Langsung ke konten utama

Featured Post

Dr Masri Sitanggang: Melawan Komunisme

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

_*Seri Komunis 01_*

*MELAWAN KOMUNISME*

Oleh : *Dr. Masri Sitanggang*

Komunisme itu paham, bukan organisasi dan bukan pula nasab. Orang bisa saja menjadi komunis tanpa harus terdaftar sebagai anggota organisasi komunis seperti PKI, misalnya; atau bukan pula dari keturunan anak komunis. Jadi, jangan salah sangka. Orang berfaham (lebih tepat lagi ideologi) komunis bisa berada di organisasi apa saja; mulai dari organisasi sosial kemasyarakatan, propesi , keagamaan sampai organisasi partai politik. Begitu juga soal nasab, anak yang lahir dari seorang alim pun bisa jadi terjangkit faham komunis dan sebaliknya anak seorang komunis belum tentu juga sepaham dengan komunis.

_“Dik Gaffar, kamu ajari saya agama, nanti kamu saya ajari Marxisme,”_ kata Sukarno satu ketika. Yang dipanggilnya “dik Gaffar” adalah A. Gaffar Ismail, ayah dari Taufiq Ismail, dokter hewan yang lebih dikenal sebagai penyair itu. Taufiq Ismail menceritakan kisah persahabatan So…

Jika Prabowo 2024 Nyapres Lagi, Ustadz Munarman: Enggak Bosen-Bosen?



Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Haji Munarman merasa heran jika Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menerima keinginan kader partainya untuk maju lagi sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang

Sebab, kata Ustadz Munarman, eks Danjen Kopassus itu sudah empat kali berupaya menjadi presiden RI, diawal ikut konvensi capres Partai Golkar jelang Pilpres 2024 silam.

"Lah, enggak bosen-bosen apa 20 tahun menyalonkan mululu," kata Haji Munarman dalam pesan singkat kepada jpnn, Selasa (11/8/2020).

Namun, kata Ustadz Munarman, FPI belum menentukan sikap seandainya Prabowo benar maju di Pilpres 2024.

FPI belum berpikir urusan politik Pilpres 2024 karena waktunya masih lama.

"Nantilah, masih jauh itu," ungkap Ustadz Munarman singkat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memperkirakan Prabowo Subianto akan maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Terlebih lagi, Prabowo mendapatkan dukungan dari kader partainya setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra.

"Prabowo sudah dipastikan akan maju lagi, 99,9 persen akan maju lagi. Oleh karena itu, langkah pertama menjadi Ketum Gerindra lagi dan kedua, massanya atau kader Gerindra, memintanya maju jadi capres lagi," kata Ujang dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Senin (10/8).

Menurut Ujang, Prabowo tidak bakal menjadi "king maker" di dalam Pilpres 2024 dengan mendukung tokoh lain.

Kontestasi Pilpres 2024 harus dimaksimalkan Prabowo karena menjadi kesempatan terbaik bagi dirinya untuk menjadi presiden.

"Prabowo tak akan jadi king maker di 2024. Di Pilpres 2024 adalah the last battle bagi Prabowo," ucap dia.

Menurut dia, tidak ada kata malu dalam politik, meski Prabowo sudah tiga kali maju berkontestasi di Pilpres.

Toh, aturan hukum tidak melarang seseorang maju sebagai capres dalam empat kesempatan.

"Tak ada kata malu dalam politik. Makanya akan maju lagi. Pertama, tak ada aturan yang melarang. Kedua, penasaran belum pernah menang, Ketiga, di Pilpres 2024 tak ada incumbent," beber dia.

Foto: Haji Munarman

Sumber: jpnn.com

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…