Langsung ke konten utama

Featured Post

Wahai Dunia, Oleh: Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa

Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net

WAHAI DUNIA

oleh : Alhabib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa
-
Wahai Dunia, Wahai dambaan di setiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja. Mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para Raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satu pun dari mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja. Maka para pecintamu menin…

Boedi Djarot Cs Dungu Tak Berkesudahan, Puluhan Poster HRS Kini Terbentang Dimana-Mana



Sabtu, 1 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta

Dungu Tak Berkesudahan.
Puluhan Poster Sang Habib Kini Terbentang Dimana-mana.

Beberapa tahun lalu saya agak lupa tahun berapa persisnya.

FPI melakukan demo ke Istana Negara, meminta pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Dijalan melewati Monas mereka diprovokasi oleh kelompok orang yang secara mendadak mengadakan aksi peringatan lahirnya Pancasila.

Terjadilah bentrokan dan ramailah pers memberitakan. Posisi saya saat itu sedang melaksanakan ibadah umroh.

Dalam diskusi diruang makan di hotel ketika bertemu sesama Jamaah Umroh lainnya, sebagian menyatakan bahwa kali itu akan habislah FPI. Semua media memberitakan secara tak berimbang dan FPI dihabisi secara pemberitaan.
Sayapun berfikir akan demikian, setidaknya FPI tak akan mendapat pembelaan berarti mengingat framing media yang luar biasa.

Sekembalinya dari Umroh masalah itu masih hangat, sebuah saluran tv membuat polling dengan dua pilihan antara yg ingin FPI bubar dengan yang Tak setuju. 63% memilih tidak setuju FPI dibubarkan.

Dari Jakarta Pusat (Senen) saya menuju kantor dibilangan Jakarta Timur. Sepanjang saya melewati jalan raya menuju Condet, mulai Keramat Raya, Otista raya sampai dengan Dewi Sartika.

Dimulut - mulut jalan depan Keramat Sentiong, Keramat Lontar, Salemba Bluntas, Salemba Tengah, Pal Meriam, jalan Pedati, jalan H Yahya dan seterusnya. Terbentang spanduk berisi, dukungan pada FPI dan Habib Rizieq Shihab. Spanduk - spanduk yang dipasang dimulut-mulut jalan itu tak ada yang seragam dan bukan cetakan digital printing seperti sekarang. Melainkan sablonan biasa dan sebagian lainnya menggunakan Pilox. Yang dibuat dengan spontanitas masyarakat disekitar situ tanpa ada kalimat yang seragam satu sama lain diantara muka-muka jalan yang saya lewati.

Pemberitaan media tak berpengaruh pada masyarakat Jakarta, terutama dimuka di Jalan2 yang saya lewati. Dimasa itu belum ada 212, belum ada orang bernama Ahok yang menjadi musuh bersama banyak orang, karena karakternya yang suka menantang orang lain.

Dugaan saya dan para jamaah umroh ketika dimekah 100% meleset. Dukungan pada FPI dan Habib Rizieq tak berkurang bahkan menguat setelah media memframing sedemikian rupa.

Beberapa hari lalu sekelompok pecundang yang beraninya hanya dengan poster melakukan demo. Mereka berorasi melecehkan Habib Rizieq Shihab sambil melecehkan posternya kemudian berusaha membakarnya yang tak bisa terbakar walau sudah dicoba berkali-kali.

Sehabis demo yang luar biasa gagahnya para pecundang itu melarikan diri entah ngumpet dikolong tempat tidur siapa. Rumah salah satu pemimpinnya didatangi oleh para pecinta Sang Habib yg telah kosong ditinggal penghuninya. Rumah itupun kemudian "disegel" oleh masyarakat yang datang.

Malam hari tadi saya melewati Manggarai, dari arah Jalan Saharjo menuju Manggarai ditengah Jalan diatas jembatan, terpampang poster sang Habib besar sekali, tak hanya itu, dimedia sosial tampak diberbagai tempat masyarakat secara spontan dengan biaya mereka sendiri mendirikan Poster Habib Rizieq segede alaihim. Bahkan proses pemasangannya divideokan yang diikuti dengan ramai2 bertakbir.

Saya tak memahami bagimana kebodohan tak berkesudahan itu bisa terus menerus dipertahankan oleh mereka para liberal udik betotak dikit, yang sangat mungkin tak tahu dimana adanya nama2 jalan yang saya sebutkan diatas itu. Keramat Sentiong, Keramat Lontar, Pal Meriam, Pedati, H Yahya dsbnya. Karena sebagian besar dari mereka yang selalu ramai dimedsos tak jelas SMAnya dimana.

Bukan saja jalan-jalan di Jakarta mereka tak fahami tapi sosiologis masyarakat Jakartapun mereka jauh dari faham. 
Kebodohan yang tak bertepi melahirkan perlawanan yang sedemikian rupa, hingga para pecundang pergi kemanapun diberbagai tempat akan menemui Poster sang habib di pajang dimana-mana dengan ukuran yang luar biasa besar.

Tikus selamanya memang tikus tak akan jadi macan, namun macan tidur yang dibangunkan oleh Tikus. Suara mengaumnya akan demikian besar hingga para tikus itu sampai hari masih mengumpet entah dikolong tempat tidur siapa.

Geiz Chalifa

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …