Langsung ke konten utama

Featured Post

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net

Ada yang Bayar Buzzer untuk Bully Anies Terkait PSBB, Lutfi Ubaidi: Dungu Jangan Diternak

Akibat penerapan Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibully sekelompok orang. Menurut keterangan dari warganet termasuk dari pemerintah pusat juga ikut-ikutan bully Anies.

Pemilik akun face-book Lutfi Ubaidi mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah karena juga ikut-ikutan bully Anies dengan buzzer bayaran.

Ia mengatakan bahwa Surabaya dalam kasus Covid-19 diberlakukan sebagai zona hitam. Namun, tidak ada yang protes terhadap Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya soal penanganan Covid-19.

"Surabaya hitam, mereka diam, gak ada yg nyuruh risma mundur," ungkap Ubaidi.

Begitu juga yang terjadi di Sragen dan Semarang diminta untuk injak rem darurat oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah. Juga tidak ada yang kritik Ganjar soal penanganan Covid-19.

"Sragen kritis, dan S…

HOS Tjokroaminoto Sang Pejuang Khilafah



Sabtu, 22 Agustus 2020

Faktakini.net

HOS TJOKROAMINOTO,
Sang Pejuang Khilafah…

Kaum Muslim saat ini, sedikit sekali yang tahu bahwa ternyata Tjokroaminoto adalah seorang ulama yang menyadari bahwa kaum Muslim wajib bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah yang menerapkan Syariah Islam secara kaffah.

Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, begitulah nama lengkapnya. Lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 6 Agustus 1882. Ia adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama RM Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintah saat itu. Kakeknya RM Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo.

Meski keturunan Soesoehoenan Pakoe Boewono II, ia bukanlah seorang priyayi yang tunduk patuh pada penjajah, bukan pula penganut Islam abangan. Karena ia adalah salah seorang ulama yang peka bahwa negerinya sedang dijajah, maka pada Mei 1912, ia bergabung dengan ormas Sjarikat Islam.

Dalam wadah tersebut ia gigih melawan penjajahan Keradjaan Protestan Belanda sehingga menjadi ulama yang sangat karismatik dan berpengaruh di Nusantara.

Saat itu, Keradjaan Protestan Belanda terus berupaya memberangus setiap upaya kebangkitan kaum Muslim untuk melawan penjajahan dan membuat makar agar kaum Muslim di Nusantara semakin menjauh dari Khilafah dan merasa bukan bagian dari umat yang satu di bawah panji Laailahaillallahu Muhammadarrasulullah.

Namun, semangat Tjokroaminoto untuk membela Syariah dan Khilafah tidak pernah pudar. Maka, tatkala Khilafah Islamiyah dihancurkan Inggris, melalui konspirasi jahatnya dengan Mustafa Kemal Laknatullah pada 3 Maret 1924, dunia Islam mengalami kegoncangan.

Upaya-upaya menegakkan kembali Khilafah pun dilakukan. Tidak ketinggalan juga ulama-ulama dari Indonesia, termasuk Tjokroaminoto. Pada 1 Juni 1926, diselenggarakan Kongres Khilafah di Mekah. Saat itu Indonesia mengirimkan 2 orang utusan, yaitu HOS Tjokroaminoto (Central Sjarikat Islam) dan KH Mas Mansur (Muhammadiyah).

Penunjukan mereka ditetapkan dalam Kongres Al Islam ke-4 di Yogyakarta (21-27 Agustus 1925) dan Kongres ke-5 di Bandung (6 Februari 1926). Mereka berdua berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya, dengan kapal Rondo dan dielu-elukan oleh masyarakat. Sesampainya di Tanjung Priok, Jakarta, banyak pemimpin Islam yang menyambut mereka, bahkan memerlukan diri datang ke pelabuhan.

Sikap itu lahir dari keyakinan bahwa Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum Muslim. Umat Islam saat itu memandang Sultan Turki sebagai Khalifah. Bahkan Tjokroaminoto menyatakan bahwa khalifah bukan semata-mata untuk umat Islam di jazirah Arab, tetapi juga bagi umat Islam di Indonesia.

Ditegaskannya pula bahwa khalifah merupakan hak bersama sesama Muslim dan bukan dominasi bangsa tertentu. Lebih tegas lagi, Tjokroaminoto juga menyatakan selain dua kota suci Mekah dan Madinah, khalifah adalah milik umat Islam sedunia.

Makanya ia begitu semangat agar umat Islam di Indonesia mengutus perwakilannya ke Kongres. Tujuannya untuk “mempertoendjoekan moeka terhadap oemat Islam sedoenia”, dan “melakoekan segala oesaha jang ditimbang bergoena bagi oemat Islam di negeri kita”. Di samping itu, mencari keterangan mengenai kelanjutan pemilihan khalifah.

Ia memahami betapa vitalnya peranan khalifah bagi umat Islam. Maka, ia menganalogikan umat Islam laksana suatu tubuh. Karenanya, bila umat Islam tidak memiliki khalifah maka, “seolah-olah badan tidak berkepala”.

Namun sangat disayangkan pada Kongres Khilafah yang ke-2, saat itu Nusantara diwakili Hadji Agoes Salim (Sjarikat Islam) hasilnya sangat mengecewakan dan berdampak buruk hingga detik ini.

Pasalnya tuan rumah yakni, Raja Saud, yang merupakan antek penjajah Inggris itu, tidak menginginkan dibicarakannya masalah khilafah dalam kongres tersebut. Sehingga kongres tersebut gagal.

Penentang Penjajah

Tidak aneh bila Saud bersikap demikian, karena jauh hari sebelum Khilafah Turki Utsmani roboh, pada saat ia menjadi Wali (Gubernur) salah satu wilayah di Timur Tengah (kini wilayah tersebut disebut Kerajaan Saudi Arabia) ia bersekongkol dengan Keradjaan Protestan Inggris untuk memberontak kepada khalifah kemudian menyatakan diri sebagai raja.

Sedangkan di Indonesia, menurut sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara, umat Islam menjadi tertindas diakibatkan kehilangan 40 kekuasaan politik Islam atau kesultanan. Dilemahkan eksistensinya dengan cara dipaksa untuk menandatangani Korte Verklaring (Perjanjian Pendek).

Sehingga, meski tetap bergelar sultan, namun tidak lagi memiliki kekuasaan politik dan kekuasaan ekonomi. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan istana, bersama kerabatnya, sultan terima gaji dari pemerintah kolonial Belanda.

Dalam kondisi sosial politik seperti itulah Tjokroaminoto bangkit membangun kesadaran umat untuk melawan penjajahan Belanda. Maka ia pun berseru:

“Tidak bisa manoesia mendjadi oetama jang sesoenggoeh-soenggoehnja, tidak bisa manoesia mendjadi besar dan moelia dalam arti kata jang sebenarnja, tidak bisa ia mendjadi berani dengan keberanian jang soetji dan oetama, kalau ada banjak barang jang ditakoeti dan disembahnja.

Keotamaan, kebesaran, kemoeliaan, dan keberanian jang sedemikian itoe, hanjalah bisa tertjapai karena “Tauhid” sahadja. Tegasnja, menetapkan lahir batin: Tidak ada sesembahan, melainkan Allah sahadja.”

Ia pun mengkristalisasi ajaran Rasulullah SAW ke dalam paradigma Lima K yakni kemauan, kekuatan, kemenangan, kekuasaan, dan kemerdekaan. Cita-cita persatuannya ialah Innamal Mukminun Ihwatun dan motto juangnya adalah Billahi fi Sabilil Haq.

Tjokroaminoto memprioritaskan membangun kekuatan dari kemauan umat. Nusantara Indonesia boleh saja diduduki oleh penjajah, tetapi tidaklah berarti telah terkalahkan pula kemauan umat Islam sebagai mayoritas rakyat Indonesia. Apabila umat Islam telah bangkit kemauannya maka akan memiliki kekuatan yang tidak terhingga.

Penjajah memahami itu, bahkan merumuskan terori yang disebut dengan teori Carl von Clausewitz, On War, bahwa untuk memenangkan perang, maka yang harus diutamakan dan dijadikan target serangan adalah destruction of the enemy’s will (penghancuran kemauan lawan).

Maka dengan Sjarikat Islamnya, Tjokroaminoto berhasil membangun kemauan umat untuk melawan penjajahan Belanda. Saat ini Belanda telah pergi, namun Indonesia belum benar-benar merdeka karena masih dijajah oleh Amerika.

Lantas sekarang rakyat Indonesia maunya apa?
Tunduk patuh pada Amerika atau China dll atau bangkit melawan dengan menegakkan Syariah dan Khilafah agar menjadi bangsa yg berdaulat?

joko prasetyo/media-umat.com

#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahSolusiTuntas

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…