Langsung ke konten utama

Featured Post

Pasir dan Air Mauk Menjadi Saksi Bisu Kebengisan PKI Membunuh Otto Iskandar Dinata

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta – Jasad Otto Dilarung Setelah Kepalanya Dipenggal. Tanyakan kepada pasir dan air Pantai Mauk, Tangerang, yang menjadi saksi bisu atas aksi Ubel-Ubel Hitam. Deru ombaknya memberi pesan dan cerita tentang nasib tragis seorang Otto lskandar Dinata. Sebuah peristiwa yang nyaris hilang ditelan ombak.

Dikisahkan seorang nelayan kecil bernama Jamidi, bertinggal di tepi Pantai Ketapang, Mauk, Tangerang. Karena kepolosannya, dia tidak tau menahu apa pun kehidupan Jakarta pada masa perjuangan kemerdekaan 1945. Yang diketahuinya hanyalah laut yang maha luas. Ombaknya yang keras dan ikan yang harus kutangkap sebanyak-banyaknya untuk makan anak dan istriku.

Laskar Ubel-Ubel Hitam

Sore itu, di bulan Oktober 1945, saat berangkat menangkap ikan, ia (Jamidi) mendengar perbincangan di warung kopi. Orang-orang membicarakan bahwa Pemerintah RI di Tangerang yang dipimpin oleh Bupati Agus Padmanegara, dihancurkan oleh Usman.

Usman adalah komunis yang me…

HILMI - FPI Pamekasan Renovasi Rumah Janda Tua Berusia 76 Tahun Di Jungcangcang



Senin, 31 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari Ahad, 30 Agustus 2020 HILMI Madura & FPI pamekasan merenovasi salah satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dikabupaten pamekasan madura.

Sebuah keluarga di jalan Masjid Bagandan kecamatan Pamekasan kab Pamekasan RT/RW 02/04 kelurahan Jungcangcang, menghuni sebuah rumah tua yang sudah tak layak huni. Rumah itu dihuni oleh Ibu Sallamah 76 Th janda purnawirawan TNI yang menghidupi kedua anaknya.

Keluarga ini terpaksa tinggal dengan keadaan tersebut karena tidak mampu untuk membangun rumah yang layak. Jangankan untuk membangun rumah, makan sehari-hari pun kesulitan.

Alhamdulillah Melalui HILMI Madura dan FPI Pamekasan kini rumah tua tersebut diperbaiki sehingga layak untuk dihuni. Ketua HILMI Kabupaten Pamekasan bersama FPI Pamekasan mengutus beberapa anggotanya untuk bahu membahu memperbaiki rumah tersebut.

H. Saiful selaku ketua HILMI Madura menuturkan, “Ini adalah bentuk kepedulian kami dari FPI kepada masyarakat yang membutuhkan, dan Kami berharap semua elemen masyarakat khususnya pemerintah agar dapat bahu membahu memikirkan / membantu kepada masyarakat yang tidak mampu seperti ibu ini.”

Selama proses pembangunan, sallamah bersama kedua anaknya tinggal disalah satu tetangganya yang tidak jauh dari lokasi.

Ustadz Abdul Halim salah satu pengurus FPI Pamekasan menambahkan kegiatan ini adalah sukarela.

"Ini adalah sukarela. Semua biaya untuk perbaikan kami yang menanggung. Semoga ibu sallama dapat tinggal dirumah yang lebih baik lagi nantinya dan kami berharap kami dapat terus membantu masyarakat yg membutuhkan Insya Allah".

Sumber: fpimadura.com






Klik video:




Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…