Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Kedua, FPI Purworejo Turunkan Laskar Bantu Korban Longsor Di Kalijering Pituruh

Selasa, 27 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta -  Relawan FPI Purworejo hari ini Selasa, 27 Oktober 2020 masih terus turun membantu korban banjir dan longsor diwilayah terparah Desa Kalijering kecamatan Pituruh. FPI bersama beberapa relawan kemanusiaan seperti KJB dan S3 Purworejo turun langsung membantu meringankan beban korban yang selamat dan beberapa luka-luka. Selain membuka akses jalan yang berlumuran lumpur parah para Laskar terlihat membawa nasi bungkus untuk para korban, obat-obatan, baju, dan berbagai bantuan lainnya. Untuk para dermawan yang mau ikut membantu meringankan korban yang ditaksir kerugiannya mencapai milyaran rupiah bisa menghubungi Bendahara DPW FPI Purworejo Ir. Muhammad Mansur di Nomor wa +62 853-7784-2497. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Klik video:


Tokoh Islam Malang Raya Deklarasikan Menolak Keras RUU HIP



Rabu, 15 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sebanyak 62 deklarator dari berbagai tokoh di Malang Raya terdiri dari ulama, habaib, kiyai serta ormas maupun tokoh masyarakat tergabung dalam wadah Gerakan Pembela Pancasila Malang Raya (GPPMR) menyatakan sikap tegas menolak sekaligus menghendaki pencabutan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU-HIP).

Hal itu dituangkan dalam acara deklarasi serta audiensi penolakan RUU-HIP yang bertempat di aula Sekretariat PD Muhammadiyah Jalan Gajayana, Kelurahan Katawanggede, Kota Malang, Rabu (15/7/2020).

Dalam deklarasi dan audiensi itu dihadiri Habib Asadullah bin Alwy Alaydrus, KH Luthfi bin Bashori Alwi, Ust. Atho’illah dan banyak lagi ulama maupun tamu penting lainnya.

Ketua GPPMR, Usmawan Hasanu menjelaskan, delapan anggota DPR RI dapil Malang Raya bersama Forkopimda Malang Kota berencana akan hadir. Akan tetapi, sepertinya ada acara yang lebih urgen, sehingga nihil bisa hadir keseluruhannya. Namun begitu, acara deklarasi tetap berjalan khidmat dan lancar.

“Terpenting pernyataan sikap dan deklarasinya atas penolakan dan pencabutan RUU – HIP bisa tersalurkan. Menjadi point inti sebagaimana tertuang di press rilis yang mencantumkan beberapa alasan penolakan RUU tersebut,” beber Usmawan.

Alasan pertama untuk menolak, sebab RUU-HIP dinilai mendegradasi makna, derajat, martabat pancasila sebagai dasar negara satu bangsa. Kedua, dianggap mengesampingkan peran agama sebagai panduan kehidupan sosial masyarakat.

Ketiga, mendefinisikan keagungan Tuhan YME dengan kebudayaan (produk) adalah buatan manusia. Keempat, memberikan peluang besar kepada komunis yang bertujuan merongrong keutuhan pancasila.

“Kelima, RUU-HIP sangatlah tidak penting bagi bangsa dan negara. Karena dapat memberikan ancaman kehancuran bagi masa depan bangsa Indonesia,” bebernya.

GPPMR selanjutnya berkirim surat secara resmi ke DPR RI. Perihal penolakan dan pencabutan RUU dimaksud. Kedua, mengawal penolakan ini di DPRD se-Malang Raya.

“Terakhir mengajak semua umat muslim khususnya warga Malang Raya, bermunajat dengan doa qunut nazilah. Berharap, kepada Allah SWT agar RUU-HIP sirna dari muka bumi,” pungkasnya.(Iw/And/Red)

Sumber: suaradata.com

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: