Anies: Saya Bisa Marah, Tapi Saya Tidak Biasa Marah-marah




Kamis, 27 Agustus 2020

Faktakini.net

Anies: Saya Bisa Marah, Tapi Saya Tidak Biasa Marah-marah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap alasannya selama ini menolak memarahi anak buahnya, apalagi melakukannya di muka umum. Dia menolaknya sekalipun mendapati ada anak buahnya yang terbukti salah dan melanggar.

Hal tersebut diungkapkan Anies dalam sebuah wawancara dengan Radio Silaturrahmi pada 08 Desember 2016 silam. Menurut Anies, ia biasa marah jika ada sesuatu yang ingin direncanakan, kemudian secara sengaja tidak dikerjakan oleh anak buahnya.

"Saya akan marah tapi saya tidak biasa marah-marah", ujar Anies dalam video yang berdurasi 3 menit tersebut.

Jika ada yang salah, Anies mengimbuhkan pihak yang bersangkutan akan dipanggil untuk mendapatkan keterangan. Dan ia tidak pernah marah di depan umum tidak juga memarahi orang di depan banyak orang sebab itu bukan menjadi bagian atau bahkan niat Anies.

Anies mengisahkan saat ia menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, ia pernah memanggil anak buahnya yang membuat statement di media tidak sesuai dengan garis.

"Jadi waktu saya di kementrian, kalau ada yang salah ya saya panggil kalo ada yang bikin statement di media dan tidak sesuai dengan garis ya saya panggil. Jadi kalo marah iya dan marah-marah insyaallah enggak", tutur Anies.

Menurut Anies, sebagai seorang pemimpin harus memiliki sikap yang tegas. Tegas yang dimaksud Anies ialah tegas dalam menindak setiap anak buahnya yang melakukan kesalahan dalam melaksanakan kebijakan. Apalagi, lanjut Anies anak buahnya tidak melakukan apa yang sudah direncanakan.

"Rencana harus dilaksanakan dan kalo tidak dilaksanakan dan anda tidak sanggup saya akan cari orang lain yang sanggup jadi saya ingin mengatakan dan menegaskan itu tanpa harus mempermalukan dan marah-marah", kata Anies.

Dan kalo ada situasi apapun, Anies biasa menanggapinya dengan senyuman. Jadi, Anies melanjutkan, apapun masalah nya tergantung bagaimana cara kita menanggapinya sama-sama masalah.

"Jadi kalo kita menanggapinya dengan senang tenang dan bahagia maka suasananya akan berbeda dan itu yang coba selama ini saya lakukan kalo kita kerja di kantor apalagi kerja di pemerintahan", pungkasnya.

Oleh: Rizka A. Riyadi, Netizen

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel