Langsung ke konten utama

Featured Post

M Ibrahim Wafiq Bocah Bekasi Yang Viral Lantunkan Al-Qur'an Saat Kritis, Wafat

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Innalillahi wainnailaihi roji'un, Muhammad Ibrahim Wafiq, bocah Bekasi berusia 10 tahun yang viral di media sosial lantaran terus melantunkan ayat Al Quran meski sedang kritis, meninggal dunia, Rabu (30/9/2020).

Ibrahim meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto. Baim—sapaan akrab Ibrahim—divonis dokter mengidap penyakit tumor ganas.

Baim sebelumnya viral lantaran kondisinya yang kritis di rumah sakit namun tetap berupaya melanjutkan hafalan Al Quran.

Bahkan, setiap mengigau ia melantunkan ayat-ayat suci Al Quran seperti yang beredar di media sosial di mana Baim melafalkan surat Al-Mulk.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga Baim.

Ia menyebut bahwa Baim adalah anak sholeh yang banyak dicita-citakan orang tua.

"Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Dan segala amalannya saat ini menjadi jalan mudah ke surganya Allah," ucap Rahmat.

Sebagaimana diketahui, Baim merupakan santri di Ruma…

Al Idrisi, Habaib Ilmuwan Muslim Pakar Geografi Pembuat Peta Bola Dunia Pertama




Rabu, 12 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Bola dunia atau globe yang kita kenal saat ini melalui proses penciptaan yang panjang. Globe lahir dari pemikiran, eksperimen, dan penjelajahan para ilmuwan. Sosok kunci kelahiran globe adalah ilmuwan Muslim bernama Al Idrisi.

Nama lengkapnya Abu Abd Allah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi Al Hasani Al Sabti. Orang-orang Eropa menyebutnya Dresses. Ia lahir di Ceuta, Spanyol pada 1100.

John Block Friedman and Kristen Mossler Figg menyebut bahwa Al Idrisi salah satu keturunan Nabi Muhammad (Habaib atau dzurriyah Rasulullah SAW). Itu tercantum dalam buku “Trade, Travel, and Exploration in the Middle Ages an Encyclopedia" (2010: 14). Dalam Medieval Islamic Civilization: An Encyclopedia (379) karya Josef W. Meri juga menyebutkan hal yang sama

Karya besarnya itu tak terpisahkan dari pandangannya bahwa Bumi itu bundar dan jadi bagian kecil dari jagat raya. “Seperti kuning telur dalam telur. Udara mengitarinya di semua sisi," katanya.

S. Maqbul Ahmad, dalam buku berjudul, "Cartography of al-Sharif al-Idrisi," menuturkan bahwa Al Idrisi menempuh pendidikan di Kordoba. Saat usaianya masih 16 tahun, ia berkunjung ke Asia Kecil. Setelahnya, Al Idrisi melakukan perjalanan di sepanjang pantai selatan Perancis, mengunjungi Inggris, dan melakukan perjalanan secara luas di Spanyol dan Moroko.

Selain menghimpun pengalaman pribadi, ia tekun mengumpulkan data geografis seluruh dunia dengan berbagai cara. Mulai dari bertanya pada para pedagang dan wisatawan, hingga memunculkan antitesis yang mengkritik para ahli geografi sebelumnya.

Anwar Ul Haque, dari Department of Pathology AJK Medical College, AJK University dalam tulisannya berjudul, “Muhammad al-Idrisi Father of Modern Geography and Maps," menjelaskan petualangan Al Idrisi ke berbagai belahan dunia membuat namanya makin populer. Para navigator laut dan perencana militer Eropa pun tak asing dengan namanya. Hingga akhirnya Raja Roger II, seorang raja di Sicilia keturunan Normandia mengundangnya.

Raja Roger memintanya membentuk sebuah peta dunia yang komprehensif. Namun ia tak langsung menerima tawaran itu, Al Idrisi memberikan satu syarat kepada sang raja. Ia meminta agar dokumen sejarah sebelum pemerintahan beralih ke Raja Roger di Sicilia saat di bawah kendali kaum Muslim agar tak dihapus. Raja Roger II mengabulkan syarat itu. Al Idrisi juga berusaha meyakinkan bahwa karyanya tak bisa diganggu gugat sebagai peta Bumi yang berbentuk bulat.

Bukan Sekadar Bola Dunia

Membuat globe saat itu bukan perkara mudah. Butuh pengumpulan data selama 15 tahun hingga lahir sebuah peta globe lengkap. Al Idrisi membongkar berbagai catatan para ilmuwan sebelumnya. Ia mencoba membuat pendapat yang berbeda dengan menggunakan data yang lebih ketat.

Dari 70 lembaran peta datar yang dia buat, lalu disambungkan dalam simpul melingkar koordinat astronomi. Kemudian dituangkan dalam bola perak yang beratnya kira-kira 400 kilogram dengan diameter sekitar 80 inci. Di dalamnya terdapat tujuh benua. Selain itu, Al Idrisi melengkapinya dengan rute perdagangan, danau, sungai, dataran tinggi, dan pegunungan. Bola perak itu menjadi peta bumi bulat berbahan perak yang tahan lama. Peta dunia tersebut menjadi bagian dari kemajuan sains tertua di era pra-modern.

Peta bumi bulat Al Idrisi dianggap paling akurat sepanjang 300 tahun. Globe tersebut dapat diputar 180 derajat. Namun bagian utara berada di bawah. Anwar Ul Haque, mencatat bahwa Al Idrisi melengkapi peta Bumi bulat tersebut dengan kitab megah Nuzhat Al Mushtaq Fikhtiraq Al Afaq atau Buku Perjalanan yang Menyenangkan ke Negeri-negeri yang Jauh. Di dalamnya berisi semacam catatan kaki dari globe. Ensiklopedia itu memuat bagian-bagian dari peta secara detil dan lengkap.

Kitab itu lebih dikenal dengan sebutan The Book of Roger atau Tabula Rogeriana. Di buku tersebut, Al Idrisi juga menggambarkan panjangnya Sungai Nil. Menurutnya sungai ini gabungan Sungai Senegal dan Sungai Niger yang mengalir dari Afrika Tengah bermuara arah barat di Atlantik. Di aliran sungai itu menjadi rute perdagangan garam. Dia juga menggambarkan Ghana sempat menjadi pusat perdagangan yang besar.

Ia juga mengkisahkan soal Spanyol, salah satu bagian yang dia puji ialah Toledo, sebuah daerah yang memiliki situs-situs dan bangunan lampau tetap dipelihara. Kawasan itu terhubung dengan kanal-kanal yang dipasangi roda air. Itu sebabnya buah-buahan yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus.

Kekokohan bangunan dan tanah yang subur memberi sumbangan terbesar bagi keindahannya.

S. Maqbul Ahmad juga menjelaskan bahwa temuan geografis Al Idrisi telah membagi Bumi ke dalam tujuh musim. Setiap iklim dibagi lagi menjadi sepuluh bagian. Kontennya komprehensif mulai dari aspek fisik, budaya, politik, dan ekonomi. Kompilasi karya Al Idrisi dianggap titik penting dari perkembangan sejarah sains. Beberapa abad setelahnya, para ahli geografi masih mengacu pada karya-karya Al Idrisi meski sudah meninggal pada 1165.

Pada 1160, peta bumi bulat karya Al Idrisi jatuh ke tangan para gerombolan dan penghancur. Hasilnya globe pecah menjadi lempengan logam. Jauh setelah berabad-abad, pada 1517 ada upaya mengumpulkan kembali mozaik temuan Al Idrisi dan terus dikembangkan hingga saat ini menjadi globe yang dikenal di bangku-bangku sekolah saat ini. Kini nama Al Idrisi diabadikan menjadi salah satu nama pegunungan di Pluto oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Selain tokoh penting kartografi abad pertengahan, Al Idrisi juga memberikan kontribusi besar dalam ilmu tanaman obat. Bukunya yang berjudul “Kitab Al Jami li Sifat Ashtat Al Nabatat" berisi tentang tinjauan dan sintesis semua literatur tentang obat-obatan dari pengalamannya keliling dunia. Buku itu berisi tanaman obat yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

...

Al Idrisi merupakan seorang pakar geografi yang menjadi pencipta pertama peta dunia.

Beliau lahir di Ceuta, Maroko, Afrika Utara pada tahun 1100 Masehi.

Pembuatan peta dunia bukanlah hal mudah, dirinya menghabiskan 15 tahun untuk pengumpulan data hingga lahirnya peta dunia.

Dia mengumpulkan berbagai catatan para ilmuwan sebelumnya.

Dari 70 lembaran peta ia sambungkan dan dituangkannya pada bola perak dengan berat sekitar 400 kilogram dan diameter 80 inci.

Didalamnya terdapat tujuh benua yang dilengkapi juga dengan rute perdagangan, danau, sungai, adtaran tinggi dan pegunungan.

Eropa sendiri membutuhkan waktu selama tiga abad dalam memanfaatkan peta dunia dan bola dunia ciptaan Al Idris.

Pada tahun 1160 Al Idris wafat di Sisilia. Penemuannya peta dunia miliknya sungguh menginspirasi ilmuwan lain dan memberi kontribusi yang besar bagi ilmu pengetahuan.

Sumber: indozone, tirto.id



Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …