Langsung ke konten utama

Featured Post

Dosen Univ NU Penebar Fitnah 'HRS Habib Cabul' Ternyata Seorang Maniac Seks Akut, Banyak Korbannya

Senin, 3 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Seorang dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Jogja Bambang Ariyanto membuat pernyataan mengejutkan di media sosial.

Aktivis media sosial (medsos) yang selama ini getol mendukung pemerintah itu mengaku telah melakukan pelecehan seksual ke sejumlah korban di antaranya civitas academica UGM. Pelecehan segsual berkedok penelitian itu untuk memenuhi fantasi seksualnya berhubungan bertukar pasangan alias swinger. Dari informasi yang beredar, korbannya puluhan wanita.

Pengakuan megejutkan itu ia unggah melalui di media sosial Facebook @Bams Utara pada Minggu (2/8/2020) lengkap dengan video dirinya.

Dosen universitas NU itu mengaku sering dihantui oleh fantasi tentang swinger. Selain berfantasi seksual bertukar pasangan ia mengaku pernah melakukan pelecehan seksual baik secara verbal maupun fisik.

Bahkan untuk melancarkan perbuatannya, ia mengaku telah mencatut nama institusi Nahdlatul Ulama (NU) dan UGM.

Buzzer Jokower Ahoker

Bambang Ariy…

Massa PKI Bakar Foto Habib Rizieq, Peristiwa Kudatuli Tonggak Perlawanan Khilafah?



Selasa, 28 Juli 2020

Faktakini.net

PERISTIWA KUDATULI, TONGGAK PERLAWANAN KHILAFAH ?

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Aktivis, Advokat Pejuang Khilafah

Peristiwa 27 Juli 1996, disebut juga sebagai Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu (karena kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu), adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. Peristiwa itu meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.

Peristiwa itu adalah konflik internal PDI, antara PDI kubu Suryadi vs PDI kubu Megawati. Kalaupun ingin dibuat meluas, itu adalah perseteruan antara klan Soeharto Representasi Orba ketika itu, dengan Klan Soekarno, yakni Megawati dan anak Soekarno lainnya.

Dalam peristiwa itu, boleh jadi ada klaim negara melakukan pembiaran. Saat itu, yang berkuasa adalah Soeharto, Orde Baru. Jadi, yang patut menjadi pihak dan dipersoalkan dalam perseteruan politik saat itu adalah PDI kubu Suryadi, PDI kubu Megawati (yang kemudian mendirikan PDI-P), Penguasa Orde Baru, atau jika ingin diperluas termasuk juga Golkar. Karena Golkar adalah Partai penguasa ketika itu.

Dalam peristiwa itu, tak ada hubungannya dengan Khilafah, HTI, FPI atau Habibana Muhammad Rizq Syihab. Mengaitkan peristiwa Kudatuli dengan FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab, HTI, apalagi dengan Khilafah adalah kebodohan dengan derajat paling sulit untuk dideskripsikan.

Namun anehnya, beredar video viral di sosial media, aksi unjuk rasa tanggal 27 Juli 2020 yang memeringati peristiwa Kudatuli, justru dijadikan tonggak perlawanan terhadap Khilafah. Lalu, apa kaitannya ? Memangnya yang menyerangnya kantor PDI kubu Megawati aktivis pejuang Khilafah ? Memangnya yang berkuasa saat itu pemerintahan Khilafah ?

Lagipula, kenapa dalam demo dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, terjadi pelecehan berupa pembakaran poster bergambar Habib Muhammad Rizieq Shihab ? Kenapa dalam Video tidak terdapat upaya polisi untuk menghentikan aksi vandalisme itu ? Katanya, sejak insiden pembakaran bendera berlogo PDIP polisi akan menindak setiap untuk rasa yang melakukan aksi bakar-bakaran. Apakah polisi melakukan pembiaran ?

Para pengunjuk rasa bar-bar ini, para vandalis ini begitu ngotot mengklaim penjaga NKRI dan Pancasila. Apakah Pancasila memang demikian akhlaknya ?

Bagi kami Umat Islam, menjadi jelas motif dibalik setiap klaim Pancasila dan NKRI. Semua yang berbeda pandangan, apalagi ingin kembali pada syariat Islam dituduh anti Pancasila, anti NKRI.

Mereka para pengkhianat yang mengundang perampok dari China untuk menguasai tambang Indonesia, para koruptor, para pelayan yang membantu Joko S Chandra ke Indonesia, tak pernah didakwa anti Pancasila, anti NKRI. Sematan anti Pancasila dan anti NKRI, hanya diarahkan pada Ulama, aktivis, pergerakan dan umat Islam pada umumnya. Tudingan ini selalu menjadi alat politik basi, untuk menghalangi perjuangan Umat Islam untuk kembali berhukum kepada Allah SWT.

Sekali lagi, memaknai peristiwa KUDATULI sebagai tonggak perlawanan terhadap Khilafah jelas tak nyambung. Itu konflik antara kalian, tidak ada urusannya dengan Umat Islam.

Asal kalian tahu, kami berjuang karena Allah SWT. Bukan karena perintah manusia, karena pamrih dunia, atau demi mencari kedudukan di mata manusia. Khilafah pasti tegak, dengan izin Allah SWT.

Perlawanan kalian, niscaya akan kalah total. Kalian akan mengalami kegagalan, sebagaimana pendahulu kalian gagal memadamkan cahaya Islam. Agama Islam akan kembali memimpin peradaban manusia, dengan tegaknya Daulah Khilafah. Allahu Akbar ! [].

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …