Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Sabtu, 31 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Relawan FPI Bersihkan Rumah Korban Banjir Di Desa Boyantango Sulteng Hingga Malam Hari



Jum'at, 17 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari Kamis (16/07/2020) Relawan FPI masih berada di kabupaten Parigi Sulawesi Tengah yang dilanda banjir, dan kali ini membersihkan 6 rumah warga dan 1 halaman mesjid as-sawab di Desa Boyantango Rt.8 dusun 4 Kecamatan Parigi Selatan, dengan jumlah laskar 20 orang yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sugianto Kaimudin.

Laskar langsung membersihkan rumah-rumah warga di desa Boyantango yang dimana jarak desa Boyantango dengan posko relawan FPI sekitar 60 km dan memakan waktu kurang lebih 45 menit.

Relawan FPI yang tergabung dari Poso dan Palu bekerja mulai dari pukul 18.30 (ba'da magrib) sampai dengan pukul 23.30 wita.

Mereka berjuang membersihkan sisa banjir dengan alat seadanya seperti sapu lidi, sapu ijuk, alkon, sekop dan pacul dan juga diiringi semangat dan seruan takbir yang diteriakkan di sela-sela kerja kemanusiaan.

Terlihat juga Wakil Panglima Daerah (Wapangda) Ustadz Agus turut terjun membersihkan lumpur yang menggenangi rumah warga, dan di sela - sela membersihkan lumpur.

"Selanjutnya relawan akan masih bertahan di lokasi hingga waktu yang belum d tentukan, rencananya kami juga akan berangkat ke masamba guna membantu korban banjir bandang yang ada di sana, mohon doanya agar kami senantiasa d berikan kesehatan dan ridho Allah SWT", tutup Ustadz Agus Wapangda Sulteng.













Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: