Langsung ke konten utama

Featured Post

Alhamdulillah Silaturahmi FSI Banten Ke DPC FPI Sajira Berlangsung Sukses dan Berkah

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam acara silaturahmi, Front Santri Indonesia sekaligus memperkenalkan FSI sebagai sayap juang organisasi Front Pembela Islam dengan tujuan agar para santri mengetahui sepak terjang dan tantangan santri di era globalisasi untuk tetap teguh dan istiqomah sebagai garda terdepan menciptakan generasi ulama pemimpin negara di masa depan berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Di dalam acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh Kyai Abdurrahman Pamungkas M.Pd (Ketua DPC FPI Sajira), KH. Sa'id (Ketua DPC FPI Leuwidamar), Tubagus Ahmad Quzwini (Ketua PD FSI Banten) dan Ust Syuaebi (Wakil Ketua PD FSI Banten).

Acara yang berlangsung pada Jum'at (25/09/2020) di Pondok Pesantren Al-Mubasyirin, Kec. Sajira, Kab. Lebak Banten alhamdulillah berlangsung secara lancar dan berkah. Semoga FSI semakin terus melebarkan sayapnya untuk mensantrikan banten khususnya menjadi benteng Kuat agama dan negara.






Biografi Habib Ahmad bin Muhsin Alhaddar



Ahad, 16 Agustus 2020

Faktakini.net

Habib Ahmad bin Muhsin al-Haddar dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur tahun 1279 H. Ketika masih usia kanak-kanak, ia diajak pindah ke Hadramaut oleh orang tuanya. Awalnya beliau tinggal di Kota Inat, disana beliau belajar membaca al-Qur'an di Madrasah al-Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim dibawah asuhan Syekh Salik bin Awad Bahamud. Kemudian beliau mempelajari pengetahuan dasar agama kepada Ustad bin Zein Baabud.

Setelah itu beliau mulai menyelami luasnya ilmu pengetahuan kepada banyak ulama besar yang tersebar di Hadramaut. Diantaranya kepada
 Habib Idrus bin Umar al-Habsyi (Ghurfah),
Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (Sewun), Habib Muhammad bin Sholeh al-Attas (Amed), Habib Hasan bin Ahmad bin Sumaith (Shibam), Habib Abdullah bin Abu Bakar al-Attas (Huraidhah),
Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur Shahib Bugyah (Tarim),
Habib Thahir bin Umar al-Haddad (Gidun)

Selain itu, ia pernah berkunjung ke Nusantara untuk menuntut ilmu kepada beberapa alim ulama, yakni Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas (Bogor), Habib Abdullah bin Ali al-Haddad (Bangil), dan Habib Abdul Kadir bin Quthban (Mojokerto).

Beliau terkenal cerdas dan begitu bersemangat mencari ilmu, siang dan malam ia bergelut dengan kitab-kitab tanpa mengenal rasa jemu. Hingga akhirnya menjadi alim ulama yang disegani oleh banyak umat. Orang-orang pun berbondong-bondong untuk berguru kepadanya. Selama di Inat, belia memprakarsai perbaikan masjid jamik Syekh Abu Bakar bin Salim. Beliau juga membangun sebuah Mushalla Jabbanah (tempat shalat jenazah) di kota itu.

Setelah sekian lama dalan perantauan, Habib Ahmad bin Muhsin al-Haddar akhirnya memilih untuk menetap di Kota Mukalla. Di kota Mukalla inilah beliau menjadi "umdah" ummat, murid-murid beliau berasal dari berbagai penjuru negeri. Karena ketenarannya dan jasa-jasa inilah beliau dijuluki Shahib (pemilik) Mukalla.[]

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…