan di tracing lagi,” papar Anies.

Dengan demikian, Gubernur Anies menambahkan pasien yang sebagian besar orang tanpa gejala bisa segera isolasi mandiri dan yang sakit akan segera diobati.

“Kita harus aktif mencari orang yang terpapar untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19 dan menyelamatkan banyak nyawa. ” pungkasnya.

Luar biasa usaha Gubernur Anies dalam penanganan Covid-19. Ia tidak khawatir kasus positif terlihat meningkat secara statistik. Ia lebih memikirkan keamanan dan keselamatan warganya. Semakin banyak yang dilacak dan dilakukan test, maka semakin baik pula tindakan pencegahan dan pengobatan. DKI Jakarta hingga saat ini menempati peringkat pertama dalam hal test terahadap kasus Corona bahkan hingga 4 kali lipat melebihi standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia (WHO). Sudah selayaknya semua pemimpin daerah meniru langkah Gubernur Anies.

Oleh Daniel Gusanto, Netizen

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…