Langsung ke konten utama

Featured Post

Ilham Aidit Putra PKI: G 30 S/PKI Itu Film Tendensius, Abal-Abal, Jahat Dan Membuat Kisruh Bangsa!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - PA 212, FPI dan GNPF Ulama menyerukan nonton bareng film pemberontakan G 30 S / PKI. Namun karena kembali tingginya kasus Covid-19, seruan itu berubah menjadi seruan untuk pemutaran film di seluruh stasiun televisi nasional, serta menonton dari HP masing-masing.

Gatot Nurmantyo juga mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena menginstruksikan jajarannya untuk memutar kembali film Pengkhianatan G 30 S/PKI.

MUI melalui Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menganjurkan seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia menyaksikan film Pengkhianatan G30S/PKI. Hal ini supaya seluruh bangsa Indonesia paham dan mengerti bagaimana kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1948 dan 1965.

"Hal ini sangat penting agar seluruh bangsa Indonesia memahami sejarah bangsanya di masa yang lalu, karena sebuah bangsa yang tak paham akan sejarahnya maka bangs…

KH Luthfi Bashori: Sholat Dzuhur Setelah Jum'atan?



Rabu, 19 Agustus 2020

Faktakini.net

SHALAT DZUHUR SETELAH JUM`ATAN ?

Taushish: KH. Luthfi Bashori.
Transkrip: Rizal Affandi

Ada pertanyaan, apakah setiap setelah shalat Jumat itu ada i’adah atau tambahan shalat dhuhur?

Ini kadang-kadang sebagian orang bertanya karena mereka melihat juga, ada beberapa orang yang melaksanakan begitu, yaitu setelah shalat Jumat di Masjid kemudian melaksanakan shalat Dhuhur.

Jadi begini, kalau menurut Mazhab Syafi`i, mohon maaf saya selalu berbicara dalam madzhab Syafi`i, bahwa bilamana shalat Jumat itu dilaksanakan sesuai dengan rukun dan syaratnya, maksudnya bilamana rukun dan syaratnya itu sudah terpenuhi, maka tidak wajib untuk i’adah atau mengulang shalat Dhuhur, begitu yang semestinya.

Tapi andaikata ada rukun dan syaratnya shalat Jumat itu yang dirasa tidak terpenuhi, dan makmumnya tahu jika ada yang tidak terpenuhi dalam rukun dan syaratnya, maka hendaklah yang tahu ini i`adah atau mengulang shalat Dhuhur.

Atau juga misalnya dalam jumlah, jumlah yang wajib orang melaksanakan shalat Jumat itu 40 orang, tapi kadang-kadang misalnya masjid di satu perumahan yang mana masjid perumahan itu di saat waktu mudik, tiba-tiba tidak ada penghuninya karena mereka pada mudik.

Misalnya, jika ternyata yang ikut shalat Jumat hanya 25 orang, maka hendaklah setelah shalat Jumat diadakan i’adah atau mengulang dengan shalat Dhuhur berjamaah di masjid tersebut, ihthiyathan (demi kehati-hatian), karena jumlah dari penduduk setempat yang hadir saat itu tidak memenuhi syarat.

Tapi kalau misalnya sudah sempurna, ya tidak perlu mengulang atau menambah shalat Dhuhur lagi, karena tidak ada perintah untuk i’adah atau mengulang shalat Dhuhur seperti itu.

Karena apa?
Karena shalat Jumat yang sempurna itu berkedudukan sebagai pengganti shalat Dhuhur, begitu yang sesungguhnya.

Jadi kalau hari Jumat tidak ada yang namanya shalat Dhuhur bagi kaum laki-laki, tapi adanya ya shalat Jumat.

Sekali lagi kecuali kalau terjadi adanya `pelanggaran` di dalam masalah rukun dan syarat pelaksanaan shalat Jumat, misalnya bacaan Imamnya tidak fasih sampai mukhil atau merusak arti, dan ada orang yang paham masalah ini, maka dianjurkan shalat i`adah Dhuhur setelah shalat Jumat, bagi para makmum yang paham hukum.

Atau seperti tadi jumlahnya tidak memenuhi syarat. Atau misalnya tatkala shalat Jumat, tiba-tiba imamnya batal karena kentut, maka bilamana sang Imam itu tidak memberitahukan tapi ada makmum yang tahu, maka hendaklah yang tahu itu menambah shalat Dhuhur.

Jadi intinya, pelaksanaan i’adah shalat Dhuhur itu dilakukan, karena ada kejadian-kejadian tertentu saja. Bukan setiap setelah shalat Jumat kemudian harus mengulang dengan shalat Dhuhur, tidak begitu ajaran hukum Islam.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…