Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Hb Hasan bin Syech Assegaff Dan Kayla Maheswari Suhana Putri Bendahara PP FSPF

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.netInnalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah wafat Alhabib Hasan bin Syech Assegaff (abahnya Hb Oji mantu ami nuh kapung ilir) jenazah masih diLampung,berita lain menyusul Alfatehah (SAM)Sabtu, 24 Oktober 2020... Innalillahi wainnailaihi roji'unTelah wafat Kayla Maheswari SuhanaUsia 14 th.Putri dari bendahara PP FSPF mas suhono. Pagi ini putrinya meninggal di semarang, Ahad (25/10/2020) Mohon dimaafkan segala khilafAl Fatihah 😢

Tolak RUU HIP, Ribuan Massa Hadiri Apel Siaga Di Tugu Adipura Bandar Lampung


Ahad, 12 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Ahad (12/7/2020) ribuan massa yang terdiri dari warga, tokoh dan ulama serta santri berkumpul di Bunderan Gajah atau Tugu Adipura Kota Bandar Lampung, untuk melakukan Asel Siaga, dan menyatakan penolakan terhadap RUU HIP.

Seperti yang kita ketahui, MUI Pusat secara tegas telah menyatakan penolakan terhadap RUU HIP dan berada dalam Garda terdepan apabila Pancasila di otak-atik oleh oknum yang ingin merubah Dasar Negara tersebut.

Oleh karena itu hari ini massa 48 Ormas dan OKP yang tergabung di dalam
Forum Suara Masyarakat Lampung melakukan Apel Siaga dan menyampaikan penolakan atas adanya Rancangan Undang – Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Longmarch di Apel Siaga tersebut dimulai dari jam 13:00 Wib, di depan Stasiun Tanjung Karang/Masjid At'Taqwa menuju Bunderan Gajah/Adipura sampai selesai Aksi pukul 16.00 WIB.

"Dalam Apel Siaga hari ini kami ini jelas, tolak, hapus, buang tentang rencana RUU HIP tidak ada lagi tentang hal itu karena itu semua telah menyakiti perasaan seluruh Rakyat Indonesia terutama kaum muslim dan saya mengharapkan inisiator dari RUU HIP ini dapat di pidanakan atau di penjarakan. Mengapa demikian jelas ini adalah suatu bentuk makar yang ingin merubah negara Indonesia ini entah mau jadi negara apa”, kata Imam Daerah FPI Lampung Habib Umar Syarif bin Abdillah Assegaf pada saat orasi.

Sumber: Kontributor LIF (Mance Sr)







Klik video:


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: