Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Relawan FPI Jabar Bersihkan Rumah Umat Kristen Korban Banjir Di Cicurug Sukabumi

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat banjir ini, luapan sungai Cibuntu menghanyutkan mobil, meruntuhkan jembatan dan menjebol bangunan warga, termasuk pabrik Aqua dan lainnya.

Banjir bandang luapan sungai Cibuntu tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB atau setelah kawasan Cicurug Kabupaten Sukabumi dilanda hujan deras selama beberapa jam.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

Hak-Hak Non-Muslim di Daulah Utsmani (Devlët Osmanlı)




Senin, 31 Agustus 2020

Faktakini.net

Hak-Hak Non-Muslim di Daulah Utsmani (Devlët Osmanlı).

Sama halnya seperti Kesultanan Muslim sebelumnya, Utsmani menunjukkan toleransi dan penerimaan yang besar terhadap komunitas non-Muslim di wilayah Daulah mereka. Hal Ini bersumber terhadap hukum Islam yang ada mengenai status masyarakat non-Muslim di suatu wilayah kekhalifahan islam. Mereka dilindungi, diberi kebebasan beragama, dan bebas dari penganiayaan, menurut Syariat. Salah satu kebijakan pertama dari ini adalah Perjanjian dari Khalifah Sayidina Umar bin al-Khattab, di mana ia menjamin orang-orang Kristen di Yerusalem serta kebebasan dalam agama.

Contoh pertama ialah ketika Ottoman juga mengelola komunitas besar Masyarakat Kristen adalah setelah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1453. Konstantinopel secara historis menjadi pusat dunia Kristen Ortodoks, dan waktu itu pun juga masih memiliki populasi Kristen yang besar. Ketika Kesultanan tumbuh ke Eropa, semakin banyak non-Muslim yang datang di bawah otoritas Ottoman. Misalnya, pada 1530-an, lebih dari 80 % populasi di Eropa Utsmani bukanlah Muslim. Untuk menangani masalah-masalah baru Utsmani ini, Fatih Sultan Mehmed melembagakan sistem baru, yang kemudian disebut sistem millet.

Di bawah sistem ini, setiap kelompok agama diorganisasikan ke dalam millet. Millet berasal dari kata Arab untuk "bangsa", yang menunjukkan bahwa Ottoman berperan sebagai pelindung dari banyak negara & bangsa. Setiap kelompok agama dianggap sebagai Milletnya sendiri, dengan saat itu sekaligus memengaruhi banyaknya Millet yang ada di Kesultanan. Misalnya, semua orang Kristen Ortodoks di Kesultanan Ottoman dianggap sebagai satu millet, sementara semua orang Yahudi membentuk millet lain.⁣

Setiap millet diizinkan memilih figur tokoh agamanya sendiri untuk memimpin mereka. Dalam kasus Gereja Ortodoks (Gereja terbesar di Kesultanan Ottoman), Patriark Ortodoks (Uskup Agung Konstantinopel) adalah pemimpin terpilih dari millet. Para pemimpin millet diizinkan untuk menegakkan aturan agama mereka sendiri pada orang-orang mereka.

HUKUM ISLAM TIDAK MEMILIKI YURISDIKSI ATAS NON MUSLIM DI KESULTANAN UTSMANI.

Dalam kasus kejahatan, orang akan diberi hukuman sesuai dengan aturan agama mereka sendiri, bukan aturan Islam atau aturan agama lainnya. Misalnya jika ada seorang Kristen yang mencuri, dia harus dihukum sesuai hukum dalam agama Kristen itu sendiri, begitu oula jika ada Yahudi yang berbuat kriminal, diapun harus dikembalikan kepada hukum Yahudi.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…