Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kemayoran Dan Sayap Juang Semprotkan Disinfektan Di Ponpes Al Ihsani Kel Serdang

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Penyebaran virus Covid-19 (Corona) yang berasal dari Wuhan di Cina, terus menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia, dan telah menimbulkan banyak korban jiwa. Di Indonesia, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari.

Untuk itu Front Pembela Islam (FPI) dan Sayap Juangnya di berbagai daerah aktif melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata  penyebaran virus Corona.

Hari ini, Ahad (27/9/2020) bertempat di ponpes Al Ihsani, Kelurahan Serdang Kemayoran Jakarta Pusat, dengan Pelaksana DPC FPI Kemayoran beserta Sayap Juang nya Alhamdulilah Kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah DPRA Serdang Ponpes Al Ihsani Ustadz Saefuloh dan  RT 016,dan  RT 018 RW 005, telah selesai dilakukan dengan lancar dan penuh berkah.

"Alhamdulillah sambutan dari para warga dan pihak RT dan RW setempat sangat  baik dan mendukung sekali, terima kasih untuk para masing-masing DPRA dan sayap juang telah mengirimkan p…

Mahasiswa Kuningan Dukung Penyegelan Batu Satangtung



Jum'at, 7 Agustus 2020

Faktakini.net

TAK PERLU IKUT CAMPUR SOAL SATANGTUNG<br>
<br>
Oleh Muhammad Iqbal Faturahman (Mahasiswa Mayasih Cigugur)

Akhir-akhir ini polemik batu satangtung milik sundawiwitan kian mencuat, pasalnya setelah dilakukannya penyegelan pada senin, 20/7/2020 pihak paseban sundawiwitan tidak menerima atas kebijakan dan sikap dari Pemda Kuningan yang telah melakukan penyegelan. Karena tidak terima pembangunan batu satangtungnya disegel oleh Pemda Kuningan, akhirnya pihak paseban sundawiwitan melaporkan permasalahan tersebut ke Komnas HAM sehingga muncul sebagai isue nasional.

Yang saya ingin bahas di sini adalah setelah kejadian penyegelan itu dan dilaporkannya Pemda Kuningan ke Komnas HAM, beberapa hari kemudian Pemda Kuningan langsung mendapat tekanan dari salahsatu partai politik dan beberapa ormas yang mengatasnamakan peduli terhadap HAM dan toleransi. Selain itu juga muncul banyak opini-opini miring terkait penyegelan batu satangtung yang mereka sendiri tidak tahu akar permasalahannya terkait penyegelan bagunan tersebut.

Padahal menurut saya, mereka tak perlu repot ikut campur terkait kebijakan Pemda Kuningan yang telah melakukan penyegelan terhadap bangunan yang belum memenuhi syarat pembangunan karena memang belum memiliki IMB Izin Mendirikan Bangunan. Karena memang langkah yang diambil oleh pihak Pemda Kuningan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada yaitu Perda Nomor 13 Tahun 2019 tentang IMB, selain itu juga sebelum dilakukannya penyegelan pihak Pemda melalui Satpol PP itu sudah memberikan Surat Peringatan kepada pihak paseban untuk segera memenuhi persyaratan yang ada sebagaimana tertera dalam perda tersebut.

Terlepas dari persoalan IMB, proyek pembangunan batu satangtung juga menjadi suatu keresahan bagi warga masyarakat sekitar. Karena memang warga sekitar dalam hal ini warga Desa Cisantana merasa bahwa pembangunan bakal pasarean atau makam Djati Kusumah sebagai sesepuh sundawiwitan itu tidak lazim karena tidak seperti makam pada umumnya. Di sini saya merasa bahwa memang apa yang menjadi keresahan warga cisantana itu benar adanya, karena bagunan tersebut bukan seperti makam pada umumnya melainkan seperti sebuah tugu yang dibawahnya terdapat seperti tungku, yang mana warga cisantana merasa khawatir akan adanya penyalahgunaan bagunan tersebut. Jika itu dibiarkan, maka yang dikhawatirkan adalah terjadi konflik horizontal antar masyarakat, makanya Pemda melakukan tindakan selain tidak adanya IMB juga karena keresahan masyarakat sekitar.

Jadi, persoalan batu satangtung itu bukan persoalan intoleransi terhadap sundawiwitan, melainkan persoalan bangunan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dan membuat warga sekitar resah dengan adanya bangunan terdebut. Justru Kecamatan Cigugur itu sejak puluhan tahun yang lalu menjadi miniatur kebhinnekaan di Indonesia karena masyarakat yang plural dan saling bertoleransi satu sama lainnya. Termasuk di dalamnya Desa Cisantana dengan warga masyarakatnya yang menghormati keberagaman yang ada selama mereka tidak diganggu.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…