Langsung ke konten utama

Featured Post

Penebar Fitnah "HRS Cabul" Ternyata Kelompok Tukang Cabul, Maniac Seks Dan Penjahat Kelamin

Senin, 3 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kelompok yang kerap memfitnah para Ulama dan Habaib khususnya Habib Rizieq Shihab, adalah untuk menutupi kelakuan bejad mereka sendiri sebagai tukang Cabul, penjahat kelamin, pemerkosa dan sejenisnya alias Cabul teriak Cabul.

Hal itu kembali terbukti ketika seorang dosen akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Bambang Arianto, yang kerap menfitnah Habib Rizieq Shihab, membuat pernyataan mengejutkan di media sosial bahwa ia kerap melakukan pelecehan seksual pada puluhah perempuan!

Aktivis media sosial (medsos) yang selama ini getol mendukung pemerintah dan menyerang gerakan-gerakan Islam seperti FPI dan HTI itu mengaku telah melakukan pelecehan seksual ke sejumlah korban, di antaranya civitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM).

Gilanya lagi, pelecehan seksual berkedok penelitian yang dilakukan oleh pemfitnah Habib Rizieq itu untuk memenuhi fantasi seksualnya berhubungan seks bertukar pasangan alias swinger.

Hal ini sem…

Telah Wafat Habib Ja'far Bin Ali Baharun (Muqaddam Tijani Kraksan, Brani)



Sabtu, 25 Juli 2020

Faktakini.net

إنّا لله وإنّا إليه راجعون

Telah Berpulang ke Rahmatullah

AL-HABIB JA'FAR BIN ALI BAHARUN (MUQADDAM TIJANI KRAKSAN, BRANI)

Menantu dari Waliyullah al-Habib Husain bin Hadi al-Hamid Brani, Probolinggo.
-
Beliau Wafat Pada hari ini, Sabtu 25 Juli 2020 M| 04 Dzulhijjah 1441 H, Qabla Ashar.
-
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا ¤
 كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجٙةً خَيْرًا مِنْ زَوْجٙتِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثاَنَا.
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلِإسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلِإيْمَانِ.
اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرٙهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَ
-
الفاتحة -
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمٰنِ الرَّحِيم ۞ مالِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليهم غَيْرِ المَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَ الضَّالِّين ۞
أمِين

...

Sekilas tentang al-Muqadam al-Habib Ja'far bin Ali Baharun.

Al-Habib Ja’far bin Ali bin Umar Baharun merupakan ulama yang menjadi seorang tokoh central dalam Thariqah Tijaniyah di Indonesia saat ini. Beliau dilahirkan di kota sejuk Bondowoso, Jawa Timur. Beliau sendiri merupakan seorang habaib keturunan keluarga al-Baharun dari Hadramaut, Yaman Selatan.

Beliau pernah mengaji kepada banyak Ulama di Jawa Timur. Beliau juga Sempat mengenyam pendidikan Agama Islam dan Thariqah di Pesantren Nahdlatul Thalibin, Blado Wetan, Banyuanyar Probolinggo Jawa Timur dibawah asuhan KH Khozin. Beliau juga sempat belajar di Darul Hadits Malang. Selain itu pendidikan agama lebih banyak ia peroleh dari pendidikan ayahandanya al-Habib Ali bin Umar al-Baharun. Sejak muda beliau sangat terkenal sebagai pemuda yang indah perangainya, tekun dan giat, serta jujur dan amanah di hadapan teman dan keluarganya. Sehingga al-Habib Ja'far sangat berwibawa dan dituakan dikalangan keluarga dan sahabatnya.

Seusai menempuh pendidikannya beliau menikah dengan Syarifah Nuning al-Hamid yang merupakan putri dari seorang Wali Besar di zamannya al-Habib Hussain bin Hadi al-Hamid  yang berdomisili di Brani Kulon, Maron, Probolinggo, Jawa Timur, dan beliaupun memutuskan untuk berdomisili di Brani Wetan, Maron, Probolinggo, Jawa timur.

Semangatnya dalam berdakwah begitu Nampak sejak muda, gaya penyampaian yang halus dan santun membuat masyarakat tertarik kepada dakwahnya, keberanian dan ketulusannya membuat semua orang mencintai beliau. Sering kali dalam dakwahnya beliau harus turun ke desa desa dan plosok yang jarang dijangkau oleh para pendakwah bahkan di medan yang tak mampu dilewati kendaraan roda empat dan terpaksa harus jalan kaki atau naik kuda.

Sosok beliau sangat kaya dengan pujian dan keistimewaan sebab masyarakat faham betul bahwa dakwahnya sangat sungguh-sungguh dalam mengajak masyarakat kepada pendekatan diri menuju ibadah kepada Allah ﷻ  dan memperbanyak dzikir kepadaNya.

Kezuhudannya kepada dunia membuat sinarnya semakin terpancar dari wajahnya yang indah, senyumnya yang tulus kepada semua orang membuatnya semakin menempati hati masing-masing orang yang memandangnya. Prisip beliau dalam ber-“Husnu ad-dzon” (baik sangka) kepada setiap orang membuat orang langsung tertarik kepada beliau. Lisannya yang selalu berzdikir dan menyebut kebaikan membuat semua orang selalu ingat Allah ﷻ  saat dekat dengan beliau.

Sehingga teladan dan akhlaq beliau inilah yang menjadikan masyarakat meminta beliau untuk mendirikan Lembaga pendidikan agar banyak orang yang bisa mendapat pendidikan dari beliau. Dan beliau-pun memutuskan membuka pesantren yang diberi nama PP. Attarbiyah Attijaniyah. Sebuah pesantren yang berbasis pendidikan salaf kitab kuning dengan Manhaj pendidikan “Al Qutbul Kitmani Wal Faidzur Robbani” Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani al-Fasi al-Maghribi yang merupakan pendiri Thariqah at-Tijaniyyah.

Sanad thariqah tijaniyah yang beliau warisi sebagai berikut:

Guru Mulia al-Habib Ja’far bin Ali Baharun (beliau sendiri), dari gurunya Sayyidi Muhammad Balhasan al-Jakkany , dari Gurunya Sayyidi al-Ahsan al-Ba’qily , dari gurunya Sayyidi Husain al-Ifrany, dari gurunya Sayyidi Muhammad bin Ahmad al-Kansusi, dari gurunya Sayyidi Muhammad Ghali Buthalib dari guru besarnya Sayyidul Auliya’ al-Quthb al-Maktum Ahmad bin Muhammad At-Tijany ra. dari manusia terbaik al-Amiin, Sayyidul Anbiya’ wal Mursaliin, Muhammad Rasulullah ﷺ.

Sanad ini menurut penjelasan Habib Ja’far bin Ali Baharun, adalah sanad yang penuh berkah, utama dan mengagumkan. Karena semua nama yang tercantum (dalam sanad) tersebut, dari Sayyidi Muhammad Balhasan al-Jakkany seterusnya sampai pada Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany ra. semuanya adalah para wali Quthub, sehingga beliau menyebutnya dengan nama Sanad Quthbani.

Al-Habib Ja’far Baharun sendiri bukanlah orang asing lagi dalam Thariqah at-Tijaniyyah Indonesia. Beliau merupakan seorang “Mursyid” (guru spiritual) dalam thariqah ini. Kiprahnya dalam mengembangkan thariqah at-Tijaniyyah di Indonesia sangat banyak. Dimulai dari mengawal thariqah at-Tijaniyyah dari tingkat desa hingga kiprahnya Go Internasional. Berdasarkan berita terbaru tentang perkembangan thariqah at-Tijaniyyah di seluruh dunia cukup menggembirakan, karena sudah tersebar di 128 negara.

Prinsip Dakwahnya mengacu pada tiga pilar “Bil kalam Bil Qadam Bil Amal” (dengan omongan, dengan terjun kelapangan, dengan amal ibadah) sehingga tidak heran jika setiap harinya waktunya hanya dihabiskan untuk pengabdian dakwah.

Di mulai dari Kabupaten Probolinggo beliau aktif mengawal kegiatan rutinan thariqah at-Tijaniyyah seperti “Wadzifah” rutinan Harian, “Manaqib” rutinan mingguan, “Hailalah” rutinan mingguan, beliau turun sendiri dalam dakwahnya kedesa desa dan kecamatan.

Sementara untuk di tingkat Nasional beliau merupakan tokoh yang sangat aktif dalam segenap event thariqah at-Tijaniyyah seperti “IDUL KHATMI” kegiatan tahunan segenap pengikut thariqah at-Tijaniyyah se-indonesia, juga “Majelis Ta’lim Tijaniyah” kegiatan penyambutan mursyid thariqah dari berbagai belahan dunia yang datang ke Indonesia.

Dari sinilah menjadikan beliau sebagai Tokoh central yang paling bertanggung jawab atas perkembangan dan dakwah thariqah at-Tijaniyyah di Indonesia, memimpin segenap mursyid dan segenap ikhwan thariqah at-Tijaniyyah lainnya.

Nama beliau sudah masyhur dikenal oleh kalangan mursyid thariqah at-Tijaniyyah di seluruh dunia, sebab beliau sangat menjaga konsistensinya menjaga thariqah ini dengan menghadiri kegiatan konfrensi dan ijtima’ mursyid thariqah at-Tijaniyyah internasional baik itu di Prancis, Maroko, al-Jazair, Madinah, Mesir, Sudan dan lain lain.

Al-Habib Ja’far sendiri dalam sosok keseharianya merupakan seorang ulama yang tawadlu dan bersahaja, beliau memiliki ciri khas suka berbusana putih dan tidak menggunakan imamah, beliau sangat suka sekali dengan nasi jagung. di sela sela kesibukannya beliau selalu menyempatkan diri untuk memantau perkembangan segenap santri-santrinya. Beliau juga sangat menyayangi segenap santri santrinya dan menyebut mereka setiap harinya dengan sebutan “Ya Waladi” (duhai anakku).

Beliau juga merupakan orang yang “Daimul Wudlu” (selalu memiliki wudlu) sejak awal baligh-nya hingga saat ini, juga tidak pernah meninggalkan shalat malam, beliau juga memiliki amalan membaca Ratusan Ribu Shalawat dalam setiap harinya. Tentu hal itu sudah menjadi hal yang seyogyanya tidak ditinggalkan oleh seorang Mursyid Thariqah.

Sudah banyak ulama internasional yang memiliki hubungan erat dengan beliau yang sering berkunjung kerumah beliau seperti Sayyidi Syarif Jamal at-Tijani Al-Fasi al-maghribi seorang ulama yang masih merupakan keturunan langsung dari Syeikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani, Sayyidi Syarif Abal Hasan al-Jakkani yang merupakan seorang sufi besar yang berasal dari maroko usianya lebih dari 100 tahun, Almarhum Sayyidi Syeikh Ali Ath-Thayyib al-Sufyani al-Hasani, Mufti Syafii di Madinah, beliau punya banyak santri dari Indonesia dan beberapa kali datang ke Indonesia. Salah satu putranya Habib Muhammad bin Ali ath-Thayyib tinggal dan wafat di Empang Bogor, beliau menjadi salah satu perintis perkembangan thariqah At-Tijaniyyah di Indonesia. Almarhum Syeikh Ibrahim Nias – Ulama Besar dan Negarawan dari Senegal. Almarhum Syeikh Mansur Barru, Ulama besar dari Prancis. Sayyidi Syekh Idris bin Muhammad al-'Abid al-Hasani al-Iraqi, Guru besar Ilmu Hadits di Fas Maroko, beliau masih hidup dan sudah berumur hampir seratus tahun. Syeikh Adam An Nefati – Ulama Besar Ilmu Hadits dari Nigeria. Sayyid Muhammad al-Habib ulama Aljazair, Sayyid Maulay Thahir al-Hassani cucu pendiri thariqah at-Tijaniyyah, Prof. Dr. Radhi Genoun al-Idrisi al-Hassani salah seorang mursyid asal afrika, dan banyak ulama lainnya.

Seorang ulama yang perlu kita teladani yang ada di Indonesia khususnya konsistensi beliau dalam mengawal masyarakat dari kalangan bawah tingkat desa hingga internasional dalam kaitannya menebarkan cinta kasih dan terus menjaga ubudiyah kepada Allah ﷻ dan meninggalkan segala kemaksiatan kepadaNya. Kini beliau telah berpulang, semoga Allah merahmati dan mengangkat derajatnya, dan memberikan kita manfaat dengan keberkahannya di Dunia dan Akhirat. Aamiin...


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …