Massa PKI Bakar Foto Habib Rizieq, Peristiwa Kudatuli Tonggak Perlawanan Khilafah?



Selasa, 28 Juli 2020

Faktakini.net

PERISTIWA KUDATULI, TONGGAK PERLAWANAN KHILAFAH ?

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Aktivis, Advokat Pejuang Khilafah

Peristiwa 27 Juli 1996, disebut juga sebagai Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu (karena kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu), adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. Peristiwa itu meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.

Peristiwa itu adalah konflik internal PDI, antara PDI kubu Suryadi vs PDI kubu Megawati. Kalaupun ingin dibuat meluas, itu adalah perseteruan antara klan Soeharto Representasi Orba ketika itu, dengan Klan Soekarno, yakni Megawati dan anak Soekarno lainnya.

Dalam peristiwa itu, boleh jadi ada klaim negara melakukan pembiaran. Saat itu, yang berkuasa adalah Soeharto, Orde Baru. Jadi, yang patut menjadi pihak dan dipersoalkan dalam perseteruan politik saat itu adalah PDI kubu Suryadi, PDI kubu Megawati (yang kemudian mendirikan PDI-P), Penguasa Orde Baru, atau jika ingin diperluas termasuk juga Golkar. Karena Golkar adalah Partai penguasa ketika itu.

Dalam peristiwa itu, tak ada hubungannya dengan Khilafah, HTI, FPI atau Habibana Muhammad Rizq Syihab. Mengaitkan peristiwa Kudatuli dengan FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab, HTI, apalagi dengan Khilafah adalah kebodohan dengan derajat paling sulit untuk dideskripsikan.

Namun anehnya, beredar video viral di sosial media, aksi unjuk rasa tanggal 27 Juli 2020 yang memeringati peristiwa Kudatuli, justru dijadikan tonggak perlawanan terhadap Khilafah. Lalu, apa kaitannya ? Memangnya yang menyerangnya kantor PDI kubu Megawati aktivis pejuang Khilafah ? Memangnya yang berkuasa saat itu pemerintahan Khilafah ?

Lagipula, kenapa dalam demo dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, terjadi pelecehan berupa pembakaran poster bergambar Habib Muhammad Rizieq Shihab ? Kenapa dalam Video tidak terdapat upaya polisi untuk menghentikan aksi vandalisme itu ? Katanya, sejak insiden pembakaran bendera berlogo PDIP polisi akan menindak setiap untuk rasa yang melakukan aksi bakar-bakaran. Apakah polisi melakukan pembiaran ?

Para pengunjuk rasa bar-bar ini, para vandalis ini begitu ngotot mengklaim penjaga NKRI dan Pancasila. Apakah Pancasila memang demikian akhlaknya ?

Bagi kami Umat Islam, menjadi jelas motif dibalik setiap klaim Pancasila dan NKRI. Semua yang berbeda pandangan, apalagi ingin kembali pada syariat Islam dituduh anti Pancasila, anti NKRI.

Mereka para pengkhianat yang mengundang perampok dari China untuk menguasai tambang Indonesia, para koruptor, para pelayan yang membantu Joko S Chandra ke Indonesia, tak pernah didakwa anti Pancasila, anti NKRI. Sematan anti Pancasila dan anti NKRI, hanya diarahkan pada Ulama, aktivis, pergerakan dan umat Islam pada umumnya. Tudingan ini selalu menjadi alat politik basi, untuk menghalangi perjuangan Umat Islam untuk kembali berhukum kepada Allah SWT.

Sekali lagi, memaknai peristiwa KUDATULI sebagai tonggak perlawanan terhadap Khilafah jelas tak nyambung. Itu konflik antara kalian, tidak ada urusannya dengan Umat Islam.

Asal kalian tahu, kami berjuang karena Allah SWT. Bukan karena perintah manusia, karena pamrih dunia, atau demi mencari kedudukan di mata manusia. Khilafah pasti tegak, dengan izin Allah SWT.

Perlawanan kalian, niscaya akan kalah total. Kalian akan mengalami kegagalan, sebagaimana pendahulu kalian gagal memadamkan cahaya Islam. Agama Islam akan kembali memimpin peradaban manusia, dengan tegaknya Daulah Khilafah. Allahu Akbar ! [].

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel