Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Seruan Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020

Rabu, 30 September 2020
Faktakini.net, Jakarta - Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020
Klik video:


Ketenangan Ismail Yusanto Bantah Tudingan Kelompok Anti Khilafah Di Acara tvOne



Sabtu, 29 Agustus 2020

Faktakini.net

Seperti biasa selalu MUSTANIR
Argumentasi yang kokoh, tegas dan jelas. Tidak mutar-mutar kesana kemari yang justru makin dijelaskan makin kabur untuk dipahami. Kembali Ustadz Ismail Yusanto menunjukkan dengan tegas bahwa Khilafah merupakan Ajaran Islam

Dalam Acara Apa Kabar Indonesia Malam, TVOne,Kamis 27 Agustus 2020, host bertanya, "Buat publik, film ini ada yang terselip propaganda HTI bukan dengan fakta sejarah Pak Ismail Yusanto?"

Jawaban Pak Ismail Yusanto, "Baik, Bismillah irahmanirrahim,
Assalamualaikum wr.wb. Yang pertama, pastikan bahwa semuanya sudah melihat film itu,

Pak Marsyudi Syuhud sudah mirsani dereng?(pak Marsyudi Syuhud sudah melihat belum?)

Nah itu, maka penting untuk memastikan bahwa semua sudah lihat sebelum berkomentar. Bahwa disana, di film itu, berusaha untuk menunjukkan bahwa ada jejak Khilafah di Nusantara baik di dalam konteks kalau bahasa kita itu link up dari kesultanan-kesultanan di Nusantara kepada Khilafah baik itu Khilafah Utsmani bahkan juga Khilafah umawi maupun link down dari mereka ke kita.

Jadi, ini memang betul- betul prespektif sejarah gitu dan dalam film itu ditunjukkan, memang ada bukti-bukti sejarah untuk bisa mengatakan ada Jejak Khilafah di Nusantara, itu satu.

Kemudian yang kedua, tadi ditanyakan apa ada propaganda. Apa yang dimaksud dengan propaganda disitu?

Kalau dakwah pasti ada. Karena kita itu sebagai seorang Muslim punya kewajiban untuk berdakwah. Berdakwah itu menyampaikan ajaran Islam. Khilafah itu bagian dari ajaran Islam.

Nah karena itu, sebenarnya berpulang kepada kita, bagaimana kita memilih film itu. Karena itu penting sekali untuk memastikan bagi kita itu sudah melihat film itu.

Dan film itu berusaha seobjektif mungkin. Kalau ada kadar sebutlah dakwah, disitupun juga dakwah di dalam konteks menunjukkan bahwa ajaran Islam itu, ajaran Islam mengenai khilafah itu, itu juga pernah dipraktekkan. Bahkan dipraktekkan, dijalankan bukan hanya di dalam satu lingkup kecil tapi mencapai atau melingkupi berbagai wilayah sampai ke wilayah Nusantara".

*From fb Nabila Zidane

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …