Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Kedua, FPI Purworejo Turunkan Laskar Bantu Korban Longsor Di Kalijering Pituruh

Selasa, 27 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta -  Relawan FPI Purworejo hari ini Selasa, 27 Oktober 2020 masih terus turun membantu korban banjir dan longsor diwilayah terparah Desa Kalijering kecamatan Pituruh. FPI bersama beberapa relawan kemanusiaan seperti KJB dan S3 Purworejo turun langsung membantu meringankan beban korban yang selamat dan beberapa luka-luka. Selain membuka akses jalan yang berlumuran lumpur parah para Laskar terlihat membawa nasi bungkus untuk para korban, obat-obatan, baju, dan berbagai bantuan lainnya. Untuk para dermawan yang mau ikut membantu meringankan korban yang ditaksir kerugiannya mencapai milyaran rupiah bisa menghubungi Bendahara DPW FPI Purworejo Ir. Muhammad Mansur di Nomor wa +62 853-7784-2497. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Klik video:


Tegas! RUU HIP Mau Ganti Nama, Sekum FPI: Kami Tetap Menolak!



Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Polemik RUU HIP (Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila) terus berlanjut. Setelah ditolak banyak pihak, RUU tersebut diusulkan untuk diubah namanya.

Salah satu yang muncul adalah agar RUU tersebut diubah menjadi RUU PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila).

Menyikapi perubahan nama itu, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Haji Munarman menegaskan pihaknya tetap menolak.

Karena pergantian nama itu tidak berdampak banyak terhadap isi dari RUU tersebut.

"Ganti nama atau ganti judul tetap saja misinya sama, yaitu menjadikan rezim penguasa sebagai penafsir tunggal atas Pancasila yang disekulerisasi,” ujar Ustadz Munarman kepada JPNN, Senin (13/7/2020).

Selain itu, lanjut Munarman menerangkan, dengan adanya RUU itu, Pancasila juga dijadikan alat oleh para elite politik untuk memberangus lawan politik.

“Tidak perlu dan tidak layak Pancasila diturunkan hanya dalam satu Undang Undang. Karena itu (RUU) mengambil alih fungsi pembukaan UUD dan sekaligus Batang Tubuh UUD. Secara sistematika dan logika berpikir yang konsisten, tafsir dan perumusan Pancasila itu diuraikan serta dielaborasi ke dalam Pembukaan UUD dan Batang Tubuh UUD,” beber Ustadz Munarman.

Ustadz Munarman juga mengungkapkan para pihak yang mendorong RUU tersebut berniat untuk menipu rakyat.

Karena apa yang selama ini disampaikan tak sesuai dengan yang dilakukan.

“Bicara keadilan sosial, tetapi justru membuat kebijakan dan UU minerba yang memberikan kekayaan tambang Indonesia secara gratis hanya kepada segelintir korporasi asing, menaikkan iuran BPJS, menjual pembangkit listrik kepada swasta yang menyebabkan tarif bulanan naik, dan banyak lagi kejahatan politik lainnya,” tegas Ustadz Munarman.

Untuk itu, dia meminta kepada para pihak yang berusaha mendorong RUU tersebut untuk mengurungkan niatnya. Karena pada dasarnya, kata Ustadz Munarman, RUU itu telah mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

“Jadi, enggak usah pura-pura (bersikap) Pancasila,” tandas dia.

Foto: Ustadz Munarman saat hadir di acara apel siaga ganyang.Komunis di lapangan Ahmad Yani Jaksel, Ahad (5/7/2020)

Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul
"Sikap Munarman FPI Tegas, Tetap Menolak!",
https://m.jpnn.com/news/sikap-munarman-fpi-tegas-tetap-menolak?page=2

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: