Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Relawan FPI Jabar Bersihkan Rumah Umat Kristen Korban Banjir Di Cicurug Sukabumi

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat banjir ini, luapan sungai Cibuntu menghanyutkan mobil, meruntuhkan jembatan dan menjebol bangunan warga, termasuk pabrik Aqua dan lainnya.

Banjir bandang luapan sungai Cibuntu tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB atau setelah kawasan Cicurug Kabupaten Sukabumi dilanda hujan deras selama beberapa jam.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

Buya Hamka: "Mengapa Kaum Komunis Tak Gentar Menghadapi Maut?"



Sabtu, 22 Agustus 2020

Faktakini.net

Mengapa dengan gagahnya Sudisman dan Njoto (tokoh PKI, -pen) berdiri tegak mendengarkan MahMilLub membacakan vonis hukuman mati bagi dirinya. Bahkan Njoto sempat melantunkan syair Tagore, “Daun-daun kering berguguran untuk menumbuhkan daun-daun muda yang segar”, lalu dengan gagah berani dan mata tak berkedip dia menunggu keputusan hukuman mati. Di bibirnya tersungging senyum sinis.

Mengapa demikian berani orang² itu menghadapi maut? Padahal pokok kepercayaan mereka adalah tidak mempercayai sama sekali adanya Tuhan dan hari kiamat…

JAWABNYA adalah, karena mereka mendalami pengertian terhadap cita² IDEOLOGI. Mereka tidak mempercayai hal ghaib, padahal ideologi itu sendiri adalah ghaib...

Mengapa diantara Umat Islam di negeri kita ini masih jarang terlihat yang demikian?

Kalau kita katakan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, mengapa jarang kita temukan pemimpin yang konsekuen dengan pendiriannya?

Malahan ada yang tidak malu² berkawan dengan komunis untuk menghantam sesama Islam. Mengapa banyak yang mengingkari janji dan “bai’at”nya dengan kawan seagama, hanya se-mata² untuk kemenangan politik sementara?

SEBABNYA adalah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita², sebagaimana orang² Komunis itu.

Islam telah kita terima sebagai agama, dan kita marah jika dikatakan tidak Islam. Tetapi Islam itu seniri belum kita resapkan dalam jiwa. Kita belum merasakan lezatnya iman dan nikmatnya ideologi. Kita masih DIPERBUDAK oleh hawa nafsu dan materi…

Yang Pertama dan Utama dalam menegakkan suatu ideologi bukanlah mesti bergelar “alim”, bukan ahli fiqih dan bukan pula titel kesarjanaan. Semua itu hanya kulit luar… Tetapi yang pertama dan utama adalah “quwwatil khulqi” (Kekuatan Karakter), yaitu kuatnya mental serta moral.

Dimana letak kesalahan kita?
Sebabnya ialah, selama ini kita hanya bertengkar soal Furu’, soal hukum bersentuhan kulit lelaki dengan perempuan, soal melafalkan niat, dst… Namun intisari agama itu sendiri tidak pernah dirasakan.

Selalu kita me-nyebut² pendapat² Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi'i dan Imam Hambali, tetapi kurang sekali kita melihat kepada suka-duka pribadi mereka dalam menegakkan kebenaran…

Orang yang dapat menghapal qala Ta’ala, qala Rasulullah, menurut Imam Syafi’i demikian, menurut Imam Hanafi begitu, belum tentu dapat mempertahankan agama kalau tidak memiliki kekuatan karakter. Orang yang demikian mudah saja disuruh membuat fatwa guna “menghalalkan” perbuatan yang haram dari seorang diktator.

Kepada yang diatas (penguasa), orang² seperti itu selalu kalah dan mengalah, tetapi kepada kawan sendiri mereka sanggup menang berpolitik.

Adakah kita yang bersorak sorai mengaku membela madzhab yang empat berani meniru, meneladani keempat imam ini dalam hal Keteguhan Pendirian?

Tidak ada atau jarang sekali, sebab dalam hal agama, selama ini kita bertengkar tentang “kulit”, tetapi enggan “menelan isi”.

Oleh sebab itu maka jika seorang diktator berkuasa, orang yg seperti inilah yang disenangi.

Kamu Angkatan Muda, jauhilah hal² seperti itu. Inilah yang merugikan kita ber-tahun² lamanya, sehingga cita² Islam tidak bisa tegak, karena kita kekurangan manusia yang berkarakter.

Maka kalau orang Komunis seperti Sudisman berdiri tegak dengan wajah tenang menghadapi hukuman mati. Kalau Njoto masih sempat bersyair ketika mendengarkan vonis kematiannya. Padahal mereka hendak menghancurkan agamamu. Mengapa kamu yang mempertahankan Tuhan dan menjaga agama merasa ragu menghadapi segala kemungkinan dalam keyakinan?

Ya, betapa dahsyatnya cita-cita ideologi. Orang² Komunis bercita cita mendirikan negara komunis, orang² Sekuler wajar mendirikan negara Sekuler, tapi lucu Kalo umat Islam tidak bercita-cita menegakkan negara berdasarkan Syari'at Islam. Dimana cita-cita agamamu/ideologimu ?!

Disarikan dari tulisan Buya Hamka dalam rubrik dari hati ke hati, judul; ”Benamkan Diri Kedalam Cita-cita” dengan proses penyuntingan.

https://monasnews.com/2020/08/10/hamka-mengapa-kaum-komunis-tak-gentar-menghadapi-maut/

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…