Langsung ke konten utama

Featured Post

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Akibat penerapan Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibully sekelompok orang. Menurut keterangan dari warganet termasuk dari pemerintah pusat juga ikut-ikutan bully Anies.

Pemilik akun face-book Lutfi Ubaidi mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah karena juga ikut-ikutan bully Anies dengan buzzer bayaran.

Ia mengatakan bahwa Surabaya dalam kasus Covid-19 diberlakukan sebagai zona hitam. Namun, tidak ada yang protes terhadap Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya soal penanganan Covid-19.

"Surabaya hitam, mereka diam, gak ada yg nyuruh risma mundur," ungkap Ubaidi.

Begitu juga yang terjadi di Sragen dan Semarang diminta untuk injak rem darurat oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah. Juga tidak ada yang kritik Ganjar soal penanganan Covid-19.

"Sragen kritis, dan S…

Kyai Dibentak-Bentak Anggota Ormas Di Pasuruan, Ustadz Felix Siauw: Persekusi Lagi



Senin, 24 Agustus 2020

Faktakini.net

felix siauw: Persekusi Lagi

Coba sejenak berpikir, sejenak lupakan tentang HTI, IM, FPI, Wahabi, Persis, Hidayatullah, NU, Muhammadiyyah. Kita adalah Muslim sebelum semuanya itu. 5 rukun Islam, 6 rukun iman. Kiblat shalatnya ke Ka'bah, mengakui 4 madzhab fiqih, aqidah ahlusunnah wal jama'ah

Atau andaipun kita mengabaikan agama, bukankah kita tetap manusia? Menyukai keindahan dan membenci keburukan, menyukai adab dan akhlak yang mulia, terganggu dengan kekerasan, kekasaran, dan kebencian

Apakah pantas kelakuan membentak-bentak, menuduh, memaksakan pendapat, mempersekusi, mengancam, sewenang-wenang, jumawa dan merasa hebat?

Terlebih lagi dari sudut pandang agama, apakah boleh memperlakukan saudaranya Muslim dengan tidak pantas?

Inilah wajah ormas tertentu, yang memimpikan persatuan dengan menuduh-nuduh selain mereka, membakar yang tak sepakat, mempersekusi yang berbeda, memperjuangkan kedamaian dengan keras hati dan berbuat kekerasan. Setelah melakukan semuanya, merasa dihina, dibully, direndahkan. Mau dihargai tapi anti-menghargai

Paling suka marah-marah, lalu pasang status "Islam itu ramah-ramah bukan marah-marah". Tak terima perbedaan yang wajar dalam ber-Islam lalu posting "Intoleransi harus dibasmi". Diam ketika Pancasila mau diubah tapi bangga teriak "Bela Pancasila". Kicep ketika ada gerakan separatis tapi koar-koar "Bela NKRI Di Garis Terdepan". Gombal main hakim sendiri, lalu teriak "Indonesia Negara Hukum". Yang lebih lucu, sering ngomel "Jangan Suriahkan Indonesia", tapi paling demen main kekerasan, dan diem sama partai yang hobi kekerasan, atau malah temenan?

Yang paling lucu, menyamakan HTI dengan PKI. Ahsudahlah, males bahasnya

Jadi sebenarnya, Ketuhanan mana yang mereka akui? Kemanusiaan mana yang dihargai? Persatuan mana yang diperjuangkan? Pemerintahan mana yang dihormati? Keadilan mana yang ditunjukkan?

Tapi, jangan lelah merajut ukhuwah, bagi saya, sejauh apapun perjalanan memintal persatuan Muslim, sesulit dan sesusah apapun, persaudaraan kaum Muslim itu kelak bukan hanya kita nikmati di dunia, tapi juga di akhirat. Mohon doakan saudara kita yang sekarang suka marah-marah dan mempersekusi itu, semoga Allah melembutkan hati mereka 😶😶😶

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…